Special Plan: Prodi MM UIN Jakarta matangkan formulasi kurikulum jelang operasional
Prodi MM UIN Jakarta Matangkan Kurikulum untuk Operasional Perdana
Special Plan – Di tengah persiapan akhir untuk menjalankan program studi Magister Manajemen (MM) secara resmi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta sedang mengembangkan rancangan kurikulum secara lebih matang. Langkah ini dilakukan guna memastikan program yang baru saja diizinkan beroperasi memiliki struktur pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri dan tantangan dinamika pasar global. Langkah penyesuaian ini diinisiasi melalui lokakarya yang digelar beberapa waktu lalu, di mana para pengajar Prodi MM FEB UIN Jakarta mengundang pakar dari kalangan akademisi maupun praktisi sektor riil untuk menyelaraskan teori akademis dengan aplikasi praktis.
Penguatan Kurikulum Berbasis Kolaborasi
Kegiatan lokakarya tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas program pascasarjana, menurut Prof Ibnu Qizam, Dekan FEB UIN Jakarta. Ia menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak hanya berfokus pada konten akademik, tetapi juga pada kesiapan lulusan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha. “Kurikulum MM UIN Jakarta dirancang agar mampu memproduksi calon profesional yang muda, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam bidang ekonomi serta bisnis secara luas,” tuturnya. Lokakarya ini dihadiri oleh berbagai ahli, termasuk Kepala Prodi MM dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Dr. Yudi Nur Supriadi, sebagai representasi standar akademis yang digunakan sebagai acuan.
“Sinergi antara akademisi dan praktisi menjadi penting untuk memastikan kurikulum MM UIN Jakarta relevan dengan praktek industri. Dengan menggabungkan kedua pihak, kami berharap dapat menciptakan program yang menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis kuat, tetapi juga tanggung jawab sosial dan moral yang tinggi,” ujar Prof Ibnu Qizam.
Dari sisi industri, FEB UIN Jakarta mengundang praktisi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Suldja Hartono, untuk memberikan masukan langsung. Hartono menekankan bahwa kebutuhan dunia usaha mengalami perubahan cepat, sehingga kurikulum harus dirancang dengan fleksibilitas dan kecepatan respons terhadap tren terkini. “Kami berharap melalui kolaborasi ini, Prodi MM bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir dalam manajemen modern, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam pengambilan keputusan bisnis,” katanya.
Visi Program Pascasarjana Baru
Dalam menyusun kurikulum, Prodi MM UIN Jakarta juga mengacu pada visi nasional pendidikan tinggi yang menekankan integrasi ilmu keislaman dengan disiplin ilmu ekonomi dan bisnis. Prof Asep Saepudin Jahar, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan bahwa program pascasarjana baru ini bertujuan melahirkan generasi profesional ekonomi yang tidak hanya menguasai teknik manajemen, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. “Kehadiran Prodi MM diharapkan dapat menjawab permintaan pasar akan lulusan magister yang kompeten, berintegritas, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan bisnis,” ungkapnya.
“Kami ingin menciptakan kurikulum yang tidak hanya menyiapkan lulusan secara akademis, tetapi juga memberikan bekal kehidupan yang utuh, baik dalam karir maupun kepribadian. Ini menjadi wujud komitmen UIN Jakarta dalam membangun tata kelola pendidikan yang berkelanjutan,” tambah Prof Asep Saepudin Jahar.
Kemitraan dengan berbagai pihak dianggap sebagai bagian penting dari proses penyusunan kurikulum. Ibnu Qizam menjelaskan bahwa selain menggandeng akademisi, Prodi MM juga berupaya menghadirkan pengalaman langsung dari praktisi industri untuk memastikan mata kuliah yang diusulkan memiliki relevansi nyata. “Kurikulum akan dirancang dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan industri, sehingga lulusan bisa langsung berkontribusi dalam dunia kerja setelah menyelesaikan studi,” katanya.
izin Operasional Dari Kemdiktisaintek
Program studi ini telah mendapat izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Dalam surat keputusan nomor 299/B/O/2026, pemerintah secara resmi menyetujui pembukaan Prodi MM UIN Jakarta, yang menjadi satu dari sedikit program pascasarjana baru di lingkungan kampus tersebut. Izin ini menandai selesainya proses verifikasi oleh pihak kementerian, termasuk pengecekan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, serta rancangan kurikulum yang telah melalui evaluasi bersama kalangan internal dan eksternal.
Pengembangan kurikulum Prodi MM UIN Jakarta juga melibatkan analisis terhadap kebutuhan pengembangan kewirausahaan, keterampilan kepemimpinan, serta manajemen dalam konteks ekonomi digital. “Kami telah mengintegrasikan mata kuliah tentang transformasi digital, manajemen risiko, dan strategi pemasaran modern, yang dianggap sangat relevan di era ekonomi yang semakin kompetitif,” tambah Ibnu Qizam. Ia menegaskan bahwa seluruh mata kuliah dirancang agar memenuhi standar kualifikasi nasional dan internasional, serta mampu memberikan keunggulan kompetitif bagi mahasiswa.
Untuk meningkatkan kualitas, Prodi MM juga bekerja sama dengan berbagai institusi eksternal, termasuk lembaga pendidikan dan perusahaan swasta. Kolaborasi ini dilakukan guna memastikan kurikulum tidak hanya teori, tetapi juga berbasis pengalaman langsung di lapangan. “Kami berharap melalui hubungan yang terjalin, Prodi MM bisa menjadi salah satu pionir dalam pengembangan pendidikan bisnis yang bermoral dan berwawasan global,” imbuhnya.
Kesiapan Memasuki Era Operasional
Seiring dengan diterbitkannya SK pengoperasionalan, FEB UIN Jakarta sedang mempersiapkan segala aspek akademik dan administratif untuk menjalankan program MM secara optimal. Beberapa langkah persiapan termasuk pelatihan dosen, penyusunan modul ajar, serta pengaturan sistem evaluasi. “Kami percaya kurikulum yang kami susun akan menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa untuk berkiprah di dunia profesional,” tutur Ibnu Qizam. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam menyusun program yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Kurikulum yang terdiri dari kombinasi teori, praktik, dan studi kasus diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi berbagai dinamika korporasi. “Setiap mata kuliah dirancang dengan konteks nyata, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga bisa menerapkannya dalam kehidupan bisnis sehari-hari,” katanya. Selain itu, Prodi MM juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari pendidikan, seperti etika bisnis, manajemen keuangan syariah, dan kebijakan pemerintahan berbasis nilai agama.
Visi pembelajaran yang diusung Prodi MM UIN Jakarta memperkuat tata kelola pendidikan berbasis kontribusi nyata. “Dengan kurikulum yang kami susun, kami ingin menciptakan mahasiswa yang tidak hanya menjadi bagian dari industri, tetapi juga menjadi pilar penopang pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” tegas Prof Asep Saepudin Jahar. Ia menegaskan bahwa keberadaan Prodi MM merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang modern dan bermoral.
Kebutuhan akan sumber daya manusia berkualitas di sektor ekonomi semakin tinggi, terutama di tengah perubahan teknologi dan transformasi bisnis yang pesat. Dengan kurikulum yang dirancang secara matang, Prodi MM UIN Jakarta berupaya menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan ini. “Kami yakin dengan kerja sama yang telah terjalin, Prodi MM akan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu sosial dan lingkungan,” tutur Prof Asep Saepudin Jahar.
