Kolaborasi OIKN-IPB hasilkan panen padi gogo 20 hektare di Nusantara

Kolaborasi OIKN-IPB hasilkan panen padi gogo 20 hektare di Nusantara

Panen di Muara Jawa, Kutai Kartanegara

Di kawasan Nusantara, tepatnya di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah berhasil dihasilkan panen padi gogo sebanyak 20 hektare melalui kemitraan antara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Proyek ini melibatkan langsung kelompok tani sebagai mitra utama dalam pengembangan pertanian inovatif.

“Kamis (9/4) lalu kami melakukan upacara panen bersama petani dan instansi terkait, sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan komunitas tani dalam menerapkan padi gogo di area seluas 20 hektare sebagai langkah awal uji coba inovasi pertanian,” ungkap Basuki Hadimuljono, Kepala OIKN, Jumat.

Berdasarkan laporan yang diterima, hasil panen padi gogo menunjukkan beberapa keunggulan, khususnya dalam kualitas rasa yang lebih lembut, enak, dan aromatik dibandingkan beras jenis lainnya. Basuki memberikan apresiasi atas semangat inovasi yang ditunjukkan oleh para petani dan pihak terkait dalam upaya pengembangan sektor pertanian tersebut.

Panen bersama di Demplot Pertanian Konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya, Muara Jawa, menjadi tanda awal implementasi pertanian inovatif di wilayah Nusantara. Hasil produksi dari varietas IPB 9G terbukti mampu menghasilkan gabah kering panen (GKP) sebesar 4,22 ton per hektare.

“Kami telah menyelesaikan panen terakhir dari uji coba di Demplot Muara Jawa. Laporan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menunjukkan hasil yang sesuai harapan sebelumnya,” tambah Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri.

Dalam tahap uji coba, varietas IPB 9G ditanam di lahan 5 hektare, sementara varietas lokal diperluas hingga 15 hektare, menciptakan total 20 hektare. Myrna menekankan bahwa inovasi ini telah diuji selama empat bulan dan menjadi bagian dari evaluasi pengembangan demplot pertanian di Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa.