Pembahasan Penting: Iran: Serangan dari pangkalan AS di negara tetangga tak dapat diterima

Iran: Serangan dari Pangkalan AS di Negara Tetangga Tidak Dapat Diterima

Dalam pembicaraan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengingatkan bahwa setiap serangan yang dilakukan dari pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah negara-negara tetangga tidak bisa diterima dalam kondisi apa pun. Komunikasi tersebut dilakukan pada Rabu, 11 Maret, menurut laporan media pemerintah Iran.

Kedua pemimpin membahas perkembangan regional, terutama setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Aksi tersebut mengakibatkan kematian lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, serta hilangnya lebih dari 150 siswa.

Iran Beri Respons dengan Serangan Rudal

Teheran menjawab dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara di Teluk yang menyimpan aset militer AS. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa tindakan militer Iran hanya mengarah pada lokasi yang secara langsung terlibat dalam serangan terhadap negaranya.

“Penyelidikan menyeluruh pasti akan dilakukan terkait insiden ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Iran menyebutkan bahwa serangan di Kota Minab, di bagian selatan negara itu, mengorbankan 168 siswa. Pezeshkian menambahkan bahwa serangan dari pangkalan AS di wilayah tetangga menjadi faktor utama dalam konflik yang sedang berlangsung.

Menurut siaran Republik Islam Iran, peristiwa di Port of Salalah juga menjadi perhatian, dengan laporan mengenai insiden yang terjadi di lokasi tersebut. Iran menekankan bahwa hubungan dengan negara-negara tetangga tetap dihargai, meskipun ada tindakan represif dari pihak luar.