Danantara buka tender proyek PSEL untuk 25 kota pada bulan ini

Danantara buka tender proyek PSEL untuk 25 kota pada bulan ini

Jakarta – Lembaga pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan mengumumkan tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bagi 25 kota di Indonesia bulan ini. Rohan Hafas, Managing Director Stakeholder Management and Communications, menyatakan bahwa jumlah kota yang terlibat dalam gelombang kedua tendernya lebih banyak dibandingkan gelombang pertama, karena antusiasme tinggi dari pemerintah daerah terhadap proyek tersebut.

“Ada 25 kota dalam batch kedua, sehingga hampir semua ibu kota provinsi akan menerima fasilitas pengolahan sampah,” ujar Rohan dalam sesi Afternoon Coffee di Wisma Danantara Jakarta, Kamis.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Rahman, yang juga bertugas sebagai Lead of Waste-to-Energy dan Director of Investment Danantara Investment Management (DIM), menjelaskan bahwa tidak semua kota bisa langsung menjadi lokasi investasi PSEL. Ia menegaskan bahwa proyek hanya dapat berjalan di daerah dengan volume sampah minimal 1.000 ton per hari.

“Pemda harus mampu memenuhi syarat dan siap membangun proyek, serta lokasinya harus sesuai dengan ambang batas yang ditetapkan peraturan,” tambah Fadli. Selain volume sampah, proyek juga wajib lolos beberapa evaluasi, seperti aspek teknis, komersial, finansial, dan risiko manajemen.

Fadli menambahkan, “Kita perlu memastikan semua kriteria terpenuhi agar bisa menerapkan modifikasi asli dari investasi tersebut.” Dalam gelombang pertama, Danantara telah menetapkan perusahaan pemenang tender untuk Denpasar dan Bogor, yaitu Zhejiang Weiming, sementara Kota Bekasi dimenangkan oleh Wangneng Environment Co., Ltd.

Nilai investasi masing-masing proyek diperkirakan berkisar antara Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun. Rohan menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan perusahaan dari negara yang sama dengan pemenang tahap pertama, yaitu Tiongkok, juga akan terlibat dalam gelombang kedua ini.