Key Issue: Dokter ingatkan aktivitas fisik cegah masalah kesehatan saat Idul Adha

Dokter Ingatkan Aktivitas Fisik Cegah Masalah Kesehatan Saat Idul Adha

Key Issue –

Jakarta, Selasa – Profesional kesehatan, Dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp. ALK(K), menekankan pentingnya menjalani aktivitas fisik untuk mencegah risiko penyakit yang sering muncul pada masa liburan seperti Idul Adha. Menurutnya, selama momen tersebut, kebiasaan konsumsi makanan sering berubah, sehingga memicu peningkatan asupan kalori yang berpotensi menyebabkan berbagai kondisi kesehatan, termasuk peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. “Aktivitas fisik merupakan kunci untuk mengurangi risiko penyakit, baik itu terkait kolesterol, diabetes, atau penyakit lain yang sering terjadi setelah acara besar seperti Idul Adha,” jelas dokter yang berpraktik di Rumah Sakit St. Carolus tersebut.

Perubahan Pola Konsumsi Makanan

Dokter Andi menambahkan bahwa makanan tradisional Idul Adha, seperti daging sapi atau kambing, memiliki kandungan kalori yang tinggi. Kebiasaan ini kerap membuat orang mengonsumsi lemak dan karbohidrat secara berlebihan, terutama saat berkumpul dengan keluarga atau melakukan pesta. “Ketika seseorang menghabiskan waktu berjam-jam di depan makanan olahan, mereka cenderung mengabaikan kebutuhan tubuh akan gerakan fisik,” kata dia.

“Ketika seseorang itu bergerak, bisa mencegah dari berbagai macam penyakit termasuk kolesterol, diabetes, dan segala macam, yang itu biasanya setelah kita melakukan hari raya banyak masalah kesehatan yang timbul karena pola makan yang salah,”

Pola makan yang tidak seimbang selama Idul Adha juga berdampak pada metabolisme tubuh. Maka dari itu, dokter mengingatkan bahwa aktivitas fisik tidak hanya membantu mengurangi kelebihan kalori, tetapi juga memperkuat fungsi organ-organ penting seperti jantung dan paru-paru. “Kalori yang masuk ke tubuh selama liburan perlu dikompensasi dengan kalori yang dikeluarkan melalui gerakan, sehingga keseimbangan harus dipertahankan,” tambahnya.

Manfaat Aktivitas Fisik Sehari-hari

Dokter Andi menyarankan berbagai jenis olahraga untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan gerakan. Diantaranya adalah olahraga kardio seperti bersepeda atau berjalan kaki, yang efektif dalam membakar kalori secara cepat. Selain itu, latihan kekuatan seperti angkat beban atau yoga juga penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki kebugaran jasmani. “Jika seseorang tidak bergerak, berisiko mengalami penumpukan lemak yang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang,” jelasnya.

“Dan dengan bergerak tentu saja terjadi pembakaran kalori dan ya akhirnya bisa mencegah dari atau bahkan mengembalikan fungsi dari penyakitnya tersebut,”

Bergerak secara rutin juga membantu mengatur kadar gula darah dan menjaga tekanan darah stabil. Dokter menjelaskan bahwa selama Idul Adha, kebiasaan makan yang berubah sering kali berujung pada peningkatan risiko penyakit metabolik. “Aktivitas fisik adalah alat penting untuk menjaga kesehatan, khususnya saat pesta atau acara besar yang membuat seseorang mengonsumsi makanan lezat namun tinggi kalori,” katanya.

Strategi Menjaga Kesehatan Selama Idul Adha

Menurut Dr. Antonius, peningkatan asupan kalori selama Idul Adha bisa diimbangi dengan kegiatan fisik yang seimbang. “Selama liburan, tubuh membutuhkan tambahan gerakan untuk mengakomodasi kebutuhan energi yang tinggi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kebiasaan ini tidak hanya berguna saat Idul Adha, tetapi juga sepanjang tahun. “Saat kita menjalankan ibadah puasa atau saat Hari Raya Idul Adha, tentu saja kita berpesta ataun kalori in-nya tuh masuk banyak sekali sehingga penting untuk kita mengeluarkan kalori out juga,” tutur dokter yang lulus dari Universitas Indonesia itu.

Dokter mengingatkan bahwa kegiatan fisik tidak harus berupa olahraga intensif. Berjalan kaki, merawat taman, atau bahkan melipat pakaian di rumah bisa menjadi cara sederhana untuk tetap aktif. “Karena sebenarnya, setiap gerakan yang dilakukan memberi dampak positif pada kesehatan,” katanya. Ia menyarankan orang untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk bergerak, meskipun hanya sejenak, agar tidak mengalami penumpukan kalori.

Pentingnya menjaga keseimbangan antara kalori yang masuk dan keluar juga terkait dengan perubahan rutinitas selama Idul Adha. Dengan memperhatikan asupan makanan sekaligus beraktivitas fisik, tubuh dapat tetap terjaga secara optimal. Dokter menjelaskan bahwa pola hidup sehat tidak hanya bergantung pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pada cara tubuh menggunakan energi tersebut. “Jika kalori yang masuk melebihi kalori yang dikeluarkan, berisiko terjadi kelebihan berat badan atau penyakit lain yang berdampak pada kualitas hidup,” imbuhnya.

Rekomendasi Olahraga untuk Masa Liburan

Dalam menangani masalah kesehatan yang muncul saat Idul Adha, dokter menyebut bahwa aktivitas fisik bisa menjadi solusi praktis. “Banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan, mulai dari yang sederhana hingga intensif,” kata Dr. Antonius. Ia menyarankan bahwa olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda bisa dilakukan setiap hari, sementara olahraga kuat seperti angkat beban bisa dilakukan tiga kali seminggu.

Dokter juga menekankan bahwa konsistensi lebih penting daripada intensitas. “Jika seseorang terbiasa berolahraga rutin, mereka akan lebih mudah mengatasi kelebihan kalori selama masa liburan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan fisik bisa dilakukan di rumah, di luar ruangan, atau di tempat olahraga, asal teratur dan terencana. “Yang terpenting adalah menghindari kebiasaan makan berlebihan tanpa kompensasi gerakan yang cukup,” katanya.

Dengan menjalani aktivitas fisik secara teratur, tubuh dapat memperkuat sistem imun dan meningkatkan kualitas tidur. Dokter menegaskan bahwa Idul Adha adalah momentum yang tepat untuk mengingat kembali pentingnya kesehatan. “Kita tidak boleh mengabaikan kebutuhan tubuh untuk gerakan, meski momen ini sering diisi dengan acara yang seru,” ujarnya. Ia berharap masyarakat lebih sadar akan peran aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan