Program Terbaru: Masyarakat Madura di Malaysia dukung penguatan usulan KEK Madura

Masyarakat Madura di Malaysia Apresiasi Pengembangan KEK Madura

Kuala Lumpur – Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) yang berbasis di Malaysia mendukung upaya penguatan proposal pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Madura. Langkah ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan investasi, hilirisasi industri, serta ketersediaan peluang kerja di daerah tersebut. Dukungan MPPM diberikan terhadap kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan empat kabupaten di Madura dalam memperkuat usulan KEK kepada pemerintah pusat.

Potensi Ekonomi Madura Belum Dimaksimalkan

Ketua Umum MPPM, Muhdar, dalam pernyataannya kepada ANTARA pada Jumat (3/4) mengatakan, Madura memiliki sumber daya yang kuat di bidang tembakau, garam, hasil laut, peternakan, usaha kecil menengah (UMKM), serta industri halal berbasis pesantren. Namun, sebagian besar proses produksi dan pengolahan masih berlangsung di luar Madura. “Madura selama ini hanya berperan sebagai daerah penghasil, sementara nilai tambahnya dinikmati di wilayah lain. KEK diperlukan agar industri dan investasi bisa berkembang secara mandiri di sini,” terangnya.

“KEK Madura harus menjadi sarana memperkuat usaha lokal dan hilirisasi tembakau rakyat, sehingga keuntungan ekonomi tidak lagi berpindah dari Madura,” ujar Sekretaris Jenderal MPPM, Abdul Kholik.

MPPM menegaskan, potensi Madura belum sepenuhnya diikuti oleh berkembangnya industri pengolahan. Hal ini menyebabkan manfaat ekonomi terus mengalir ke daerah lain. Di beberapa tahun terakhir, industri tembakau lokal mulai tumbuh melalui usaha yang didirikan warga setempat. Kehadiran industri ini dianggap bisa meningkatkan daya tawar petani sekaligus mendorong ekspansi produksi di Madura.

Madura juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 26,3 persen terhadap total produksi nasional menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sementara itu, Kabupaten Pamekasan dan Sumenep mencatatkan produksi tembakau lebih dari 14 ribu ton pada 2022. MPPM memandang, pengembangan KEK harus fokus pada sektor tembakau, garam, hasil laut, peternakan, serta industri halal dan ekonomi pesantren.

Menurut Abdul Kholik, KEK Madura perlu disertai insentif pajak, penyederhanaan proses izin, pembangunan pelabuhan dan jalan, akses kredit bagi petani dan nelayan, serta prioritas penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, kawasan ini juga diharapkan menjadi pusat pengembangan UMKM, koperasi, dan logistik. Keterlibatan pemerintah pusat dianggap penting untuk mewujudkan kawasan yang terintegrasi dengan perekonomian Jawa Timur.

Secara geografis, Madura memiliki lokasi strategis karena berdekatan dengan Surabaya dan terhubung melalui Jembatan Suramadu. Kedekatan ini memberi akses yang lebih baik ke pelabuhan, pasar, serta industri di Jawa Timur. Namun, hingga kini posisi tersebut belum mampu memacu berkembangnya pusat industri baru di Madura. Oleh karena itu, KEK dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan ekonomi daerah.

Selama ini, keterbatasan peluang kerja menyebabkan banyak warga Madura harus merantau ke luar negeri. MPPM menilai KEK bisa membuka lapangan kerja di dalam negeri, sekaligus mengurangi ketimpangan pembangunan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebelumnya menyatakan kesiapan mengusulkan KEK Tembakau Madura. Ia menegaskan, Pemprov Jatim akan mempercepat pengembangan daerah melalui kawasan ekonomi khusus ini.