Main Agenda: Pantau persiapan timnas jamu Mozambik, Erick minta tak remehkan lawan

Pantau Persiapan Timnas Jamu Mozambik, Erick Minta Tak Remehkan Lawan

Main Agenda – Jakarta, Senin – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir melakukan pengawasan terhadap latihan timnas Indonesia yang sedang bersiap menghadapi laga kedua FIFA Match Day melawan Mozambik. Dalam kesempatan tersebut, Erick mengingatkan skuad nasional agar tetap waspada dan tidak memandang remeh lawan, meskipun Mozambik berada di peringkat FIFA yang lebih rendah dari tim-tim sebelumnya. “Yang penting lawan Mozambik ya, (saya sampaikan) kembali, jangan meremehkan ya,” ujarnya kepada para jurnalis di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Dalam latihan yang dipantau Erick, timnas Indonesia menunjukkan progres yang cukup signifikan, terutama setelah menang telak 3-0 melawan Oman di pertandingan sebelumnya. Meski Oman tercatat sebagai tim dengan peringkat FIFA ke-79, kemenangan atas mereka menunjukkan kemampuan timnas untuk bersaing di level internasional. Namun, Erick menekankan bahwa hasil tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap berfokus pada laga melawan Mozambik, yang menempati peringkat ke-101. “Kami harus tetap jaga konsentrasi, karena pertandingan berikutnya jauh lebih berat,” katanya.

“Tadi saya sampaikan (kepada skuad timnas Indonesia) dan saya rasa tim sangat fokus. Coach Herdman juga sangat fokus lah,”

Erick menjelaskan bahwa latihan tersebut bukan hanya untuk memperkuat kebugaran fisik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menguji strategi dan adaptasi terhadap kondisi lawan. Meski Mozambik memiliki reputasi yang kurang menonjol dibandingkan Oman, ia menyoroti bahwa setiap tim memiliki keunggulan tertentu. “Mungkin mereka memiliki pemain yang lebih cepat atau taktik yang berbeda, jadi kita harus siap segala kemungkinan,” imbuhnya.

Dalam pembicaraan dengan pelatih John Herdman, Erick juga membahas persiapan timnas untuk meningkatkan posisi dalam daftar peringkat FIFA. Saat ini, timnas Indonesia berada di peringkat ke-119, dan ia berharap kemenangan atas Mozambik bisa mengangkat posisi mereka. “Kemenangan akan menjadi momentum penting untuk menghadapi persaingan di Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup yang segera datang,” katanya. Ia menegaskan bahwa setiap poin yang diraih berdampak besar dalam perjalanan timnas menuju target puncak.

Erick menyebutkan bahwa pemantauan latihan timnas juga bertujuan untuk memastikan dukungan maksimal dari berbagai pihak. Ia menilai bahwa timnas perlu menambahkan beberapa elemen di sektor pertahanan dan penyerangan agar lebih siap menghadapi lawan-lawan yang berat. “Kami memang harus dukung apa pun yang bisa kita dukung,” kata Erick, yang sebelumnya dikenal sebagai seorang pengusaha sukses. Kehadirannya dalam latihan menunjukkan komitmen PSSI untuk memperkuat infrastruktur sepak bola nasional.

Salah satu fokus utama dari latihan ini adalah pemulihan para pemain yang sedang mengalami cedera, seperti Justin Hubner dan Mess Hilgers. Kedua pemain tersebut diharapkan bisa kembali beraksi dalam pertandingan melawan Mozambik, yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (9/6). Erick menyatakan bahwa keberhasilan pemulihan mereka akan menjadi faktor kunci dalam menentukan performa timnas di pertandingan nanti.

Menurut Erick, laga melawan Mozambik akan menjadi ujian pertama bagi timnas setelah memetik kemenangan atas Oman. “Kami ingin memperlihatkan kemajuan dan konsistensi,” katanya. Ia menambahkan bahwa timnas perlu memperhatikan detail kecil, seperti koordinasi antar pemain dan penerapan taktik sesuai kekuatan lawan. “Mozambik mungkin tidak sekuat Oman, tetapi mereka bisa memperoleh keuntungan dari faktor kejutan,” ujarnya.

Erick juga membahas tentang rencana untuk memperbaiki kualitas pemain dan pelatih. Ia mengatakan bahwa PSSI terus berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi timnas, termasuk akses ke pelatih asing dan program pembinaan pemain muda. “Kami ingin menjadikan timnas sebagai salah satu tim yang kompetitif di Asia,” katanya. Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan performa timnas, seperti mengganti pelatih dan mengadakan kompetisi domestik yang lebih ketat.

Menjelang pertandingan melawan Mozambik, Erick memberi semangat kepada seluruh anggota timnas. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam pertandingan tersebut akan menjadi fondasi untuk menatap kompetisi berikutnya. “Kami punya ambisi besar, dan pertandingan ini adalah langkah awal menuju tujuan itu,” katanya. PSSI juga berharap agar penonton dan masyarakat bisa memberikan dukungan penuh kepada timnas, karena dukungan moril dinilai penting dalam menghadapi tekanan dari lawan.

Erick memastikan bahwa timnas Indonesia tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses. “Mereka harus belajar dari setiap pertandingan, baik menang maupun kalah,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengalaman bermain di luar negeri, seperti saat menghadapi Oman, menjadi pembelajaran berharga bagi pemain. “Kami ingin melatih mereka dengan cara yang kompetitif, agar bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi,” ujarnya.

Dalam pandangan Erick, pertandingan melawan Mozambik tidak boleh dianggap sebagai laga mudah. Ia menekankan bahwa setiap pertandingan di level FIFA memiliki tantangan sendiri. “Lawan bisa mengejutkan kita, jadi kita harus tetap waspada,” katanya. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mental pemain dalam menghadapi tekanan, terutama setelah beberapa laga sebelumnya menunjukkan peningkatan performa.

Erick berharap bahwa kemenangan atas Mozambik akan menjadi awal dari peningkatan signifikan dalam ranking FIFA. “Dengan kemenangan ini, kami bisa mendekati posisi yang lebih baik,” katanya. Ia menambahkan bahwa peningkatan peringkat akan memberikan manfaat besar dalam menghadapi tim-tim kuat di babak berikutnya, seperti yang akan dihadapi dalam Piala AFF. “Kami ingin memperlihatkan bahwa timnas Indonesia mampu bersaing di level Asia,” ujarnya.

Kehadiran Erick dalam latihan timnas menunjukkan komitmen pihak PSSI untuk mendukung peningkatan kualitas seluruh sektor sepak bola Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia terus berupaya memperkuat manajemen timnas, termasuk mengganti pelatih dan menambah anggota pelatih. “Kami ingin melahirkan timnas yang lebih solid dan berprestasi,” katanya. Dengan memantau latihan secara langsung, Erick mencoba memastikan bahwa semua aspek persiapan telah diperhatikan dengan matang.

Dalam kesimpulan, Erick Thohir menegaskan bahwa keberhasilan timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik, tetapi juga pada mental dan strategi. “Kami harus belajar dari setiap pertandingan dan terus berkembang,” katanya. Ia berharap pertandingan melawan Mozambik bisa menjadi salah satu langkah penting dalam membangun momentum positif untuk timnas di masa depan. “Kemenangan atas Mozambik akan menjadi bukti bahwa kami mampu bermain di level yang lebih tinggi,” tambahnya.