Program Amal
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KBRI Roma gelar resepsi diplomatik angkat tema Sumut-Venesia

Published 29-10-2026 · Updated 29-10-2026 · By Dian Lestari - programamal.com

Foto : Dian Lestari - programamal.com

KBRI Roma Gelar Resepsi Diplomatik Bertema Sumatera Utara dan Venesia

Programamal.com – KBRI Roma gelar resepsi diplomatik untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta HUT ke-81 TNI di Wisma Duta, Roma. Acara yang berlangsung pada Selasa (27/10) tersebut mengusung tema “From North Sumatera to Venezia: A Journey of Friendship”, sebagai refleksi hubungan persahabatan Indonesia dan Italia yang terus berkembang melalui jalur budaya, perdagangan, pendidikan, dan hubungan antarwarga.

Melalui tema itu, KBRI Roma menampilkan promosi soft power Indonesia yang berkaitan dengan Paviliun Indonesia pada Venice Biennale 2026. Paviliun bertajuk “Printing the Unprinted” tersebut mengisahkan perjalanan imajinatif mengenai perjumpaan serta pertukaran budaya dari Sumatera Utara menuju Venesia. Kedua wilayah dipilih sebagai gambaran masyarakat yang memiliki kedekatan dengan sejarah maritim, keterbukaan terhadap dunia, dan kekayaan tradisi.

Resepsi diplomatik itu dihadiri Wakil Menteri Enterprise and Made in Italy Valentino Valentini sebagai tamu kehormatan. Hadir pula Ketua ASEAN Committee in Rome (ACR) yang juga Duta Besar Vietnam untuk Italia, para duta besar negara sahabat, pejabat Italia, diaspora Indonesia, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sedang berada di Roma untuk menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant’Egidio.

Persahabatan Indonesia-Italia Diperkuat Melalui Budaya dan Kepercayaan

Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang dalam sambutannya menyampaikan salam hangat Presiden RI Prabowo Subianto kepada para hadirin. Ia menekankan eratnya hubungan Indonesia dan Italia, sekaligus makna tema resepsi yang mempertemukan Sumatera Utara dengan Venesia.

“Dengan mempertemukan Sumatera Utara dan Venesia, kita merayakan kisah dua masyarakat maritim yang sama-sama dibentuk oleh air, diperkaya oleh tradisi, serta dipersatukan oleh semangat keterbukaan dan persaudaraan,” kata Junimart.

Menurut Junimart, hubungan bilateral tidak hanya dibangun melalui kerja sama resmi antarpemerintah. Pertukaran budaya, pendidikan, gagasan, dan interaksi masyarakat turut menjadi fondasi penting dalam memperluas saling pengertian antara Indonesia dan Italia. Karena itu, KBRI Roma gelar resepsi diplomatik juga menjadi ruang untuk mempertemukan unsur diplomasi, seni, dan masyarakat.

Valentino Valentini menyoroti sejarah panjang hubungan dagang dan budaya antara Indonesia dan Italia, termasuk kaitannya dengan pelayaran Marco Polo. Ia menggambarkan Venesia sebagai kota yang berkembang karena membuka pelabuhannya bagi dunia. Dalam pandangannya, persahabatan pada dasarnya tumbuh dari hubungan antarwarga atau people-to-people contacts, sebelum kemudian berkembang menjadi kerja sama dan kontrak yang lebih luas.

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Italia

Kepercayaan yang terbangun antara kedua negara terlihat dalam penguatan kerja sama di berbagai bidang. Hubungan Indonesia dan Italia dinilai semakin strategis, bukan hanya di tingkat pemerintah, tetapi juga melalui keterhubungan masyarakat, pelaku usaha, kalangan akademik, serta komunitas budaya.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Italia pada 2025 tercatat meningkat 16 persen dibandingkan 2024. Pada periode yang sama, investasi Italia di Indonesia tumbuh 17 persen. Pertumbuhan tersebut menjadikan Italia sebagai investor terbesar keempat dari Uni Eropa bagi Indonesia, sekaligus menunjukkan pentingnya hubungan ekonomi kedua negara.

Kerja sama strategis juga diperkuat di sektor pertahanan. Hal itu antara lain ditandai dengan kehadiran dua fregat kelas PPA buatan Fincantieri, yaitu KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Selain itu, kapal induk Giuseppe Garibaldi kini memperkuat perairan Indonesia sebagai KRI Sriwijaya-100.

Penghargaan bagi Penggerak Bahasa Indonesia di Italia

Dalam resepsi tersebut, Dubes Junimart menyerahkan penghargaan kepada Profesor Antonia Soriente, guru besar Bahasa dan Sastra Indonesia di Università di Napoli L’Orientale. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan antarwarga Indonesia dan Italia melalui pendidikan dan kebudayaan.

Selama lebih dari dua dekade, Prof. Soriente berdedikasi memajukan Bahasa Indonesia melalui kegiatan pengajaran, penerjemahan, dan penelitian. Ia juga membina generasi muda Italia agar semakin mengenal serta mencintai Indonesia. Università di Napoli L’Orientale merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang memiliki pusat studi dan jurusan Bahasa Indonesia.

KBRI Roma gelar resepsi diplomatik dengan tema Sumatera Utara-Venesia untuk menegaskan bahwa diplomasi budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi, pertahanan, dan pendidikan. Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia-Italia memiliki ruang luas untuk terus tumbuh melalui kepercayaan dan kerja sama nyata.

FAQ

Apa tema resepsi diplomatik KBRI Roma?

Temanya adalah “From North Sumatera to Venezia: A Journey of Friendship”, yang mengangkat perjalanan persahabatan serta pertukaran budaya antara Sumatera Utara dan Venesia.

Siapa saja yang hadir dalam acara KBRI Roma?

Acara dihadiri antara lain oleh Wakil Menteri Enterprise and Made in Italy Valentino Valentini, Ketua ASEAN Committee in Rome, para duta besar negara sahabat, pejabat Italia, diaspora Indonesia, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Mengapa Prof. Antonia Soriente menerima penghargaan?

Prof. Antonia Soriente menerima penghargaan atas dedikasinya selama lebih dari dua dekade dalam pengajaran, penerjemahan, dan penelitian Bahasa Indonesia di Italia.

Related Reading