Main Agenda: Pengurus IKKB periode 2026-2031 resmi dikukuhkan
Pengurus IKKB Periode 2026-2031 Dilantik di Jakarta
Main Agenda – Minggu lalu, acara pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) periode 2026-2031 berlangsung di salah satu hotel yang terletak di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kehadiran para pemimpin dan tokoh penting dari berbagai latar belakang memperkuat makna upacara ini sebagai langkah strategis untuk menggandeng kekuatan komunitas Kalimantan Barat di kota metropolitan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Ketua Umum Partai Hanura Osman Sapta Odang (OSO). Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat dan pengurus IKKB yang akan memegang tanggung jawab baru dalam empat tahun ke depan.
Harapan Gubernur Kalimantan Barat untuk IKKB
Menurut Ria Norsan, organisasi ini dianggap sebagai bentuk penggabungan etnis yang menjadi bagian penting dari identitas Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa IKKB harus terus berkiprah dalam memperkuat persatuan seluruh komunitas etnis yang ada di provinsi tersebut. “Saya berharap IKKB mampu menjadi medium yang efektif untuk menggerakkan berbagai sektor pembangunan,” ujar Norsan dalam pernyataannya. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi IKKB dalam membangun kehidupan masyarakat Kalbar secara holistik, baik dari segi ekonomi maupun budaya.
“IKKB bukan hanya wadah kebersamaan, tetapi juga alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kalbar di mana pun mereka berada.”
Kolaborasi antara DKI Jakarta dan Kalimantan Barat
Pramono Anung, selaku Gubernur DKI Jakarta, memberikan sambutan yang menggarisbawahi pentingnya sinergitas antara Kalbar dan Jakarta. Ia menyampaikan selamat kepada pengurus IKKB yang baru saja dilantik dan menginginkan mereka dapat menjalankan tugas dengan profesional. “Pengukuhan ini bukan hanya momen simbolis, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kerja sama antar daerah,” ujarnya. Menurut Anung, Kolaborasi dengan IKKB bisa menjadi strategi untuk menyebarluaskan kontribusi Kalbar ke berbagai sektor nasional.
Lebih lanjut, Anung menyebutkan bahwa Kalimantan Barat memiliki peran besar dalam menyumbangkan sumber daya alam ke pusat pemerintahan. Ia berharap melalui kerja sama dengan IKKB, DKI Jakarta dapat mendukung pengembangan kapasitas fiskal Kalbar, termasuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). “Pertumbuhan APBD dan PAD Kalbar harus terus diupayakan, karena menjadi faktor kunci dalam memperkuat kemandirian daerah,” tambahnya.
“Saya berkomitmen untuk memberikan dukungan secara aktif dalam menjalankan program IKKB. Ini adalah kesempatan emas untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.”
Peran Strategis Diaspora Kalimantan Barat di Jabodetabek
Ketua Harian IKKB periode 2026-2031, Budi Siswanto, menjelaskan bahwa organisasi ini telah eksis sejak tahun 1955, menjadikannya institusi yang berusia lebih dari 60 tahun. “IKKB telah menjadi jembatan kecil antara Kalbar dan masyarakat diaspora di kawasan Jabodetabek, khususnya Jakarta,” katanya. Budi menyoroti bahwa jumlah warga Kalbar yang tinggal di Jakarta mencapai lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta. “Hal ini menunjukkan adanya kepentingan bersama dalam kehidupan sehari-hari, tetapi tetap menjaga identitas budaya asal mereka,” jelas Budi.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kepercayaan yang diberikan kepada pengurus baru. Budi menekankan bahwa IKKB akan terus berupaya mendukung pembangunan Kalbar, baik melalui kegiatan lokal maupun peran di tingkat nasional. “Tugas kita adalah memastikan bahwa keberadaan IKKB bisa menjadi penggerak positif dalam berbagai bidang, termasuk perekonomian, pendidikan, dan kebudayaan,” imbuhnya.
“Selain menjadi wadah bersatu, IKKB juga harus menjadi roda penggerak dalam memajukan kampung halaman Kalbar di Jakarta. Ini adalah tanggung jawab yang mulia.”
Komitmen Ketua IKKB untuk Pembangunan
Dean Arslan, Ketua Umum IKKB periode 2026-2031, menyatakan bahwa dirinya akan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Ia berharap seluruh komponen etnis Kalbar, baik Tionghoa, Dayak, maupun Melayu, tetap bersemangat dalam mengembangkan kesejahteraan bersama. “Kita harus terus bekerja sama dalam membangun Kalbar, tidak hanya di tanah air tetapi juga di luar negeri,” ujarnya. Arslan juga menyebutkan bahwa IKKB akan menjadi pilar dalam menggabungkan kekuatan komunitas etnis untuk kepentingan bersama.
Arslan menegaskan bahwa organisasi ini akan fokus pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Kalbar. “Selain menjaga keharmonisan antar etnis, IKKB juga akan berperan dalam memfasilitasi komunikasi antara diaspora dan pemerintah daerah,” tambahnya. Ia juga memastikan bahwa seluruh pengurus akan melakukan rapat kerja untuk mengkoordinasikan kegiatan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.
“Saya yakin, dengan keterwakilan tiga etnis utama dalam pengurus, IKKB bisa menjadi bentuk kebersamaan yang kuat untuk mendorong pembangunan Kalbar.”
Kontribusi Kalimantan Barat terhadap Indonesia
Dalam sambutannya, Pramono Anung menekankan peran Kalbar sebagai penyumbang sumber daya alam yang signifikan bagi negara. “Kalbar tidak hanya menjadi bagian dari Indonesia secara geografis, tetapi juga secara ekonomi dan budaya,” katanya. Ia menyoroti bahwa sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas alam masih menjadi andalan utama Kalbar. “Dengan dukungan pemerintah pusat, Kalbar bisa meningkatkan PAD-nya untuk memperkuat daya tahan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pramono juga menyampaikan kerja sama yang akan dilakukan antara Pemprov DKI Jakarta dan IKKB. “IKKB bisa menjadi mitra yang strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat Kalbar di Jakarta,” jelasnya. Ia berharap melalui kerja sama ini, Pemprov DKI bisa memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan diaspora Kalbar, termasuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan di kawasan Jabodetabek.
Persiapan untuk Masa Depan
Budi Siswanto menambahkan bahwa pelantikan ini menjadi awal dari perjalanan baru. “Setelah acara, kita akan segera memulai rapat kerja untuk menyusun rencana kerja yang lebih konkret,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan IKKB harus terus beradaptasi dengan dinamika masyarakat modern, sekaligus menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan. “IKKB akan menjadi jembatan antara generasi muda dan orang tua, sehingga kebersamaan etnis bisa terus dijaga,” ujarnya.
Yordanus, Ketua Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia, menyatakan bahwa IKKB diharapkan menjadi
