Lifestyle

Avenged Sevenfold ingin manggung di Indonesia selain Jakarta

0a507039-240e-4c44-af98-fd2d2a03d70b
Foto : Budi Wijaya - programamal.com
Daftar Isi
  1. Avenged Sevenfold Buka Peluang Tampil di Kota Lain Indonesia
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Avenged Sevenfold Buka Peluang Tampil di Kota Lain Indonesia

Programamal.com – Antusiasme penggemar heavy metal di Jakarta mendapat sorotan langsung dari Avenged Sevenfold saat band asal Amerika Serikat itu menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (10/10) malam. Di hadapan ribuan Deathbat Indonesia, sebutan bagi penggemar mereka, grup tersebut juga menyampaikan keinginan untuk menjangkau kota-kota lain di Tanah Air pada kesempatan mendatang.

Gagasan itu disampaikan vokalis Matt Shadows ketika berbicara di sela pertunjukan. Ia mengajak penonton membayangkan kemungkinan Avenged Sevenfold tidak hanya kembali ke Jakarta, melainkan membawa musik mereka ke daerah lain di Indonesia.

“Kami tadi membicarakan ini dan berpikir bahwa kami harus datang ke lebih banyak kota, bukan hanya Jakarta. Tampil di berbagai tempat di Indonesia. Menurut kalian, ke mana kami harus pergi selanjutnya?”

Pertanyaan tersebut langsung memicu teriakan dari para penonton di JIS. Respons itu menjadi gambaran kuatnya keinginan penggemar agar konser musik internasional dapat hadir lebih luas, tidak terbatas pada ibu kota. Bagi para Deathbat di berbagai daerah, pernyataan tersebut membuka harapan akan kesempatan menyaksikan Avenged Sevenfold dari lokasi yang lebih dekat.

Pembuka Konser dengan “Nightmare”

Avenged Sevenfold naik panggung sekitar pukul 20.58 WIB dan memulai penampilannya melalui lagu “Nightmare”. Lagu tersebut disambut riuh oleh penonton yang telah memenuhi area konser di JIS. Energi pembukaan itu kemudian berlanjut sepanjang penampilan band yang dikenal lewat perpaduan heavy metal, hard rock, dan gaya musikal yang terus berkembang dari album ke album.

Selain “Nightmare”, sejumlah lagu lain turut dibawakan dalam konser bertajuk “Avenged Sevenfold Live in Indonesia”. Daftar lagu yang dimainkan mencakup “Afterlife”, “Shepherd of Fire”, “Buried Alive”, serta “So Far Away”. Lagu-lagu tersebut mewakili beberapa karya populer Avenged Sevenfold yang telah lama melekat bagi pendengar mereka di Indonesia.

Formasi yang tampil terdiri atas Matt Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman. Kelima personel itu menghadirkan penampilan yang mempertemukan materi-materi terkenal band dengan sambutan hangat dari basis penggemar lokal.

Ucapan Terima Kasih untuk Deathbat Indonesia

Dalam interaksi dengan penonton, Matt Shadows menyampaikan apresiasi atas dukungan besar yang selama ini diberikan penggemar Indonesia. Ia mengatakan bahwa nama Indonesia sering muncul dalam percakapan penggemar Avenged Sevenfold di berbagai tempat di dunia, terutama karena semangat mereka saat menyaksikan konser band tersebut.

“Di berbagai belahan dunia orang-orang bilang ‘wah, mereka benar-benar menyukai konser Avenged Sevenfold di Indonesia.’ Dan harus aku akui, jarak kalian memang jauh dari kami, tetapi kami tetap bisa merasakan cinta kalian sampai ke California. Terima kasih teman-teman. Kami cinta Indonesia,” kata Matt Shadows.

Ucapan itu menegaskan hubungan yang telah terbangun cukup lama antara Avenged Sevenfold dan penggemarnya di Indonesia. Jarak geografis antara California dan Indonesia tidak mengurangi kedekatan yang tercipta lewat musik, penantian konser, serta respons meriah setiap kali band tersebut kembali tampil di Tanah Air.

Bagi penggemar, momen ketika musisi berbicara langsung tentang sambutan Indonesia memiliki arti tersendiri. Konser bukan semata pertunjukan lagu-lagu favorit, tetapi juga ruang pertemuan antara band dan komunitas pendengar yang telah mengikuti perjalanan mereka selama bertahun-tahun.

Jakarta dalam Jejak Konser Avenged Sevenfold

Penampilan di JIS menambah daftar kunjungan Avenged Sevenfold ke Indonesia. Band ini pertama kali tampil di Indonesia pada 2007. Mereka kembali hadir setahun kemudian, pada 2008, lalu mengadakan pertunjukan lagi pada 2015.

Sebelum konser di JIS, Avenged Sevenfold terakhir kali tampil di Indonesia pada 2024 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Rangkaian kedatangan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu lokasi yang berulang kali mereka sambangi dalam perjalanan tur mereka.

Konser “Avenged Sevenfold Live in Indonesia” di Jakarta International Stadium dipromotori oleh Ravel Entertainment. Kehadiran pertunjukan di stadion juga memberi ruang bagi lebih banyak penggemar untuk berkumpul dan merayakan musik band yang telah memiliki pengaruh besar di ranah metal modern.

Harapan untuk Panggung yang Lebih Luas

Pernyataan Matt Shadows mengenai kota-kota lain menjadi bagian yang paling menarik dari malam tersebut. Walaupun belum ada pengumuman tujuan atau jadwal konser berikutnya di Indonesia, keinginan untuk memperluas lokasi pertunjukan telah disampaikan langsung kepada penggemar.

Jakarta selama ini menjadi tempat penting bagi banyak konser internasional, termasuk penampilan Avenged Sevenfold. Namun, penggemar band ini juga tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jika rencana tampil di kota lain terwujud pada masa depan, kesempatan itu dapat menghadirkan pengalaman konser yang lebih dekat bagi Deathbat yang selama ini harus melakukan perjalanan jauh ke ibu kota.

Malam di JIS pun tidak hanya menjadi perayaan atas lagu-lagu Avenged Sevenfold. Pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya keterikatan band dengan penggemarnya di Indonesia, serta kemungkinan bahwa perjalanan mereka di Tanah Air belum akan berhenti di Jakarta.

Frequently Asked Questions

What is Avenged Sevenfold ingin manggung di Indonesia?

Avenged Sevenfold ingin manggung di Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Avenged Sevenfold ingin manggung di Indonesia matter?

Avenged Sevenfold ingin manggung di Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Budi Wijaya - programamal.com

Budi Wijaya - programamal.com

Budi Wijaya adalah praktisi filantropi digital dengan pengalaman lebih dari 8 tahun dalam pengelolaan kampanye donasi online. Ia telah terlibat dalam berbagai program bantuan sosial, mulai dari distribusi sembako hingga penggalangan dana untuk korban bencana alam di Indonesia.

Keahliannya terletak pada strategi transparansi donasi dan membangun kepercayaan publik melalui laporan yang akuntabel. Di Program Amal, Budi berperan sebagai advisor konten untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan sesuai dengan praktik terbaik dalam dunia filantropi.