Program Terbaru: Forum Anak Natuna dukung penuh PP Tunas

Forum Anak Natuna dukung penuh PP Tunas

Natuna – Forum Anak Natuna (FAN) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan dukungan penuh terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas). Mereka menilai aturan ini efektif melindungi generasi muda dari risiko berbagai ancaman di dunia maya.

Ketua FAN, Muhammad Raffi Alfitra, yang dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengungkapkan kegembiraannya atas keluarnya kebijakan tersebut. Ia menekankan bahwa PP Tunas menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan hak anak terlindungi secara digital.

“Saya sangat mengapresiasi kebijakan itu, karena ini merupakan langkah strategis dari pemerintah dalam menjamin hak perlindungan anak di ruang digital,” ucapnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai dampak negatif, seperti pornografi, kejahatan siber, pelecehan seksual, dan penipuan melalui jaringan. Namun, Raffi menambahkan bahwa pembatasan akses media sosial kepada anak perlu disertai dengan alternatif yang mendukung perkembangan digital mereka.

Raffi menyarankan pemerintah menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi anak. Ia menjelaskan bahwa platform ini seharusnya menyediakan konten yang sesuai dengan usia dan tahap pertumbuhan anak, sehingga mendorong mereka menjadi generasi yang kompetitif dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Tak bisa dipungkiri bahwa waktu terus berjalan dan kami, anak-anak, akan menjadi pemimpin di masa depan. Kami harus tanggap dan paham teknologi. Maka dari itu, saya berharap ada alternatif lain yang ditawarkan pemerintah melalui platform anak, mungkin seperti YouTube Kids, TikTok Kids, dan lain sebagainya,” ujar dia.

Selain itu, Raffi menekankan pentingnya peningkatan program kegiatan yang menyenangkan dan produktif untuk anak. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki hobi atau minat dalam hal positif, seperti pengembangan keterampilan. Ia juga menyatakan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam menjalankan PP Tunas secara optimal.

Menurut Raffi, orang tua harus aktif dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak, memantau jenis konten yang dikonsumsi, serta mengajak mereka berdiskusi mengenai keamanan internet. Dengan demikian, aturan tersebut tidak hanya berupa kebijakan formal, tetapi benar-benar mampu mengubah pola penggunaan teknologi anak.