Strategi Penting: Kementerian PU mulai jalankan program P3TGAI 2026 di 12 ribu lokasi

Kementerian PU Mulai Implementasikan Program P3TGAI 2026 di 12 Ribu Wilayah

Di Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menggerakkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) untuk Tahun Anggaran 2026. Proyek ini akan menjangkau sekitar 12.000 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk pembukaan rekrutmen Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang bertujuan memastikan keberhasilan pelaksanaan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa program serupa memiliki kontribusi signifikan dalam mendorong distribusi keadilan pembangunan.

“Program ini berfungsi sebagai alat strategis untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat. Dengan melibatkan warga lokal dalam proses pembangunan, padat karya tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur,” jelas Dody dalam pernyataannya, Senin.

Program ini juga ditempatkan sebagai instrumen kunci pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional serta mengembangkan kapasitas komunitas. Menurut Dody, melibatkan masyarakat langsung dalam pembangunan memungkinkan pengelolaan irigasi menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Berikutnya, TPM akan bertugas mendukung kelompok petani seperti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), dan Induk P3A (IP3A). Tugas mereka mencakup perencanaan, konstruksi sederhana, hingga administrasi kegiatan. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab memantau kualitas pekerjaan, mengelola laporan, serta memberikan bimbingan teknis bagi pengelolaan irigasi yang optimal.

Salah satu unit pelaksana teknis Kementerian PU, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, telah mengumumkan pendaftaran TPM secara daring mulai 2 April hingga 5 April 2026. Seleksi mencakup administrasi, ujian tertulis, dan wawancara, dengan pengumuman akhir dijadwalkan pada 17 April 2026.

Partisipasi terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia yang memenuhi kriteria. Prioritas diberikan kepada calon yang memiliki pengalaman dalam pemberdayaan komunitas dan pengelolaan sistem irigasi. Melalui program ini, Kementerian PU tidak hanya membangun infrastruktur irigasi yang handal, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi serta memperkuat peran petani dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.