Special Plan: Rusia siap bantu pugar situs bersejarah Iran yang diserang AS-Israel
Rusia Berkomitmen Bantu Pemulihan Situs Bersejarah Iran Setelah Serangan AS-Israel
Special Plan – Dari Moskow, Rusia mengungkapkan komitmen untuk berpartisipasi dalam upaya pemulihan situs bersejarah Iran yang rusak akibat serangan bersama Amerika Serikat dan Israel, seperti diungkapkan oleh seorang pejabat dari Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata, dan Hasta Karya Iran. Menurut Ayoubi, kepala Pusat Urusan Internasional dan Diplomasi di kementerian tersebut, para pejabat Rusia menunjukkan niat kuat untuk memperkenalkan kekayaan budaya, seni, sejarah, dan warisan Iran secara efektif melalui berbagai program kolaboratif. Hal ini diungkapkan saat Forum Pariwisata Internasional ke-6 yang berlangsung di Rusia, Ahad.
Kerja Sama Pariwisata Rusia-Iran Masa Depan
Ayoubi menyatakan bahwa Rusia siap mengirimkan tim ahli restorasi ke Iran dalam waktu dekat untuk mendukung rekonstruksi monumen-monumen bersejarah yang rusak. Ia menekankan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan hubungan bilateral, terutama di bidang kebudayaan. Menurutnya, keberadaan para ahli Rusia akan mempercepat proses pemulihan dan menjaga integritas situs-situs tersebut. Selain itu, Ayoubi menyampaikan bahwa jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke negara-negara tetangga Iran setiap tahun terus meningkat, meskipun Iran sendiri masih menjadi tujuan utama.
“Kami melihat tekad yang kuat di kalangan pejabat Rusia untuk memperkenalkan budaya, seni, sejarah, dan warisan budaya Iran secara tepat melalui berbagai program,” kata Ayoubi.
Pejabat Iran tersebut juga mengungkapkan bahwa kerja sama pariwisata antara Teheran dan Moskow telah mencapai titik baru dengan penandatanganan rencana aksi untuk periode 2026–2028. Dokumen ini, yang telah ditandatangani oleh Ayoubi bersama Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, menandai komitmen untuk meningkatkan koordinasi dalam menjaga situs bersejarah dan memperkuat ikatan budaya kedua negara. Ia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga pada pencegahan kerusakan lebih lanjut di masa depan.
Serangan Bersama Menimbulkan Kerusakan Luas
Sebelumnya, Farhad Azizi, Direktur Jenderal Situs Warisan Dunia di Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata, dan Hasta Karya Iran, mengungkapkan bahwa jumlah situs bersejarah yang rusak mencapai 56, terdiri dari museum, monumen, dan lokasi budaya di berbagai provinsi. Azizi menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel telah menyebabkan kerusakan signifikan, terutama di Teheran. Beberapa situs penting seperti Istana Golestan, Benteng Bersejarah Teheran (Arg of Tehran), Grand Bazaar Teheran, Istana Marmer, Gedung Shahrbani, bekas gedung Senat, Masjid Sepahsalar, serta Museum-Istana Farahabad menjadi korban langsung.
“Sedikitnya 56 museum, monumen bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi mengalami kerusakan signifikan akibat serangan bersama Amerika Serikat dan Israel,” tambah Azizi.
Di Provinsi Isfahan, Kompleks Lapangan Naqsh-e Jahan—yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia—serta Istana Chehel Sotoun, Masjid Agung Abbasi, dan sebagian Kota Tua Isfahan juga menjadi sasaran. Azizi mengatakan bahwa keterlibatan Rusia akan menjadi penopang penting dalam menjaga kelestarian situs-situs tersebut, terlepas dari kontribusi internasional yang sebelumnya sudah terjalin. Ia menyoroti pentingnya kerja sama multilateral dalam menghadapi ancaman yang merusak kekayaan budaya.
Perspektif Rusia dalam Konservasi Budaya Iran
Kesiapan Rusia untuk mengambil peran aktif dalam pemulihan situs bersejarah Iran dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap negara tetangga tersebut. Ayoubi menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan hanya sekadar upaya teknis, tetapi juga sebagai bentuk menghormati nilai sejarah dan identitas Iran. Ia menjelaskan bahwa para ahli Rusia akan membawa pengalaman unik dalam restorasi, yang bisa menjadi referensi untuk metode pemulihan yang lebih cepat dan lebih baik.
Azizi menyoroti bahwa situasi yang terjadi di Iran adalah contoh nyata bagaimana konflik internasional bisa memengaruhi warisan budaya. Ia berharap dengan bantuan Rusia, situs-situs bersejarah yang rusak dapat pulih dalam waktu singkat. “Kerusakan yang terjadi bukan hanya mengurangi keindahan fisik, tetapi juga merugikan pengakuan internasional terhadap warisan Iran,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan Rusia akan memperkuat posisi Iran di panggung global sebagai negara yang mengutamakan kelestarian budaya.
Langkah Strategis dalam Diplomasi Budaya
Kerja sama antara Rusia dan Iran dalam konservasi warisan budaya juga dianggap sebagai strategi diplomasi yang cerdas. Sebagai negara besar dengan kekayaan budaya yang terkenal, Rusia diharapkan bisa menjadi mitra yang andal dalam menjaga konsistensi pembangunan pariwisata Iran. Ayoubi menyatakan bahwa tim ahli Rusia akan terlibat langsung dalam evaluasi kebutuhan pemulihan dan merancang program yang tepat untuk setiap situs. Ia menekankan bahwa ini adalah langkah berkelanjutan, bukan sekadar respons mendesak.
Pembangunan ekonomi Rusia juga menjadi faktor penting dalam menarik minat pengunjung Iran. Dengan penandatanganan rencana aksi untuk 2026–2028, kemitraan ini diharapkan mampu menciptakan peluang baru di sektor pariwisata dan kebudayaan. Ayoubi menyebutkan bahwa Rusia tidak hanya menawarkan bantuan teknis, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi melalui investasi di bidang konservasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan situs bersejarah akan menjadi bukti komitmen kedua negara dalam membangun kepercayaan bersama.
Dampak Jangka Panjang dari Serangan Militer
Kerusakan yang terjadi pada situs bersejarah Iran tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tetapi juga pada kesejarahan dan budaya masyarakat. Azizi menyatakan bahwa setiap penyerangan bisa menghilangkan bagian dari warisan yang tidak bisa dipulihkan sepenuhnya. “Serangan bersama militer AS dan Israel memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya perlindungan kekayaan budaya,” katanya. Ia menambahkan bahwa Rusia akan berperan sebagai kekuatan yang stabil dalam mendukung pemulihan tersebut, sambil memastikan bahwa kegiatan konservasi berjalan harmonis dengan kebutuhan politik dan ekonomi Iran.
Sebagai negara yang memiliki sejarah panjang dalam konservasi, Rusia dianggap mampu memberikan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan pemulihan. Ayoubi menyampaikan bahwa selain restorasi, Rusia juga akan membantu Iran dalam meningkatkan promosi kekayaan budaya melalui media dan pameran internasional. Ia menilai bahwa ini akan memperkuat pengaruh Iran di dunia internasional, terutama dalam konteks diplomasi budaya yang dinamis.
