Rencana Khusus: Menteri Dody sebut WFH ASN tak diterapkan di Kementerian PU

Menteri PU Dody: WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU

Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari Jumat belum diterapkan di Kementerian PU. Ia menjelaskan, alasan utamanya adalah karena tugas-tugas yang memerlukan kehadiran langsung di lapangan.

Peran Strategis dalam Penanganan Bencana

Kementerian PU, menurut Dody, memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar membangun infrastruktur. Mereka juga menjadi bagian dari tim utama dalam menghadapi bencana, bekerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai daerah.

“Di Kementerian PU sebenarnya enggak ada WFH, karena PU itu di samping membangun infrastruktur, kami juga termasuk dari bagian tim utama manakala ada bencana, bersama-sama dengan BNPB, Basarnas, dan BPBD,” ujar Menteri PU Dody.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pegawai fisik sangat penting untuk memastikan respons darurat terjadi dengan cepat dan terkoordinasi.

Pertimbangan Wilayah Terkena Bencana

Keputusan tidak menerapkan sistem kerja jarak jauh juga berlaku untuk seluruh unit kerja, baik pusat maupun daerah, karena kebutuhan operasional yang mendesak. Beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang masih mengalami banjir dan longsor, menjadi alasan utama.

“Kemarin kan ada yang longsor dan ada korban meninggal juga di Deli Serdang. Jadi kayaknya memang kami, tidak memungkinkan bagi kami untuk WFH,” tambah Dody.

Ia menjelaskan bahwa adanya korban jiwa akibat bencana memperkuat perlunya kehadiran langsung tim Kementerian PU di lapangan.

Upaya Efisiensi Energi

Sementara tidak menerapkan WFH, Dody memastikan kementerian tetap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya. Upaya ini termasuk mengurangi penggunaan listrik serta pendingin ruangan setelah jam kerja, sekaligus memanfaatkan sirkulasi udara alami.

“Mudah-mudahan dengan cara itu, walaupun kita tidak WFH, tapi ada efisiensi yang tetap dapat kita berikan kepada bangsa dan negara,” tutur Menteri PU Dody Hanggodo.

Ia berharap langkah tersebut mampu berkontribusi pada penghematan anggaran negara, meski seluruh pegawai tetap bekerja di kantor atau lapangan.