Key Strategy: Menhub dukung holding BUMN logistik perkuat daya saing global

Menteri Perhubungan Dukung Pembentukan Holding BUMN Logistik untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Key Strategy – Dalam upaya memperkuat sistem logistik nasional, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan holding BUMN logistik yang diinisiasi oleh Danantara. Menurutnya, langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi sektor logistik, memperkuat daya saing di tingkat global, serta memastikan ekosistem logistik Indonesia menjadi lebih terintegrasi dan kompetitif. “Sebagai regulator transportasi, kami siap memberikan fasilitas serta dukungan maksimal bagi setiap langkah yang dilakukan oleh BUMN maupun Danantara,” ujar Menhub dalam konfirmasi di Jakarta, Minggu (24/6).

Langkah Strategis untuk Reorganisasi BUMN Logistik

Kementerian Perhubungan memandang bahwa restrukturisasi BUMN logistik adalah bagian penting dari transformasi perusahaan-perusahaan milik negara. “Kami percaya bahwa dengan bergabung dalam holding, BUMN logistik dapat menjadi lebih efektif dalam menjalankan operasional, serta mendorong pertumbuhan yang lebih stabil,” tambah Menhub. Ia menegaskan, dukungan ini tidak hanya terbatas pada kebijakan internal, tetapi juga melibatkan koordinasi yang terus-menerus dengan pihak-pihak terkait, termasuk Danantara, untuk memastikan proses integrasi berjalan lancar.

Struktur Holding BUMN Logistik yang Dirancang

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph menjelaskan bahwa pembentukan holding BUMN logistik akan dimulai dengan penggabungan tujuh perusahaan pelat merah pada 1 Juli 2026. “Tujuan dari konsolidasi ini adalah menciptakan entitas logistik yang terintegrasi dan siap berkompetisi di tingkat internasional,” ucap Daud dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (22/6). Menurutnya, ke-7 perusahaan tersebut akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai tahap awal.

Daud menjelaskan, ke-7 perusahaan yang tergabung meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang dikelola oleh Pelindo, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) yang berada di bawah Pos Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik (SBL) dari Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) dari Danareksa, PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari SIG, serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel. Pada tahap awal, kepemilikan saham PT MTI didistribusikan dengan rasio 73 persen milik Pelindo, 9 persen milik Pos Indonesia, dan 17 persen dikuasai oleh lima perusahaan lainnya.

Menurut Daud, pada tahun 2027, seluruh saham perusahaan akan sepenuhnya dikuasai oleh PT Pos Indonesia. “Dengan begitu, holding logistik nasional akan mencakup sembilan BUMN yang tergabung,” jelasnya. Selain tujuh perusahaan yang sudah diumumkan, Daud menyebutkan bahwa pada tahap berikutnya, PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) akan bergabung ke dalam holding tersebut. “Ini akan membentuk satu ekosistem logistik yang lebih solid dan profesional,” tambah Daud.

Manfaat Membentuk Holding BUMN Logistik

Membentuk holding BUMN logistik, menurut Menhub, dapat memperkuat posisi perusahaan-perusahaan pelat merah dalam pasar global. “BUMN tidak hanya harus menjadi pemain lokal, tetapi juga harus mampu bersaing secara internasional dengan kondisi yang lebih modern dan terorganisir,” ujarnya. Menurut Menhub, integrasi ini akan memudahkan koordinasi antar perusahaan, mengurangi duplikasi fungsi, serta meningkatkan kemampuan operasional secara keseluruhan.

Menhub juga menekankan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus berperan sebagai pengawas yang aktif. “Fungsi kami sebagai regulator adalah memastikan bahwa semua kebijakan yang diperlukan dapat diimplementasikan secara efektif,” jelasnya. Ia menilai, penggabungan BUMN logistik ke dalam satu entitas akan mendorong peningkatan kinerja sektor logistik secara menyeluruh. “Dengan demikian, ekosistem logistik nasional akan menjadi lebih kompetitif, serta mampu menyelesaikan tantangan di era globalisasi,” ucap Menhub.

