Berita Penting: Sedikitnya 17 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon

Sedikitnya 17 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon

Berdasarkan laporan Lebanon News Agency (NNA), paling sedikit 17 individu gugur dan sejumlah korban luka akibat serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon, Rabu (9/4). Insiden tersebut terjadi setelah pernyataan gencatan senjata antara AS dan Iran yang diumumkan pada hari sebelumnya.

Serangan Israel di kota Zrariyeh menewaskan lebih dari 10 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, setelah menargetkan bangunan tempat tinggal. Dalam serangan terpisah di Abbassiyeh, paling sedikit 7 orang tewas dan sejumlah lainnya cedera. Angka-angka ini masih bersifat sementara, menurut NNA.

Menurut Pertahanan Sipil Lebanon, total korban tewas mencapai 254 orang dan 1.165 lainnya terluka akibat serangan Israel di seluruh wilayah negara, termasuk ibukota Beirut. Serangan udara oleh Israel dilakukan secara bersamaan dengan penembakan artileri yang menargetkan kota Haris.

Sejumlah kota lainnya seperti Kafra, Jmaijmeh, Safad al-Battikh, Majdal Selm, Deir Antar, serta daerah sekitar jembatan Qasmiyeh juga menjadi sasaran jet-jet tempur Israel. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan, jumlah korban tewas sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 1.739 orang dan korban luka mencapai 5.873 orang.

“Serangan udara Israel mengakibatkan kehilangan nyawa yang signifikan di Lebanon, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya dalam keadaan aman,” kata pernyataan dari Pertahanan Sipil Lebanon.

Selain itu, laporan juga menunjukkan bahwa dampak serangan terus berlanjut, dengan korban dari berbagai lokasi strategis. Kementerian Kesehatan memberikan data jumlah korban yang terus bertambah setiap hari.