Strategi Penting: Bulog pastikan keterjangkauan bantuan beras-minyak goreng ke penerima
Bulog pastikan keterjangkauan bantuan beras-minyak goreng ke penerima
Jakarta – Perum Bulog berkomitmen menjamin akses yang terjangkau bagi keluarga penerima manfaat (KPM) terhadap bantuan beras dan minyak goreng. Upaya ini bertujuan menjaga kemampuan beli masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Febby Novita, Direktur Pemasaran Bulog, mengungkapkan bahwa ia secara langsung memantau penyaluran bantuan pangan, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut.
Febby menyampaikan, dalam kegiatan yang dilaksanakan di Jakarta, Minggu, ia menekankan peran Bulog sebagai penjamin ketersediaan dan keterjangkauan bantuan pangan. Proses distribusi dilakukan langsung kepada penerima, lengkap dengan pendataan dan verifikasi untuk memastikan keakuratan penyaluran. “Kami ingin manfaat bantuan ini dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujarnya.
“Bulog berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bantuan pangan ini,”
Distribusi bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng telah diberikan kepada 58.996 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Lombok Utara. Hingga kini, 14.736 penerima telah menerima bantuan di Kecamatan Bayan, sementara 8.950 di Kecamatan Pemenang. Untuk Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Tanjung, penyaluran ditargetkan selesai dalam minggu ini.
Kemitraan dengan aparat desa dan pemangku kepentingan lokal memastikan sinergi kuat antara Bulog dan masyarakat dalam mendukung stabilitas pasokan pangan. Febby, yang didampingi Rizal P. Sukmaadijaya, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog NTB, menegaskan bahwa stok pangan di wilayah tersebut mencukupi untuk mendukung kelancaran distribusi.
Secara nasional, Bapanas menugaskan Bulog menyalurkan bantuan kepada 33.244.408 KPM untuk periode Februari-Maret 2026. Kuantitas beras yang dikeluarkan mencapai 664,8 ribu ton, sedangkan minyak goreng sebanyak 132,9 ribu kiloliter. Anggaran total program mencapai Rp11,92 triliun. Sebelumnya, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Bulog, menargetkan penyelesaian distribusi hingga akhir April 2026.
