New Policy: Jatim deklarasikan diri sebagai provinsi event untuk dongkrak wisata
Jawa Timur Resmi Menyatakan Diri Sebagai Provinsi Event untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
New Policy – Dalam upaya meningkatkan daya tarik pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi menyatakan diri sebagai provinsi dengan penyelenggaraan acara (event) terbanyak. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, jumlah event yang diadakan di daerah ini telah mencapai ribuan, mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi. Pernyataan ini dilakukan di tengah perayaan Malang Trail Runners (Mantra) 116 yang digelar di Kabupaten Pasuruan, Sabtu lalu.
Evy menjelaskan bahwa penyelenggaraan event-event tersebut telah menjadi faktor utama yang menarik sekitar 30 persen wisatawan ke Jawa Timur. “Kami menargetkan Provinsi Jawa Timur sebagai pusat event yang memiliki keunikan dan keberagaman, serta mampu memperkaya pengalaman wisatawan,” katanya. Ia menekankan bahwa strategi ini bukan hanya untuk menggarap pasar lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan mancanegara.
“Kami percaya bahwa sport tourism menjadi salah satu katalis utama untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk dari luar negeri. Event seperti Mantra 116 menunjukkan kemampuan Jawa Timur dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang bersifat massal dan internasional,” ujar Evy.
Mantra 116, yang kembali digelar setelah terhenti akibat pandemi, menawarkan enam kategori jarak, mulai dari 10 kilometer hingga 116 kilometer. Event tahunan ini kali ini juga menambah jalur baru bernama Lincing, yang diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik lokasi. “Mantra 116 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi destinasi alam Jawa Timur,” tambah Evy.
Peluncuran Event Sebagai Sarana Eksplorasi Budaya dan Alam
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan event olahraga berskala internasional seperti Mantra 116 memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata. “Hari ini kita memperkenalkan Lereng Arjuno dan keindahan Tahura Raden Soerjo sebagai destinasi wisata alam yang bisa dinikmati wisatawan,” ujarnya. Khofifah menekankan bahwa event ini memberikan energi positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat citra Jawa Timur sebagai wilayah yang inovatif dan kreatif.
“Mantra 116 membantu mendorong kunjungan wisatawan mancanegara, karena menggabungkan elemen alam, budaya, dan kegiatan olahraga yang menarik. Semakin inovatif, semakin kreatif, dan pastinya, kita berharap event ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi semua peserta,” tambah Khofifah.
Kehadiran Mantra 116 juga dianggap sebagai bukti nyata bahwa Jawa Timur mampu menjadi salah satu destinasi utama dalam bidang sport tourism. Event yang diikuti oleh 4.014 pelari dari 22 negara, termasuk Eropa, Afrika, dan Asia, menunjukkan ketertarikan global terhadap kekayaan alam dan kebudayaan daerah ini. Selain itu, penyelenggaraan acara tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan pengenalan destinasi wisata seperti lereng Gunung Arjuno dan Taman Hutan Raya Raden Soerjo.
Langkah Pemerintah untuk Memperkuat Konsep Eco-Sport Tourism
Dalam rangka mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis alam, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) agar Tahura Raden Soerjo bisa dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan sport tourism. “Simaksi ini menjadi sarana pengawasan agar penggunaan kawasan konservasi tetap berkelanjutan dan sejalan dengan tujuan pelestarian lingkungan,” ujarnya.
“Kami juga ingin Mantra 116 menjadi ajang kampanye keberlanjutan lingkungan, sebab kegiatan olahraga ini harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijak. Dengan demikian, sport tourism bisa menjadi jawaban untuk menjaga ekosistem sekaligus menghidupkan sektor pariwisata,” kata Jumadi.
Jumadi menambahkan bahwa penggunaan Simaksi memastikan kegiatan seperti lomba lari tidak merusak lingkungan. Ia menjelaskan bahwa kawasan konservasi di Jawa Timur menjadi daya tarik tersendiri, terutama untuk wisatawan yang tertarik pada ekoturisme. “Kami berharap para pelari bisa merasakan keindahan alam dan budaya Jawa Timur, sambil juga berkontribusi pada konservasi lingkungan,” imbuhnya.
Dengan adanya event-event besar seperti Mantra 116, Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai tujuan wisata yang beragam. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan pendapatan daerah, karena menarik minat wisatawan lokal maupun internasional. Evy menyatakan bahwa pengembangan event harus terus dilakukan untuk memastikan pariwisata bisa tumbuh secara berkelanjutan. “Pemerintah Jawa Timur terus berupaya menciptakan event yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan dan menggerakkan perekonomian lokal,” katanya.
Peluncuran Mantra 116 dinilai sebagai bentuk pembuktian bahwa Jawa Timur mampu menyajikan event yang bisa memadukan pariwisata dan olahraga. Dengan penyelenggaraan yang rutin, ajang ini tidak hanya menarik wisatawan dari luar negeri, tetapi juga menginspirasi pelaku usaha lokal untuk berkembang dalam bidang kepariwisataan. Evy berharap, ke depannya, lebih banyak event serupa bisa digelar guna memperkuat citra Jawa Timur sebagai provinsi yang dinamis dan ramah terhadap wisatawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menegaskan bahwa keberhasilan event-event ini bergantung pada kolaborasi antar sektor. “Pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara terpisah dari penguatan kebudayaan dan lingkungan. Event menjadi jembatan untuk menyajikan semua elemen ini secara harmonis,” katanya. Ia menambahkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar dalam menyelenggarakan acara berbasis alam, yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan di seluruh dunia.
Dengan keberagaman event dan keindahan alam yang ada, Jawa Timur semakin menarik perhatian wisatawan. Evy berharap, penggunaan Simaksi serta penguatan konsep eco-sport tourism akan terus digalakkan. “Kami ingin event-event ini tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan budaya,” ujarnya. Upaya ini diharapkan bisa menjadikan Jawa Timur sebagai pusat pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus menawarkan pengalaman yang unik bagi para pengunjung.
