Hasil Pertemuan: Ini perintah Prabowo pada Bahlil terkait tambang di hutan lindung
Ini Perintah Prabowo pada Bahlil terkait Tambang di Hutan Lindung
Jakarta – Dalam sebuah pertemuan di Halaman Tengah Istana Kepresidenan RI, Rabu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk meninjau ulang ratusan izin usaha pertambangan (IUP) yang dikelola di kawasan hutan lindung. Ia menegaskan bahwa izin tersebut dikhawatirkan melanggar aturan yang berlaku.
Presiden Beri Waktu Evaluasi
“Ia menegaskan bahwa ada ratusan izin yang perlu dievaluasi oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, terutama jika tidak jelas kebenarannya, maka semua izin tersebut harus dicabut segera. Kita tidak punya waktu untuk terlalu penuh kasihan, saat ini yang utama adalah kepentingan nasional dan rakyat,”
Beliau menekankan bahwa dalam pemerintahannya, prioritas utama adalah kepentingan masyarakat. “Evaluasi segera! Berapa hari, laporan kembali ke saya?” tanya Presiden kepada Menteri ESDM. Bahlil kemudian meminta waktu dua minggu, tetapi Presiden memerintahkan untuk melaporkan hasil dalam waktu seminggu.
Apresiasi terhadap Menteri Kehutanan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga memuji kinerja Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, atas kebijakannya yang tidak mengeluarkan izin penebangan kayu selama ia menjabat. “Saya cek izin di hutan-hutan, Menteri Kehutanan ini bagus karena belum memberikan izin potong kayu,” ujar Presiden.
Pembukaan Rapat Kerja Pemerintah
Pembukaan acara Rapat Kerja Pemerintah di Istana dimulai sejak Rabu pukul 14.00 WIB. Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 800 birokrat, termasuk menteri, wakil menteri, serta pejabat setingkat eselon I. Setelah sesi taklimat yang berlangsung hampir satu jam, rapat dilanjutkan dengan sesi tertutup dan paparan dari para menteri.
Dalam rapat, beberapa menteri memberikan laporan, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Pertemuan berakhir sekitar pukul 18.30 WIB.
