Special Plan: Kemendikdasmen: Dulu kelas bocor, kini murid belajar lebih nyaman
Kemendikdasmen: Dulu kelas bocor, kini murid belajar lebih nyaman
Special Plan – Dari Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa berbagai peningkatan melalui program revitalisasi sekolah telah memberikan dampak positif pada lingkungan belajar murid di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Proyek ini mencakup perbaikan yang signifikan, seperti pengadaan ruang belajar yang lebih nyaman, fasilitas sanitasi yang memadai, serta lingkungan sekolah yang lebih aman untuk tumbuh kembang anak-anak. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa 18 satuan pendidikan menerima bantuan revitalisasi pada Tahun Anggaran 2025 dengan total dana sebesar Rp14,23 miliar. Bantuan tersebut diberikan kepada satu lembaga PAUD, tujuh sekolah dasar, empat sekolah menengah pertama, empat sekolah menengah atas, satu sekolah menengah kejuruan, serta satu Sanggar Kegiatan Belajar/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (SKB/PKBM).
Perubahan Nyata dalam Kehidupan Belajar
Revitalisasi sekolah bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan. Perubahan ini mencakup peningkatan kenyamanan ruang belajar, penambahan fasilitas sanitasi, hingga pengembangan lingkungan yang mendukung proses belajar-mengajar. Menurut Abdul Mu’ti, bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan dan memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang lebih optimal. “Program revitalisasi sekolah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan nyaman, sehingga mampu memfasilitasi perkembangan potensi siswa secara maksimal,” jelasnya.
Kondisi Sekolah Sebelum Perbaikan
Di SD Negeri 076698, kondisi sekolah sebelum revitalisasi sempat menimbulkan tantangan bagi siswa dan guru. Hilizarito Ogamuli Geyam, kepala sekolah, menjelaskan bahwa sebelum dana dialokasikan, fasilitas seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan toilet belum memadai. “Sekolah kami dulu tidak memiliki UKS. Kini kita sudah memiliki fasilitas lengkap, termasuk mebelairnya. Toilet yang sebelumnya hanya dua bilik kini berkembang menjadi enam bilik,” ujarnya. Dengan adanya perubahan ini, lingkungan belajar menjadi lebih sehat dan nyaman, sehingga memungkinkan proses belajar-mengajar berjalan lebih lancar.
Sebelum program revitalisasi, sekolah ini tidak memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan fasilitas sanitasi yang memadai. Saat ini, UKS telah dibangun lengkap dengan mebelairnya, serta jumlah kamar toilet meningkat dari dua menjadi enam,” ujarnya.
Peningkatan fasilitas tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik siswa, tetapi juga meningkatkan suasana belajar yang lebih tenang dan terstruktur. Hilizarito menambahkan bahwa ruang belajar yang diperbaiki membuat siswa lebih fokus dalam menyerap materi pelajaran. “Sekarang, murid tidak lagi mengalami kesulitan karena cuaca buruk atau lingkungan yang tidak nyaman,” katanya. Dengan adanya langit yang lebih terbuka, siswa tidak lagi terganggu oleh air hujan yang masuk ke dalam kelas.
Kembangnya Sekolah Swasta di Gunungsitoli
Perubahan serupa juga dirasakan oleh SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli. Ester Zunia, guru di sekolah tersebut, menyatakan bahwa kondisi belajar para murid menjadi lebih nyaman sejak revitalisasi dilakukan. “Revitalisasi sekolah ini membuat lingkungan belajar lebih kondusif. Sebelumnya, siswa sering kepanasan dan terganggu oleh genangan air saat hujan, namun kini mereka dapat fokus belajar meskipun cuaca tidak mendukung,” tutur Ester. Dengan adanya perbaikan ini, sekolah tidak hanya menawarkan ruang belajar yang lebih baik, tetapi juga memperkuat kesehatan siswa serta keamanan selama proses pembelajaran.
Revitalisasi sekolah telah menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Sebelumnya, murid mengalami kesulitan karena kepanasan dan genangan air saat hujan, namun kini mereka dapat fokus belajar meskipun cuaca tidak mendukung,” tutur Ester.
Ester mengungkapkan bahwa perbaikan ini juga memperbaiki kualitas pendidikan secara keseluruhan. “Dengan lingkungan yang lebih sehat, siswa lebih antusias dalam belajar, dan guru lebih mudah dalam menyampaikan materi pelajaran,” jelasnya. Perubahan tersebut mencerminkan upaya Kemendikdasmen untuk memastikan pendidikan tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas dan inklusif.
Dukungan Pemerintah Kota Gunungsitoli
Apresiasi atas program revitalisasi sekolah juga disampaikan oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli. Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. “Pemerintah Kota Gunungsitoli berkomitmen penuh untuk terus mend
