What Happened During: Kloter terakhir jamaah Embarkasi Medan berangkat ke Tanah Suci Senin
Kloter Terakhir Jamaah Embarkasi Medan Berangkat ke Tanah Suci Senin
What Happened During – Embarkasi Medan, yang berada di Sumatera Utara, menjadi titik akhir perjalanan ibadah haji bagi 234 jamaah pada kloter terakhir sebelum masa penyelenggaraan haji tahun ini ditutup. PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Embarkasi Medan menyambut para jamaah di Asrama Haji Medan, dengan harapan mereka dapat menjalani perjalanan ke Tanah Suci secara lancar. Sebagai pengelola keberangkatan, panitia ini terus memastikan seluruh proses memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang ketat.
Penjelasan tentang Kloter 17
Kloter 17 ini menjadi kelompok terakhir yang diberangkatkan, dengan jumlah peserta mencapai 234 orang. Para jamaah berasal dari delapan kabupaten/kota di Sumut, termasuk Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan beberapa daerah lainnya. Angka partisipasi tiap daerah disebutkan secara rinci, seperti Kota Medan yang menyumbang 202 peserta, sedangkan Deli Serdang mengirimkan 13 jamaah, dan kabupaten-kabupaten lainnya masing-masing berkontribusi 5 hingga 1 peserta. Ini mencerminkan keragaman partisipasi masyarakat dalam menjalankan ibadah haji.
“Ahlan wa sahlan, kami ucapkan kepada jamaah kloter terakhir ini,” kata Zulkifli Sitorus, Ketua PPIH Embarkasi Medan, saat menerima para calon haji di Asrama Haji Medan. Pernyataan tersebut menggambarkan semangat sambutan yang penuh harap dari panitia penyelenggara.
Zulkifli menjelaskan bahwa kloter ini tergolong dalam gelombang kedua penyelenggaraan haji, sehingga para jamaah diwajibkan mengenakan pakaian ihram sejak berada di Asrama Haji. Hal ini berbeda dari kloter sebelumnya, di mana proses pakaian ihram dilakukan setelah tiba di Tanah Suci. “Karena langsung melaksanakan tawaf untuk umrah wajib, para jamaah harus siap sebelum keberangkatan,” tambahnya.
Kesiapan dan Proses Karantina
Sebelum keberangkatan, para jamaah ditemani oleh enam petugas kloter yang bertugas memastikan keberangkatan berjalan lancar. Petugas ini menjalani karantina untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit. “Asrama haji merupakan zona steril yang tidak boleh terganggu oleh kegiatan luar,” ujar Zulkifli. Ia menekankan bahwa kawasan ini adalah titik awal perjalanan ke Tanah Suci, sehingga setiap langkah harus dijaga kehati-hatian.
Menurut Zulkifli, selain menjalani karantina, jamaah juga diberikan orientasi tentang prosedur yang harus dilakukan selama di Arab Saudi. “Waktu yang tersisa di sini harus dimanfaatkan secara optimal, karena keberangkatan akan dilakukan pada Senin (11/5) dini hari nanti,” jelasnya. Ia meminta jamaah tetap tenang dan fokus, karena penyelesaian ibadah haji membutuhkan persiapan matang.
Perjalanan Ibadah Haji Said Harahap
Salah satu jamaah dalam kloter 17 adalah Muhammad Said Harahap, seorang dosen fotografi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ia menyampaikan bahwa berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Tantri Suwito, merupakan impian yang telah terwujud setelah menabung selama 13 tahun. “Alhamdulillah, uang hasil karya fotografi itu saya tabung sejak tahun 2013 untuk bisa menunaikan rukun Islam terakhir ini,” ujarnya.
“Saya berharap teman-teman sejawat yang belum mendaftar haji bisa diberikan kemudahan untuk mengikuti jejak saya,” tutur Said. Ia menjelaskan bahwa keinginan untuk berhaji muncul dari keinginan mendekatkan diri kepada Allah, yang terus diwujudkan melalui tabungan dan usaha keras.
Said, yang sebelumnya pernah bekerja sebagai fotografer di Surat Kabar Harian Analisa Medan, mengatakan bahwa perjalanan haji ini tidak hanya membawa kebahagiaan spiritual, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan sesama jamaah. “Selama 13 tahun, saya selalu berdoa agar bisa menunaikan ibadah haji dengan aman dan nyaman,” imbuhnya. Ini menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelesaikan salah satu rukun Islam.
Konteks Ibadah Haji di Embarkasi Medan
Embarkasi Medan merupakan salah satu dari beberapa embarkasi besar yang bertugas mengirimkan jamaah ke Tanah Suci. Sejak beberapa tahun terakhir, Embarkasi Medan terus meningkatkan kualitas pengelolaan haji, termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat. Proses embarkasi kloter terakhir ini mencerminkan keberhasilan panitia dalam mengatur logistik dan keamanan selama perjalanan.
Dalam kloter 17, para jamaah diberi waktu tambahan untuk melakukan persiapan sebelum berangkat. Zulkifli menambahkan bahwa keberangkatan di Senin (11/5) merupakan bagian dari rencana yang disusun secara teratur untuk menghindari kerumunan. “Kami memastikan semua jamaah siap secara fisik dan mental sebelum melintasi batas negara,” ujarnya. Hal ini penting karena perjalanan haji dianggap sebagai proses yang membutuhkan ketekunan dan kepatuhan.
Menurut data terkini, Embarkasi Medan telah menerima lebih dari 234 jamaah dalam kloter terakhir ini, yang mencakup berbagai latar belakang profesi dan usia. Proses embarkasi ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan masyarakat setempat. Dengan keberangkatan kloter 17, harapan besar diharapkan bahwa keberangkatan haji tahun ini akan berjalan mulus hingga akhir.
Penutup: Harapan dan Kesiapan
Zulkifli
