Topics Covered: RI-Belarus sepakati roadmap pengembangan kerja sama ekonomi 2026-2030

Topics Covered: Indonesia dan Belarus Sepakat Kembangkan Kerja Sama Ekonomi 2026-2030

Topics Covered pada pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 antara Indonesia dan Belarus di Minsk, Belarus, menunjukkan komitmen keduanya untuk menyusun Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi 2026-2030. Dokumen ini bertujuan menjadi panduan strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknologi. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, dan Wakil Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich. Pertemuan SKB ini diharapkan menjadi dasar untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara, serta memperjelas arah kerja sama selama lima tahun ke depan.

Kolaborasi Ekonomi dan FTA

Topics Covered mencakup pembahasan tentang Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU (FTA), yang telah ditandatangani dan sedang dalam proses ratifikasi. Airlangga Hartarto menekankan bahwa implementasi FTA ini akan menciptakan peluang baru untuk ekspor dan investasi. Dengan keberhasilan pertemuan tersebut, Indonesia dan Belarus memperlihatkan kesiapan untuk memperluas manfaat ekonomi melalui kerja sama yang lebih terukur. Pertumbuhan nilai perdagangan antara kedua negara mencapai 72,6 persen secara tahunan, dengan total mencapai sekitar 221 juta dolar AS, menunjukkan perkembangan positif yang akan terus diperkuat.

“Komitmen ini menunjukkan bahwa Topics Covered dalam sidang SKB kali ini menjadi titik awal untuk mewujudkan kerja sama ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Peran Industri dan Teknologi dalam Kerja Sama

Topics Covered pada sesi diskusi menyoroti pentingnya kolaborasi dalam sektor industri dan teknologi. Keduanya sepakat untuk memperluas kerja sama melalui skema seperti joint venture, local assembly, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas industri nasional. Fokus utama adalah pada alat berat, kendaraan komersial, pupuk, dan mesin pertanian. Selain itu, mereka juga meninjau peluang kerja sama dalam pengembangan fasilitas industri dan mekanisasi pertanian modern.

Berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi, Belarus berencana mengundang para pemangku kepentingan dan pengusaha Indonesia untuk mengeksplorasi kapabilitas industri mereka, terutama di bidang pertanian dan manufaktur. Pihak Indonesia optimis bahwa peningkatan kerja sama di bidang ini akan memberikan manfaat maksimal bagi kedua negara. Topics Covered dalam perjanjian juga mencakup inisiatif teknis, seperti pembuatan mesin industri di Indonesia, yang diharapkan mempercepat integrasi ekonomi.

Kemitraan Ekonomi dan Kegiatan Bersama

Topics Covered dalam pertemuan ini meliputi rencana memperkuat kemitraan ekonomi melalui peningkatan investasi, pertukaran teknologi, dan kolaborasi dalam bidang ketahanan pangan. Presiden Belarus akan melakukan kunjungan ke Jakarta pada awal Juli 2026, dan sidang SKB ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencapai kerja sama yang lebih efektif. Viktor Karankevich menyatakan bahwa pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus akan menjadi alat penting dalam mempercepat proses ini.

“Topics Covered dalam perjanjian ini menjadi pedoman untuk mengidentifikasi sejumlah kerja sama bilateral utama yang akan diwujudkan dalam rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia,” ujar Viktor Karankevich.

Indonesia juga membuka peluang ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, produk perikanan, serta barang manufaktur ke Belarus dan kawasan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Dalam bidang investasi, kedua negara sepakat untuk mendorong kegiatan usaha bersama yang saling menguntungkan. Topics Covered dalam kesepakatan ini mencakup kemitraan di sektor kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata, yang akan ditingkatkan melalui inisiatif bersama.

Konferensi Bisnis Indonesia-Belarus akan diselenggarakan bersamaan dengan kunjungan Presiden Belarus ke Jakarta. Acara ini diharapkan menjadi wadah untuk memperdalam hubungan bisnis dan mengeksplorasi peluang kolaborasi baru. Viktor Karankevich menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya berfokus pada pertukaran ekonomi, tetapi juga pada pengembangan kapasitas SDM dan pertukaran pengalaman dalam berbagai sektor.

Topics Covered dalam perjanjian ini mencerminkan komitmen keduanya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi bilateral. Dengan Roadmap yang telah disepakati, Indonesia dan Belarus menunjukkan eksistensi sebagai mitra strategis dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kedua negara akan terus mendorong implementasi perjanjian tersebut untuk mencapai target kerja sama selama periode 2026-2030.