Mengatasi Masalah: Australia: Lebanon harus termasuk dalam gencatan senjata Timur Tengah
Australia: Lebanon Harus Termasuk dalam Gencatan Senjata Timur Tengah
Pada Rabu (9/4), Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan bahwa pemerintah Australia percaya Lebanon perlu diikutsertakan dalam kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah. “Kami sangat yakin bahwa kesepakatan ini juga harus mencakup Lebanon,” ujarnya. Albania menekankan keinginan Australia untuk melihat perdamaian yang meluas ke seluruh wilayah Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa banyak warga Australia merasa khawatir terhadap situasi di Lebanon, baik dampak lokal maupun global.
“Dan saya tahu bahwa banyak warga Australia prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Lebanon. Ini bukan hanya masalah dampak di sana, tetapi juga dampak yang ditimbulkannya di seluruh dunia,” tutur Albanese.
Canberra menyambut baik kesepakatan dua minggu antara AS dan Iran, yang bertujuan menciptakan ruang perundingan untuk menyelesaikan konflik regional. Pemerintah Australia juga menyoroti kerja sama dengan mitra internasional untuk memulihkan operasional pelayaran melalui Selat Hormuz, agar pasokan sumber daya vital tetap terjamin.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron sedang memimpin upaya diplomatik Eropa untuk mendorong Lebanon diakui sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata AS-Iran, seperti dilaporkan jurnalis ITV Emma Murphy. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga meminta agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan tersebut, terutama dalam konteks serangan Israel yang terus berlangsung.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengutuk serangan Israel terhadap Lebanon dan menekankan perlunya memperluas cakupan gencatan senjata. Menurut laporan, sejak Rabu (8/4), setidaknya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 lainnya terluka akibat serangan tersebut. Kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, bersumpah akan membalas serangan yang menewaskan warga sipil.
Perang Israel di Lebanon diluncurkan hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran pada Selasa (7/4). Namun, Trump menyatakan bahwa henti serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan karena keterlibatan gerakan Hizbullah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa serangan Israel terhadap Lebanon merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata AS-Iran.