Peran Danantara dalam Transformasi BUMN

Daud Joseph mengungkapkan bahwa Danantara, sebagai lembaga yang memimpin reorganisasi BUMN, memegang peran penting dalam proses pembentukan holding logistik. “Kami berharap bahwa dengan adanya holding, seluruh perusahaan BUMN logistik bisa beroperasi secara sinergis, serta memperkuat kemitraan strategis dengan pihak swasta,” ujarnya. Menurut Daud, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi nasional.

Daud menyampaikan bahwa rencana konsolidasi tersebut sudah melalui proses persiapan yang matang. “Pembentukan holding BUMN logistik adalah bagian dari strategi nasional untuk mendorong transformasi sektor logistik ke arah yang lebih modern dan profesional,” katanya. Ia menambahkan, langkah ini juga bertujuan menyelesaikan masalah yang selama ini menghambat efisiensi dan kecepatan layanan logistik di Indonesia.

Target Ekosistem Logistik Nasional yang Lebih Efisien

Dalam wawancara dengan media, Menhub menyatakan bahwa pemerintah menempatkan transformasi BUMN logistik sebagai prioritas utama. “Kami percaya bahwa holding ini akan menjadi fondasi kuat untuk mengembangkan ekosistem logistik yang lebih efisien dan kompetitif,” ujarnya. Menurut Menhub, Kementerian Perhubungan akan terus memberikan bantuan dalam hal kebijakan dan fasilitas, terutama untuk memastikan proses integrasi berjalan optimal.

Menurutnya, keberhasilan holding BUMN logistik akan tergantung pada koordinasi yang baik antara pihak pemerintah, Danantara, serta perusahaan-perusahaan yang tergabung. “Kami akan memastikan bahwa semua langkah strategis, termasuk merger atau konsolidasi, diarahkan ke tujuan yang sama yaitu meningkatkan efisiensi dan memperkuat kinerja perusahaan,” jelas Menhub. Ia juga menyebutkan, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menyukseskan transformasi ini, karena logistik merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi.

Kesiapan dan Harapan Masa Depan

Menhub memastikan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus mendukung proses integrasi tersebut hingga selesai. “Kami siap memfasilitasi berbagai kebijakan yang dibutuhkan, baik dalam hal regulasi, keuangan, maupun teknis,” ujarnya. Daud Joseph juga menegaskan bahwa seluruh proses reorganisasi akan dipantau secara ketat untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan target nasional.

Daud berharap, dengan pembentukan holding BUMN logistik, perusahaan-perusahaan yang tergabung dapat menjadi pelaku utama dalam sektor logistik Indonesia. “BUMN logistik tidak hanya akan menjadi bagian dari ekosistem lokal, tetapi juga mampu menjadi penggerak dalam pertumbuhan ekspor dan investasi,” ujarnya. Menurut Daud, ini merupakan langkah awal menuju transformasi yang lebih besar dalam jangka panjang.

Dalam kesimpulannya, Menhub menyatakan bahwa dukungan terhadap holding BUMN logistik adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun sistem logistik yang lebih modern. “Kami berharap, melalui holding ini, BUMN logistik dapat menjadi salah satu pelaku utama dalam pergeseran ekonomi nasional ke arah yang lebih efisien dan berorientasi global,” pungkas Menhub. Daud juga menambahkan bahwa target utama pembentukan holding adalah menciptakan entitas logistik yang mampu menyaingi perusahaan-perusahaan besar di luar negeri.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa koordinasi dengan Danantara maupun BUMN yang tergabung akan terus dilakukan. “Jika dibutuhkan, kami siap memberikan bantuan dalam semua aspek,” ujarnya. Menurut Menhub, keberhasilan transformasi BUMN logistik akan menjadi indikator kuat untuk menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengelola sektor vital ekonomi. “Holding ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga untuk seluruh masyarakat,”