Bisnis

Danantara bertemu Menhub bahas rencana impor KRL bekas dari Jepang

WhatsApp-Image-2026-10-02-at-13.22.35_1
Foto : Tegar Wijaya - programamal.com
Daftar Isi
  1. Danantara dan Kemenhub Akan Bahas Opsi Pengadaan Tambahan KRL Jabodetabek
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Danantara dan Kemenhub Akan Bahas Opsi Pengadaan Tambahan KRL Jabodetabek

Programamal.com – Kebutuhan armada KRL Jabodetabek yang terus bertambah menjadi salah satu agenda pembicaraan antara Danantara Indonesia dan Kementerian Perhubungan. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa dirinya dijadwalkan bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Jumat (2/10) untuk mendiskusikan rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mendatangkan KRL bekas dari Jepang.

Pertemuan itu diarahkan untuk menelaah berbagai sisi dari opsi pengadaan tersebut, mulai dari kebutuhan operasional hingga nilai manfaat dan biaya yang menyertainya. Pembahasan ini penting karena penambahan rangkaian berkaitan langsung dengan upaya memenuhi kebutuhan angkutan publik di kawasan Jabodetabek.

“Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan Pak Menhub (Dudy Purwagandhi), Ini hari Jumat, kan ya? Iya. Harus nya ada pertemuan dengan Pak Menhub untuk berdiskusi berkait dengan itu,”

Dony belum menyatakan sikap final mengenai dukungan Danantara terhadap impor KRL bekas. Ia menekankan bahwa keputusan tidak dapat diambil hanya dengan melihat kebutuhan tambahan kereta, melainkan harus melalui penghitungan yang mempertimbangkan keuntungan, biaya, dan dampaknya bagi percepatan layanan transportasi publik.

“Nanti kan penjelasan bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit-nya, ya. Mana keuntungannya berapa, apa yang kita dapatkan dari situ, karena kan percepatan daripada transportasi publik kita juga, kan? Tapi nanti akan kita diskusikan dengan Pak Menhub,” kata Dony.

Kebutuhan Tambahan 23 Trainset

Usulan pengadaan KRL bekas dari Jepang sebelumnya telah disampaikan KAI melalui Direktur Utama Bobby Rasyidin kepada Komisi VI DPR RI dan memperoleh persetujuan. KAI memerlukan tambahan 23 trainset untuk mendukung pengoperasian KRL Jabodetabek di tengah peningkatan jumlah pengguna.

Kebutuhan tersebut terdiri atas tujuh trainset dengan susunan 12 kereta atau SF12, serta 16 trainset dengan susunan delapan kereta atau SF8. Secara keseluruhan, tambahan rangkaian ini menjadi bagian dari kebutuhan armada agar layanan KRL dapat menyesuaikan diri dengan lonjakan penumpang di wilayah metropolitan Jakarta dan sekitarnya.

Trainset merupakan satu rangkaian kereta yang dioperasikan sebagai satu kesatuan. Perbedaan formasi antara SF12 dan SF8 menunjukkan jumlah kereta dalam satu rangkaian. Rangkaian dengan 12 kereta dapat mengangkut lebih banyak penumpang dalam sekali perjalanan dibanding formasi delapan kereta, sehingga komposisi pengadaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan layanan dan pola perjalanan pengguna.

Pembahasan mengenai impor KRL bekas tidak hanya menyangkut penambahan jumlah kereta. KAI, pemerintah, dan pihak terkait juga perlu melihat kesesuaian pilihan tersebut dengan kebutuhan jaringan yang ada, rencana pengoperasian, serta keberlanjutan penyediaan armada dalam jangka panjang. Karena itu, kajian biaya dan manfaat menjadi unsur utama sebelum langkah selanjutnya ditetapkan.

Produksi INKA Juga Menjadi Pertimbangan

Di luar opsi mendatangkan rangkaian bekas dari Jepang, Danantara juga membuka ruang untuk mempertimbangkan produksi dalam negeri oleh PT Industri Kereta Api atau INKA. Dony menyebut kebutuhan KRL perlu diseimbangkan dengan kapasitas produksi perusahaan tersebut.

“Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif,” ujar Dony.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pilihan pengadaan tidak semata-mata ditempatkan sebagai persaingan antara impor dan produksi domestik. Fokus pembahasan adalah menemukan kombinasi yang mampu menjawab kebutuhan armada secara tepat, sambil memperhitungkan kemampuan produksi yang tersedia di dalam negeri.

Apabila kebutuhan KRL melebihi kapasitas produksi yang dapat dipenuhi INKA pada waktu yang diperlukan, opsi alternatif dapat dipertimbangkan. Sebaliknya, kapasitas produksi domestik tetap menjadi unsur yang akan dinilai dalam menentukan arah pengadaan. Pendekatan ini menempatkan ketersediaan armada dan kebutuhan layanan penumpang sebagai pertimbangan utama.

Skema Pendanaan Belum Diputuskan

Soal pendanaan rencana impor KRL bekas, Dony belum dapat memastikan apakah Danantara akan terlibat. Ia menyatakan persoalan tersebut masih harus dibahas lebih lanjut, termasuk melalui perhitungan yang lebih rinci.

“Ya kita mesti bahas dengan itu,” ujar Dony.

Keputusan mengenai sumber pembiayaan akan menjadi bagian penting dari evaluasi, karena pengadaan armada tidak berhenti pada proses mendapatkan kereta. Setiap pilihan perlu dikaji dari sisi kebutuhan investasi dan manfaat yang diperoleh untuk mendukung layanan KRL Jabodetabek.

Pertemuan dengan Menteri Perhubungan diharapkan dapat memperjelas arah pembahasan antara kebutuhan penambahan 23 trainset, potensi pemanfaatan KRL bekas dari Jepang, kapasitas produksi INKA, serta kemungkinan skema pendanaannya. Hasil diskusi tersebut akan menentukan langkah berikutnya dalam memenuhi kebutuhan armada bagi perjalanan komuter Jabodetabek.

Frequently Asked Questions

What is Danantara bertemu Menhub bahas rencana impor?

Danantara bertemu Menhub bahas rencana impor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Danantara bertemu Menhub bahas rencana impor matter?

Danantara bertemu Menhub bahas rencana impor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya memiliki pengalaman dalam digital marketing untuk kampanye sosial. Ia memahami bagaimana pesan kebaikan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui strategi online.

Perannya di Program Amal membantu meningkatkan jangkauan dan dampak dari konten edukasi.