Visit Agenda: Jumlah calon haji Situbondo bertambah jadi 998 orang
Jumlah Calon Haji Situbondo Bertambah Jadi 998 Orang
Kenaikan Kuota Calon Haji di Situbondo
Visit Agenda – Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali mengalami peningkatan jumlah calon haji untuk tahun 2026. Menurut Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setempat, total pendaftaran calon haji telah naik menjadi 998 orang, dibandingkan dengan 993 orang yang terdaftar sebelumnya. Perubahan ini terjadi karena adanya tambahan kuota lima orang yang dialokasikan dari Provinsi Jawa Timur, sehingga memperluas jumlah jamaah yang akan berangkat.
Rif’an Junaidi, Kepala Kantor Kemenhaj Situbondo, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah calon haji ini menandai kesiapan lebih lanjut dalam persiapan keberangkatan. “Kami telah menerima tambahan kuota lima orang, yang membuat total calon haji yang siap diberangkatkan sekarang mencapai 998 orang,” ujarnya saat memberikan keterangan di Situbondo, Rabu (12 Mei 2026).
Jadwal Keberangkatan dan Pembagian Kelompok
Menurut Rif’an, keberangkatan calon haji Situbondo akan dimulai pada 14 Mei 2026, menuju Asrama Haji Sukolilo di Surabaya. Ia menambahkan bahwa para jamaah akan dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 87, 88, 89, dan 90. “Setiap kelompok terbang memiliki jadwal keberangkatan yang berbeda, dengan waktu penerbangan yang disesuaikan untuk memastikan proses pemberangkatan berjalan lancar,” jelas Rif’an.
Kloter 88 dan 89 sepenuhnya terdiri dari calon haji asal Situbondo, sedangkan kloter 87 akan ditemani oleh jamaah dari Bondowoso. Sementara itu, kloter 90 diisi oleh calon haji dari Kabupaten Jember. “Kami menyesuaikan pembagian kloter berdasarkan jumlah pendaftar dan kebutuhan logistik di Asrama Haji Surabaya,” tambahnya.
Proses Pendaftaran dan Persiapan
Peningkatan jumlah calon haji Situbondo dianggap sebagai indikasi meningkatnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah haji. Rif’an menyebutkan bahwa persiapan jamaah terus dilakukan secara intensif, termasuk pengumpulan dokumen dan pengujian kesehatan. “Proses ini dilakukan untuk memastikan semua jamaah memenuhi syarat dan siap mengikuti keberangkatan,” tuturnya.
Menurut Rif’an, jumlah calon haji Situbondo kemungkinan masih akan bertambah sebelum hari H. “Kami memantau keberlanjutan pendaftaran karena kondisi dinamis, baik dari segi ketersediaan kuota maupun jumlah peminat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa ada beberapa faktor yang memengaruhi perubahan jumlah jamaah, seperti permintaan dari masyarakat dan kebijakan pemerintah dalam menentukan kuota.
Ketentuan Keselamatan dan Barang Bawaan
Rif’an memberikan peringatan khusus kepada calon haji untuk menjaga kedisiplinan dalam mematuhi aturan keselamatan penerbangan. “Saat tiba di Asrama Haji Surabaya, jamaah diharapkan mengikuti protokol yang berlaku agar tidak mengganggu proses pemberangkatan lainnya,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa calon haji harus memperhatikan berat dan ukuran barang bawaan. “Koper besar diperbolehkan hingga 32 kg, sementara koper kecil maksimal 7 kg. Calon haji juga dilarang membawa barang yang tidak sesuai aturan, seperti alat elektronik berukuran besar atau bahan berbahaya,” kata Rif’an.
Pengingat untuk Jamaah
Dalam rangka mengoptimalkan proses pengumpulan barang, Rif’an mengimbau calon haji mengembalikan koper ke Kemenhaj Situbondo mulai tanggal 10 hingga 12 Mei 2026. “Koper yang telah disiapkan harus diperiksa kembali untuk memastikan sesuai ketentuan, sehingga tidak ada kesalahan saat dibawa ke Surabaya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap calon haji wajib membawa dokumen yang lengkap, seperti surat keterangan sehat dan berbagai surat kepercayaan. “Ini penting untuk memastikan tidak ada hambatan saat proses pemeriksaan di bandara,” tambah Rif’an. Selain itu, jamaah diharapkan menjaga kesehatan dan kesiapan mental sebelum berangkat, karena perjalanan haji membutuhkan fokus dan ketahanan fisik.
Persiapan untuk Keberangkatan
Rif’an menyebutkan bahwa Kemenhaj Situbondo telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keberangkatan berjalan secara teratur. “Kami mempersiapkan fasilitas di Asrama Haji Surabaya dan juga memastikan keberangkatan kloter tidak tertunda,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa proses pemberangkatan akan diawasi secara ketat untuk menghindari gangguan dan memastikan keamanan selama perjalanan.
Menurut Rif’an, peningkatan jumlah calon haji ini juga menjadi tantangan dalam mengelola logistik. “Kami harus mengantisipasi kebutuhan akomodasi, transportasi, dan bahan-bahan kebutuhan jamaah di Asrama Haji Surabaya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kemenhaj terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada jamaah, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap protokol yang berlaku.
Peran Komunitas dan Pemangku Kepentingan
Rif’an juga menyoroti peran aktif masyarakat Situbondo dalam mendukung proses pendaftaran calon haji. “Kami berterima kasih atas partisipasi masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak,” katanya. Ia menambahkan bahwa kelancaran keberangkatan tergantung pada kerja sama semua pihak, termasuk keluarga, panitia penyelenggara, dan jamaah itu sendiri.
Kata Rif’an, persiapan keberangkatan calon haji Situbondo menjadi kesempatan untuk memperkuat pengelolaan ibadah haji secara lokal. “Dengan jumlah yang meningkat, kami harus memastikan semua aspek tercoordinasi dan siap menghadapi berbagai kemungkinan,” ujarnya. Ia juga berharap para jamaah dapat memanfaatkan masa persiapan ini dengan baik untuk mengoptimalkan kualitas dan keselamatan perjalanan haji.
Kesiapan dan Harapan untuk Tahun 2026
Rif’an menutup wawancara dengan menyampaikan harapan bahwa keberangkatan calon haji Situbondo tahun 2026 akan berjalan lancar dan aman. “Kami yakin dengan persiapan yang matang, calon haji akan dapat menyelesaikan ibadah haji secara maksimal,” katanya. Ia juga mengapresiasi peran semua pihak, termasuk jamaah, dalam mematuhi instruksi dan menjaga kedisiplinan selama proses pemberangkatan.
Keberangkatan calon haji Situbondo tahun ini diharapkan menjadi bagian
