Special Plan: ASDP Ketapang tambah kapal perbantuan jelang libur Idul Adha
ASDP Ketapang Tambah Kapal Perbantuan untuk Antisipasi Lonjakan Penggunaan Jelang Libur Idul Adha
Special Plan – Libur Idul Adha 2026 menjadi momen penting bagi pengguna jasa transportasi laut antar daerah. Dalam upaya memastikan kelancaran arus penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis dengan menambah armada kapal perbantuan di jalur Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) dan Pelabuhan Gilimanuk (Bali). Langkah ini bertujuan untuk mengatasi kemungkinan peningkatan volume kendaraan dan penumpang yang diperkirakan terjadi selama masa libur tersebut.
Penambahan Kapal untuk Mengurangi Antrean
KMP Rodhita, kapal perbantuan baru yang ditempatkan di jalur tersebut, telah diperkenalkan sebagai bagian dari penyesuaian kapasitas armada. Kapal ini sebelumnya beroperasi di rute Padangbai (Bali)-Lembar (Lombok), namun kini diarahkan untuk mendukung kebutuhan transportasi sepanjang periode Idul Adha. General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Arief Eko, menjelaskan bahwa keberadaan kapal ini bertujuan mengoptimalkan pengangkutan kendaraan dan penumpang.
“Kapal feri perbantuan ini berukuran 1.236 GT, dan memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran, serta diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama periode libur Idul Adha,” kata Arief.
Kapal KMP Rodhita diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi penumpukan kendaraan di pelabuhan. Arief menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menjamin distribusi kendaraan berjalan secara bertahap dan teratur. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan antrean yang muncul tidak terlalu panjang, sehingga pengguna jasa tidak mengalami hambatan dalam perjalanan.
Kondisi Pelabuhan Semakin Stabil
Menurut informasi yang diberikan Arief, kondisi di lapangan telah membaik sejak pukul 12.30 WIB pada Minggu (24 Mei). Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang kini telah terurai, terutama untuk jalur utara dari arah Situbondo yang sempat mengalami penumpukan hingga sekitar Grand Watu Dodol. Kini, arus kendaraan logistik sudah kembali normal, dengan truk-truk tersebut terakumulasi di area Pelabuhan Bulusan.
“Jalur utara dari arah Situbondo yang sebelumnya sempat mengalami antrean hingga sekitar Grand Watu Dodol kini kembali normal dengan kendaraan logistik tertampung di area Pelabuhan Bulusan,” ujarnya.
Dengan penambahan kapal perbantuan, ASDP Cabang Ketapang juga mengoptimalkan manajemen lalu lintas di pelabuhan. Pelabuhan Bulusan berfungsi sebagai area parkir tambahan yang mampu menampung hingga 400 unit truk logistik. Langkah ini mendukung upaya mengatur aliran kendaraan agar tidak terjadi kepadatan yang berlebihan di wilayah sekitar pelabuhan.
Personel Tambahan Ditempatkan untuk Menjaga Kestabilan Operasional
Dalam rangka memastikan kelancaran operasional, ASDP Cabang Ketapang juga melakukan penambahan personel BKO (Bantuan Khusus Operasional) di titik-titik strategis. Personel ini berperan penting dalam memantau dan mengatur kondisi arus kendaraan, serta mencegah stagnasi panjang yang bisa mengganggu kenyamanan pengguna jasa. Menurut Arief, langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas dan efisiensi layanan selama libur Idul Adha.
“Ada penambahan personel BKO disiagakan di titik-titik penting untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang,” jelasnya.
Manajemen ASDP Ketapang terus memperbaiki sistem distribusi kendaraan dengan memperhatikan kebutuhan penumpang sekaligus logistik. KMP Rodhita diharapkan mampu membantu mengalirkan kendaraan sepanjang hari libur, terutama di tengah kenaikan permintaan perjalanan yang diprediksi. Kombinasi antara penambahan armada dan optimalisasi manajemen lalu lintas dianggap sebagai strategi efektif untuk menghadapi lonjakan volume.
Kepada Masyarakat, ASDP Berikan Panduan untuk Perjalanan Lebih Nyaman
Arief juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama libur Idul Adha 1447 Hijriah. Ia menyarankan agar calon penumpang memperhatikan jadwal dan memesan tiket sebelum tiba di pelabuhan, terutama melalui aplikasi Ferizy yang menjadi kanal utama pengurangan antrian. Selain itu, pengguna dianjurkan memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum memulai perjalanan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan menyeberang saat libur Idul Adha agar merencanakan perjalanan lebih awal, dengan membeli tiket melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima demi kenyamanan dan keselamatan perjalanan,” imbuh Arief.
Libur Idul Adha sering kali menjadi waktu yang paling sibuk bagi pengguna transportasi laut, terutama di jalur yang menjadi akses utama antara Banyuwangi dan Bali. Dengan adanya KMP Rodhita, ASDP Ketapang berupaya meminimalkan risiko penumpukan di pelabuhan dan menjamin penggunaan kapasitas yang lebih
