Key Strategy: Cimahi perkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis pengembangan SDM

Cimahi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Berbasis Pengembangan SDM

Key Strategy – Cimahi, sebuah kota di Jawa Barat, terus mendorong peningkatan ekosistem industri kreatif melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi poros utama. Penguatan ini diarahkan untuk memperkaya keterlibatan komunitas dalam sektor kreatif, khususnya di bidang animasi dan media digital. Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bertujuan membangun fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha kreatif di wilayah tersebut.

Penduduk Usia Produktif sebagai Modal Ekonomi

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, menjelaskan bahwa jumlah penduduk usia produktif di kota ini mencapai 390.27 ribu orang, dengan persentase sekitar 67,3 persen dari total populasi. Angka ini dianggap sebagai aset penting yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif. “Dengan sekitar 67,3 persen penduduk berada di usia produktif, potensi SDM menjadi kunci untuk mendorong sektor kreatif,” kata Fitriana.

“Penguatan ekosistem industri kreatif di Cimahi sangat ditopang oleh potensi SDM, di mana sekitar 67,3 persen penduduk kita berada pada usia produktif. Ini menjadi modal utama pengembangan sektor kreatif,” ujarnya.

Kebijakan pembangunan ekosistem kreatif telah dimulai sejak tahun 2009. Upaya ini berupa penguatan sistem inovasi daerah yang diharapkan bisa menjadi pemicu pertumbuhan industri kreatif. Pada periode ini, perhatian pemerintah fokus pada pengembangan infrastruktur dan pelatihan bagi para pelaku usaha kreatif, serta menciptakan lingkungan yang kondusif.

BITC sebagai Pusat Inkubasi Kreatif

Salah satu bentuk infrastruktur yang menjadi pusat pengembangan ekosistem kreatif adalah Baros Information Technology and Creative (BITC), yang diresmikan pada tahun 2012. Fasilitas ini berperan sebagai tempat inkubasi, pelatihan, serta ruang kerja bersama bagi para kreator dan pengusaha di bidang teknologi digital. “Fasilitas yang ada saat ini merupakan hasil pengembangan jangka panjang untuk mendukung industri kreatif,” tambah Fitriana.

BITC juga berfungsi sebagai pemicu pengembangan komunitas kreatif dan keterlibatan studio lokal. Peran pusat ini menjadi lebih signifikan seiring berkembangnya industri animasi di Cimahi. Dalam waktu beberapa tahun, BITC telah menjadi pusat perpaduan antara komunitas, studio, dan pelaku usaha digital, menciptakan rantai nilai yang dinamis.

Subsektor Unggulan Ekonomi Kreatif

Menurut Sekda, kota ini kini mengembangkan empat subsektor ekonomi kreatif, yaitu makanan dan minuman, kerajinan, tekstil serta produk tekstil, dan animasi serta media kreatif. Subsektor ini dianggap sebagai identitas kota yang berperan dalam penguatan ekosistem lokal. “Kota Cimahi memiliki empat subsektor unggulan ekonomi kreatif, termasuk animasi dan media kreatif yang menjadi ciri khas wilayah ini,” jelasnya.

Dalam perkembangannya, BITC menjadi salah satu penopang utama ekosistem animasi. Data menunjukkan bahwa lembaga tersebut telah mendorong munculnya lebih dari 20 hingga 30 studio kreatif aktif, dengan produksi ratusan karya animasi dan konten digital yang tersebar di berbagai platform. Hasil dari program inkubasi ekosistem kreatif juga menunjukkan kontribusi ekonomi hingga Rp1,2 miliar, yang dihasilkan dari kerja sama antara komunitas dan studio lokal.

Program Pelatihan dan Kolaborasi

Upaya penguatan SDM di sektor kreatif tidak hanya berupa fasilitas fisik, tetapi juga melalui berbagai program pelatihan, kompetisi, pameran, dan kolaborasi lintas komunitas. Pemkot Cimahi terus mengadakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kerja dalam bidang animasi dan media digital. “Kami mengarahkan penguatan ini agar pelaku industri kreatif lebih kompetitif dan memiliki akses pasar yang luas,” tutur Fitriana.

Program pelatihan ini didukung oleh berbagai partner, termasuk lembaga pendidikan dan organisasi kreatif. Selain itu, pemerintah juga mengadakan kompetisi nasional untuk menginspirasi generasi muda mengembangkan keterampilan kreatif. Kegiatan pameran dan pertukaran ide diharapkan bisa menciptakan sinergi antara pelaku usaha kreatif dengan pihak lain.

Potensi Pertumbuhan di Tahun Mendatang

Dalam konteks jangka panjang, Pemkot Cimahi memiliki visi untuk menjadikan ekosistem kreatif sebagai motor penggerak perekonomian. Langkah-langkah yang diambil selama ini dianggap cukup efektif, tetapi perlu ditingkatkan untuk mengejar potensi pertumbuhan lebih besar. “Program inkubasi dan pelatihan kami terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak yang lebih luas,” pungkas Sekda.

Dengan peran penting penduduk usia produktif dan peningkatan infrastruktur, ekosistem kreatif di Cimahi diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Pemkot juga terus mengoptimalkan kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga pemerintah untuk memperkuat jaringan pengembangan SDM. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan, dengan tujuan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.