BPBD: Warga Pidie Jaya kembali bersihkan rumah pasca banjir berulang

BPBD: Warga Pidie Jaya Kembali Bersihkan Rumah Pasca Banjir Berulang

Wilayah Terdampak Kembali Terendam Air

Banda Aceh – Setelah mengalami banjir berulang dua hari lalu, warga di Pidie Jaya kini sedang membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur yang tertinggal. Plh Kepala Pelaksana BPBD setempat, Okta Handipa, menjelaskan bahwa masyarakat telah kembali ke rumah setelah air surut. “Warga sudah pulang dan membersihkan rumah dari lumpur,” ujar Okta saat diwawancara, Jumat.

Banjir yang terjadi pada Rabu malam (8/4) mengakibatkan sejumlah desa di wilayah Pidie Jaya kembali tergenang air dan lumpur. Kondisi ini terjadi karena tanggul sementara di Sungai Meureudu runtuh akibat debit air yang tinggi. Tanggul tersebut dibuat dari tanah bekas banjir awal November 2025, sehingga tidak mampu menahan tekanan air hujan deras.

Empat Desa di Kecamatan Meureudu Terkena Dampak Banjir

Berdasarkan laporan, empat desa di Kecamatan Meureudu, yaitu Desa Manyang Cut, Beurawang, Meunasah Lhok, dan Masjid Tuha, terkena banjir kembali. Di sisi lain, Kecamatan Meurah Dua juga terdampak dengan Desa Meunasah Mancang, Meunasah Raya, Blang Cut, Dayah Usen, Pante Beureune, Gampong Blang, Meunasah Bie, Geunteng, dan Meunasah Teungoh yang tergenang air.

“Masyarakat sempat bermigrasi ke tempat lebih tinggi untuk menghindari bahaya. Namun, setelah air surut mereka kembali ke rumah dan mulai membersihkan,” kata Okta. “Besok kita akan mengerahkan alat berat untuk membersihkan jalan desa yang berlumpur.”

Okta juga menyoroti pentingnya tanggul permanen di Sungai Meureudu. “Kita meminta pemerintah pusat segera membangun tanggul tetap, terutama karena saluran warga tersumbat dan sungai tersebut sudah dangkal,” tambahnya. “Kalau hujan deras terjadi lagi di wilayah hulu, banjir akan kembali menghantam.”