Kebijakan Baru: Armada Pertamina sandar di Ampenan untuk pasok 3 ribu KL B40
Pertamina Perkuat Pasokan Energi di NTB
Kapal tanker Pertamina Patra Niaga kembali berlabuh di Pelabuhan Ampenan, Nusa Tenggara Barat, dengan muatan total 6 ribu kiloliter (KL) bahan bakar, terdiri dari 3 ribu KL Pertalite dan 3 ribu KL B40. Ini sebagai langkah untuk mendistribusikan energi ke wilayah selatan nusantara, termasuk daerah sekitar NTB.
“Setiap kapal yang berlabuh di Ampenan memainkan peran kritis dalam menjamin ketersediaan energi secara tepat waktu dan merata,” jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Pasokan Pertalite dan B40 bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat, sektor transportasi, serta industri di wilayah tersebut. Dengan armada yang beroperasi secara teratur, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi bahan bakar tetap lancar.
Ampenan sebagai Titik Distribusi Strategis
Kapal Transko Antasena yang tiba hari ini menjadi bagian dari sistem distribusi nasional. Ampenan dianggap sebagai salah satu titik penyaluran BBM penting di kawasan Nusa Tenggara. Dari sini, energi di distribusikan ke berbagai kabupaten/kota di Pulau Lombok dan daerah terdekat.
“Armada laut memiliki fungsi penting dalam menjaga ketersediaan pasokan energi, terutama di wilayah kepulauan,” tambah Roberth. “Indonesia mengandalkan kapal tanker sebagai jembatan distribusi antara terminal suplai dan daerah yang tidak terjangkau jaringan pipa darat.”
Pasokan via laut dipilih karena keandalannya, terlebih untuk pulau-pulau yang bergantung pada akses maritim. Dengan frekuensi pengiriman rutin hingga lebih dari 30 kali sebulan ke NTB, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini juga mendukung aktivitas ekonomi serta pertumbuhan daerah setempat.
