Strategi Penting: Satgas MBG Cianjur sidak SPPG terkait video viral menu MBG tak layak

Satgas MBG Cianjur Sidak SPPG terkait Video Viral Menu Tak Layak

Cianjur – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan pemeriksaan mendadak terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisarandi II setelah muncul video viral yang menunjukkan menu tidak memenuhi standar untuk siswa penerima manfaat. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Made Setiawan, menjelaskan bahwa dalam inspeksi tersebut, pihaknya bersama Ketua Satgas MBG dan Kepala Dinas Pangan mengajukan beberapa rekomendasi perbaikan. Penyebabnya, ditemukan beberapa kekurangan di bidang pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta area penyimpanan dan pencucian makanan.

“Kami berkomitmen menjalankan program nasional agar berjalan optimal. Jika ada temuan, kami mendorong perbaikan segera dilakukan,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait video yang memperlihatkan makanan tidak layak dikonsumsi, Made Setiawan mengatakan masih butuh investigasi lanjutan untuk memastikan kesimpulan. “Menurut penjelasan SPPG, makanan buruk dalam video hanya satu porsi. Namun, pada hari yang sama, distribusi dilakukan sebanyak 2.799 porsi untuk siswa,” terangnya.

Koordinator BGN Terus Memantau

Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Cianjur, Sirojudin, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki dugaan makanan bermasalah di SPPG tersebut. Ia menjelaskan, investigasi masih menunggu laporan resmi dari pengelola. “Kami akan memverifikasi kesesuaian menu yang diberikan, termasuk bahan makanan sebelum dan setelah distribusi, untuk memastikan kebenaran video yang beredar,” katanya.

“Setelah laporan diterima, kami akan periksa di lapangan. Jika terdapat pelanggaran, segera dilaporkan ke pusat untuk ditindaklanjuti,” tambah Sirojudin.

Dalam video viral yang beredar, dinyatakan bahwa sejumlah siswa di SDN Cisarandi 1, Kecamatan Warungkondang, menemukan belatung dalam menu MBG yang diberikan. Hal ini membuat mereka tidak memakannya. Satgas dan BGN berkomitmen untuk menindaklanjuti temuan tersebut secara transparan dan cepat.