Menhut: Pemadaman karhutla TN Tanjung Puting difokuskan di 4 lokasi
Empat Area Utama Jadi Fokus Pemadaman Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Programamal.com – Menhut - Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, diperkuat melalui pemetaan area prioritas. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa penggunaan drone thermal membantu tim mengenali medan serta sebaran api yang perlu segera ditangani.
Operasi penanganan karhutla melibatkan Kementerian Kehutanan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat personel, menyiapkan sumber air, serta mencegah api bergerak menuju kawasan yang lebih sensitif di wilayah konservasi.
Pemetaan Drone Thermal untuk Menentukan Prioritas
Hasil pemantauan udara menempatkan Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta kawasan Sungai Bawung dan Tanjung Rengas dalam kelompok lokasi utama penanganan. Titik-titik tersebut dipetakan sebagai empat medan operasi yang memerlukan konsentrasi sumber daya pemadaman.
Raja Juli Antoni menjelaskan pemetaan ini penting karena kebakaran tersebar di sejumlah titik dalam kawasan taman nasional. Dengan identifikasi yang lebih jelas, petugas dapat mengarahkan pasukan darat dan perlengkapan ke area yang paling membutuhkan penanganan.
“Dari banyak titik api yang tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal kita bisa identifikasi ada empat battleground atau ada empat titik di mana kita harus bertarung melawan api,” kata Menhut Raja Antoni di Pangkalan Bun, Kalteng pada hari ini.
Pemetaan berbasis thermal memberikan gambaran lokasi panas yang tidak selalu mudah ditemukan dari jalur darat. Hal ini menjadi penting di kawasan berhutan dan bergambut, ketika akses menuju titik api dapat memerlukan waktu serta dukungan logistik yang lebih besar.
Pesalat Diprioritaskan untuk Melindungi Area Orang Utan
Pesalat menjadi salah satu area yang mendapat perhatian khusus karena berada dekat feeding area atau lokasi makan orang utan kalimantan, Pongo pygmaeus. Perlindungan terhadap kawasan ini diarahkan agar kebakaran tidak merambat ke zona inti taman nasional.
Pemerintah menyiapkan penambahan sumur bor sebagai salah satu langkah memperkuat ketersediaan air bagi pemadaman. Kebutuhan yang dipetakan mencapai sekitar 30 sumur bor. Infrastruktur tersebut diharapkan membantu petugas bekerja lebih efektif, terutama ketika titik api berada jauh dari sumber air yang mudah dijangkau.
Sekitar 160 personel pasukan darat juga direncanakan diterjunkan dalam operasi ini. Selain melakukan pemadaman langsung, kekuatan di lapangan dibutuhkan untuk memantau perkembangan api, menjaga area yang sudah ditangani, dan membatasi peluang bara menyala kembali.
“Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti,” ujarnya.
Penguatan Personel di Sejumlah Titik
Selain Pesalat, penambahan kekuatan lapangan akan diarahkan ke Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung, dan Tanjung Rengas. Sebagian petugas dipersiapkan untuk menetap di lokasi pemadaman sekitar satu pekan sehingga operasi tidak terganggu perjalanan pulang-pergi dari titik penugasan.
Pola penempatan tersebut mencerminkan kebutuhan respons yang berkelanjutan. Karhutla di kawasan gambut dapat memerlukan pemantauan berulang karena api tidak selalu terlihat di permukaan dan dapat bertahan di lapisan bawah tanah. Karena itu, pemadaman tidak berhenti pada penanganan kobaran yang tampak, melainkan juga mencakup upaya menjaga agar api tidak kembali meluas.
Pemerintah turut mengkaji pemakaian alat berat untuk membuat sekat bakar. Pertimbangan ini berkaitan dengan kondisi lapangan dan kedalaman gambut, sehingga pelaksanaannya perlu disesuaikan agar langkah pengendalian api tidak menimbulkan risiko tambahan bagi kawasan konservasi.
Koordinasi Pusat dan Daerah Terus Dijalankan
Penanganan kebakaran di Tanjung Puting memerlukan kerja bersama dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga kebencanaan, petugas pemadam, serta masyarakat. Keterlibatan banyak pihak diperlukan karena operasi mencakup pemetaan, mobilisasi personel, penyediaan air, pengawasan cuaca, hingga perlindungan habitat satwa.
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa seluruh unsur terkait tetap melanjutkan langkah penanganan karhutla. BMKG dan BNPB disebut menjadi bagian dari koordinasi bersama pemerintah pusat, daerah, TNI, dan Polri untuk menghadapi situasi di lapangan.
“Insyaallah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan,” demikian Raja Juli Antoni.
Fokus pada empat medan operasi diharapkan membuat pemadaman lebih terarah, terutama di sekitar kawasan yang penting bagi perlindungan ekosistem Taman Nasional Tanjung Puting. Penguatan sumber air, pasukan darat, pemantauan udara, dan kemungkinan pembuatan sekat bakar menjadi bagian dari upaya menahan api agar tidak memasuki zona inti.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menhut?Menhut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menhut matter?Menhut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.