Topics Covered: Kemenhub tegaskan perlindungan dan penguatan daya saing pelaut RI
Kemenhub Berkomitmen Perkuat Perlindungan dan Daya Saing Pelaut Indonesia
Topics Covered – Dalam rangka perayaan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan yang lebih baik serta meningkatkan daya saing pelaut Indonesia. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari Maritime Expo yang dihelat di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa lalu. Perayaan tahun ini disebut-sebut sebagai kesempatan untuk menghormati jasa para pelaut yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan global, sekaligus mengapresiasi peran mereka dalam menghadapi berbagai risiko di laut.
Komitmen Kemenhub
Kemenhub menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil bertujuan untuk meningkatkan kualitas seafarers melalui beberapa inisiatif. Selain itu, lembaga ini juga berfokus pada digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi, dan penerapan standar internasional. Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan bahwa pelaut memiliki peran strategis dalam menghubungkan dunia, menjaga kelancaran perdagangan, dan membawa risiko yang besar bagi masyarakat.
“Peran para pelaut sangat penting, karena mereka menghubungkan dunia, mendorong perdagangan global, dan mengambil risiko bagi semua orang,” kata Wakil Menteri Perhubungan Suntana.
Kemenhub juga menyampaikan bahwa berbagai kebijakan akan terus diperkuat guna memastikan hak-hak pelaut Indonesia terjaga. “Dengan adanya kebijakan ini, kita bisa memperkuat perlindungan dan kesejahteraan yang layak bagi para pelaut,” tambahnya. Menurutnya, profesi pelaut berisiko tinggi karena harus menghadapi cuaca ekstrem, bekerja jauh dari keluarga dalam waktu lama, serta menghadapi ancaman kecelakaan di laut. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memperbaiki kondisi kerja dan kehidupan pelaut agar mereka dapat tetap berkontribusi secara maksimal.
Rangkaian Kegiatan Hari Pelaut Sedunia
Pada perayaan Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub mengadakan sejumlah kegiatan untuk mendukung industri pelayaran nasional. Salah satu acara utama adalah penyerahan approval kepada institusi pendidikan dan pelatihan kepelautan yang terus berkembang. Selain itu, kegiatan seperti pemberian santunan dan asuransi untuk keluarga pelaut juga dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan keamanan mereka.
Lebih lanjut, pihak Kemenhub menyelenggarakan layanan kesehatan serta donor darah yang bertujuan untuk memastikan pelaut memiliki kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugasnya. Fasilitas pelayanan kepelautan seperti dokumen kelayakan dan sertifikasi juga diperbaiki agar lebih efisien dan transparan. “Dengan sistem yang lebih digital, kita bisa mempercepat proses serta mengurangi kesalahan administratif,” tutur Suntana.
“Bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia. Anda adalah pahlawan laut,” imbuh Wakil Menteri Perhubungan.
Peningkatan Kompetensi dan Standar Internasional
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu dari lima negara utama pemasok pelaut di dunia. Jumlah pelaut mencapai sekitar 1,6 juta orang, yang menunjukkan potensi besar dalam industri maritim nasional. “Potensi ini harus diiringi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, dan perlindungan yang memadai agar pelaut Indonesia semakin kompetitif di pasar global,” ujarnya.
Masyhud menekankan bahwa Kemenhub terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan dan menerapkan standar internasional seperti STCW Convention serta Maritime Labour Convention (MLC) 2006. “Dengan adanya standar ini, kita bisa memastikan bahwa pelaut Indonesia memiliki kualifikasi yang diakui secara global dan mampu bersaing dengan seafarers dari negara lain,” jelasnya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga berupaya memperbaiki kualitas pendidikan dan pelatihan kepelautan. Saat ini, terdapat lebih dari 100 lembaga yang terus didukung dan dikembangkan agar memenuhi standar internasional. “Selain itu, fasilitas simulator juga ditingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global,” kata Masyhud.
Puncak Perayaan dan Forum Strategis
Sebagai bagian dari perayaan Hari Pelaut Sedunia, Kemenhub menghadirkan berbagai forum dan kegiatan penting. Salah satu acara utama adalah Strategic Maritime Forum 2026 yang dihelat pada 25 Juni 2026. Forum ini menitikberatkan pada diskusi tentang kebijakan maritim nasional, investasi sektor pelayaran, serta penguatan SDM pelaut sebagai aset strategis bangsa.
Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan seperti pengusaha, akademisi, dan organisasi pelayaran akan berdiskusi untuk mencari solusi yang mendorong keberlanjutan industri maritim. “Kita perlu menggali kemungkinan kolaborasi antarlembaga agar tercipta ekosistem maritim yang lebih kuat,” kata Masyhud.
Sebelumnya, perayaan Hari Pelaut Sedunia 2026 diawali dengan Maritime Expo yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026. Acara ini menjadi wadah bagi para pelaut, pengusaha, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengalaman, membangun jaringan, serta memperkenalkan inovasi terbaru dalam bidang pelayaran. “Kita juga ingin menunjukkan komitmen Kemenhub dalam memperkuat keberlanjutan industri maritim,” tambah Masyhud.
Pertemuan Akhir dan Masa Depan Pelaut Indonesia
Perayaan Hari Pelaut Sedunia 2026 akan ditutup dengan kegiatan jalan santai di Plaza Barat Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 28 Juni 2026. Acara ini diharapkan bisa mempererat hubungan antara regulator, industri, lembaga pendidikan, dan komunitas pelaut. “Pertemuan akhir ini menjadi simbol kesatuan dan semangat kerja sama dalam menghadapi tantangan di masa depan,” kata Suntana.
Menurut Kemenhub, upaya peningkatan daya saing pelaut Indonesia akan terus dilakukan. Selain memperkuat sertifikasi dan digitalisasi, pihaknya juga fokus pada pelayanan kesehatan, pengurangan risiko kecelakaan, serta pemberdayaan pelaut melalui pelatihan berkelanjutan. “Dengan langkah-langkah ini, kita bisa menciptakan pelaut yang lebih mandiri, berkompeten, dan siap menghadapi dinamika global,” tambah Masyhud.
Kemenhub juga berharap kegiatan peraya
