Program Terbaru: BNN dan Lemhannas perkuat jejaring strategis cegah peredaran narkotika
BNN dan Lemhannas Konsolidasi Kerja Sama Global dalam Upaya Pencegahan Narkotika
Jakarta, Senin (6/4) – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) melakukan konsolidasi jaringan strategis dan kerja sama internasional dalam rangka penguatan penanganan narkotika. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk kunjungan peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Tahun 2026 ke Jakarta, sebagai bagian dari Peninjauan Objek Penting (POP).
“Kerja sama lintas negara menjadi kunci untuk menghadapi peredaran narkotika yang menyebar ke berbagai wilayah,” ujar Sekretaris Utama BNN Tantan Sulistyana, dikutip dari pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut Tantan, kehadiran peserta dari negara-negara mitra memperkuat hubungan internasional dalam penanggulangan narkotika. Peserta yang hadir mencakup warga negara Indonesia serta perwakilan dari enam negara, yaitu Malaysia, Timor Leste, Australia, Singapura, Kamboja, dan India.
Pimpinan delegasi Lemhannas, Edi Saputra, menjelaskan para peserta internasional menjalani pendidikan P4N selama enam bulan di lembaga tersebut. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman langsung tentang strategi penanggulangan narkotika di Indonesia. Selain itu, peserta juga membagikan situasi dan upaya masing-masing negara dalam menekan penggunaan narkoba.
Sebagai bagian dari program, peserta melakukan peninjauan fasilitas BNN seperti pusat informasi, Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), Museum Narkotika, dan unit pendukung lainnya. Kehadiran mereka disambut oleh Sekretaris Utama BNN Tantan Sulistyana, diiringi pejabat tinggi madya dan pratama BNN.
Dari Lemhannas, kunjungan dipimpin Bob Henry Panggabean sebagai penanggung jawab, dengan Edi Saputra sebagai perwakilan peserta. Turut serta dalam rombongan adalah Raja Erjan sebagai ahli, Robertus Budi Wijayanto sebagai sekretaris, dan Ana Susilowati sebagai staf umum.
