Key Strategy: Agam dapat 11 titik program padat karya bencana dari Kemenaker
Agam Dapat 11 Titik Program Padat Karya Bencana dari Kemenaker
Key Strategy menjadi strategi utama yang mendukung pengembangan daerah rawan bencana, terbukti saat Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menerima 11 titik program padat karya bencana dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tahun 2026. Program ini bertujuan mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan lokal serta menciptakan peluang kerja sementara bagi warga terdampak bencana. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam menjelaskan bahwa proyek ini akan dilaksanakan di beberapa kecamatan yang rentan bencana hidrometeorologi, dengan fokus pada kecamatan Tanjung Raya dan Palembayan, yang diproyeksikan selesai pada November 2025.
Penyebaran Program di Wilayah Rentan Bencana
“Di Kecamatan Tanjung Raya, proyek ini akan fokus pada Nagari Bayua dan Nagari Koto Kaciak. Sementara di Palembayan, Nagari Koto Silungkang menjadi lokasi utama,” terang Budi Perwira Negara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, saat di Lubuk Basung, Sabtu. Ia didampingi oleh Erianto, Kepala Bidang Produktivitas Pelatihan Tenaga Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas setempat.
Program padat karya bencana ini dirancang berdasarkan usulan nagari atau desa, dengan dana Rp100 juta per titik. Dana tersebut dialokasikan untuk membeli bahan bangunan sebesar 60 persen dan upah tenaga kerja 40 persen. Proyek yang diusulkan mencakup pembangunan saluran irigasi, dam parit, serta rebat beton, yang diperkirakan membutuhkan biaya upah Rp120 ribu per hari bagi tukang dan Rp95 ribu untuk pekerjaan umum. Key Strategy dalam program ini bertujuan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat yang terdampak bencana.
Koordinasi dan Persiapan Pelaksanaan
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam, Budi Perwira Negara, menyatakan bahwa dana telah cair dan ditransfer ke rekening kelompok terlibat. Pekerjaan akan berlangsung selama 12 hari kerja, dengan jam kerja mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Namun, sampai saat ini, Key Strategy masih dalam tahap persiapan karena proses administratif belum selesai. “Kami sedang berkoordinasi untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi sebelum memulai pelaksanaan,” tambahnya.
Sebelumnya, enam kecamatan di Agam telah mengajukan proposal program padat karya bencana ke Kemenaker, termasuk Tanjung Raya dan Palembayan. Meski demikian, hanya tiga nagari yang menerima persetujuan, sementara tiga lainnya belum memenuhi syarat administratif. Erianto menjelaskan bahwa Dinas setempat melakukan jemput bola untuk memudahkan nagari dalam mengajukan usulan. Ini dilakukan setelah diterbitkannya surat bernomor 500.15/215/Disperindagnaker 2026, yang menjadi arahan untuk mengarahkan program padat karya bencana.
Direktur Binas Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker dalam surat bernomor R-3.4/843/PK.03.00/III/2026 telah menetapkan kebijakan bantuan penanggulangan bencana banjir. Surat ini menjadi dasar bagi jemput bola yang dijalankan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam. Key Strategy dalam penerapan program ini bertujuan memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga terdampak bencana melalui partisipasi aktif dalam proyek pembangunan.
Program padat karya bencana terdiri dari dua poin utama: pekerjaan padat karya dan tenaga kerja mandiri pemula. Kedua bentuk ini dirancang untuk mendorong kebutuhan warga, baik melalui tenaga lokal maupun peningkatan kapasitas tenaga kerja terlatih. Pendaftaran untuk program ini dibuka dari 13 Maret hingga 9 April 2026 melalui platform https://bizhub.kemenaker.go.id. Sistem online ini diharapkan mempercepat realisasi bantuan sesuai Key Strategy.
Erianto menjelaskan bahwa Dinas setempat telah melakukan sosialisasi kepada seluruh nagari di kecamatan yang terlibat. “Kami mengadakan pertemuan dan pelatihan untuk memandu nagari mengajukan usulan,” katanya. Panduan teknis juga diberikan tentang jenis proyek yang bisa diajukan, seperti infrastruktur sederhana atau fasilitas pelindung bencana. Key Strategy dalam penerapan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah mereka.
Key Strategy dalam program padat karya bencana menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan wilayah rawan bencana. Dengan alokasi dana Rp100 juta per titik, setiap proyek diharapkan mampu memperbaiki kondisi infrastruktur yang rusak akibat bencana, seperti saluran drainase dan peningkatan daya tahan terhadap banjir. Proyek ini bukan hanya mengurangi risiko bencana, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan tenaga kerja masyarakat.
