Wina Natalia bagikan tiga pesan bagi orang tua ABK
Daftar Isi
Wina Natalia Bagikan Tiga Pesan bagi Orang Tua ABK
Programamal.com – Penyanyi, penulis buku, dan orang tua dari anak dengan autisme, Wina Natalia bagikan tiga pesan bagi para orang tua yang baru mengetahui anak mereka merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). Pesan tersebut disampaikan Wina saat membuka Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu.
Menurut Wina, proses menerima diagnosis anak tidak selalu mudah. Orang tua dapat merasakan bingung, sedih, takut, bahkan belum mampu memahami keadaan yang sedang dihadapi. Ia menilai seluruh perasaan itu wajar dan tidak perlu dihadapi dengan menyalahkan diri sendiri.
“Tidak apa-apa jika kita merasa bingung, sedih, atau takut. Sebagai orang tua kita tidak bisa langsung memahami semuanya, jadi butuh waktu untuk belajar menerima kenyataan,” kata Wina.
Beri Diri Sendiri Waktu untuk Menerima
Pesan pertama yang disampaikan Wina adalah pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri untuk memproses keadaan. Fase terkejut dan penyangkalan atau denial, menurut dia, merupakan respons manusiawi yang dapat dialami orang tua ketika mengetahui anaknya memiliki kebutuhan khusus.
Dalam situasi tersebut, orang tua tidak harus segera memiliki semua jawaban. Mereka dapat mengambil waktu untuk menenangkan diri, memahami informasi yang diterima, dan perlahan belajar menerima kondisi anak. Proses ini tidak sama bagi setiap keluarga, sehingga tidak perlu membandingkan perjalanan pribadi dengan pengalaman orang lain.
Wina Natalia bagikan tiga pesan dengan penekanan bahwa penerimaan bukan berarti menyerah pada keadaan. Penerimaan justru dapat menjadi awal bagi orang tua untuk lebih memahami kebutuhan anak dan menentukan dukungan yang sesuai untuk perkembangannya.
Jangan Takut Mencari Bantuan dan Dukungan
Pesan kedua adalah agar orang tua tidak ragu mencari bantuan dari pihak luar. Wina menyarankan keluarga untuk menemukan tenaga profesional yang tepat serta terhubung dengan komunitas orang tua anak berkebutuhan khusus.
Keberadaan tenaga profesional dapat membantu orang tua memahami kebutuhan anak secara lebih terarah. Sementara itu, komunitas dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, mendapatkan dukungan emosional, dan mendengar cerita dari keluarga lain yang menghadapi tantangan serupa.
“Cari tenaga profesional yang tepat dan masuklah ke komunitas orang tua anak berkebutuhan khusus. Berada di lingkungan itu sangat bagus karena kita bisa mendengar dan berbagi pengalaman dengan yang lain,” ujarnya.
Dukungan dari lingkungan sekitar juga penting agar orang tua tidak merasa menjalani proses ini sendirian. Percakapan dengan sesama orang tua dapat membuka sudut pandang baru, sekaligus membantu keluarga lebih siap mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus pada Minat dan Potensi Anak
Pesan ketiga ketika Wina Natalia bagikan tiga pesan bagi orang tua ABK adalah tidak hanya terpaku pada keterbatasan anak. Ia mengajak orang tua untuk lebih peka mengamati apa yang disukai anak, karena minat tersebut dapat menjadi jalan untuk mengenali potensi yang dimilikinya.
Wina menilai setiap anak memiliki cara berkembang yang berbeda. Karena itu, orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, belajar, dan mengekspresikan diri sesuai kemampuan serta ketertarikannya. Pendekatan ini membantu anak memperoleh ruang yang aman untuk tumbuh dengan jalannya sendiri.
“Jangan hanya melihat keterbatasan anak. Kenali minatnya, temukan potensinya, dan berikan kesempatan agar ia bisa berkembang dengan jalannya sendiri,” tutur Wina.
Ia mencontohkan putranya, Sigra, yang pernah mengalami hambatan komunikasi dan tantrum parah. Setelah bakatnya diasah sejak dini, Sigra kini dapat menyalurkan emosi dan kemampuannya melalui karya seni lukis.
Pengalaman tersebut memperkuat pandangan Wina bahwa perhatian terhadap minat anak dapat membantu keluarga menemukan bentuk dukungan yang lebih tepat. Fokus pada kekuatan anak tidak mengabaikan tantangan yang ada, melainkan membantu orang tua melihat kemungkinan perkembangan yang dapat terus didorong.
Orang Tua Tidak Perlu Merasa Malu
Di akhir pesannya, Wina mengingatkan orang tua untuk tidak menyimpan rasa malu atas kondisi anak mereka. Anak istimewa, menurut dia, berhak memperoleh cinta, penerimaan yang utuh, dan lingkungan aman untuk mengembangkan potensinya.
Wina Natalia bagikan tiga pesan tersebut sebagai pengingat bahwa perjalanan mendampingi ABK membutuhkan kesabaran, dukungan, dan keterbukaan. Dengan menerima kondisi anak, mencari bantuan yang tepat, serta mengenali minatnya, orang tua dapat mendampingi anak secara lebih positif.
FAQ untuk Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus
Apakah wajar bila orang tua merasa sedih setelah anak mendapat diagnosis?
Wajar. Rasa sedih, bingung, takut, atau terkejut dapat muncul saat orang tua menerima informasi baru tentang kondisi anak. Beri diri sendiri waktu untuk memprosesnya dan carilah dukungan apabila diperlukan.
Kapan orang tua perlu mencari bantuan profesional?
Orang tua dapat mencari tenaga profesional ketika membutuhkan pemahaman yang lebih jelas mengenai kebutuhan anak atau ingin menentukan pendampingan yang sesuai. Bantuan juga dapat diperoleh melalui komunitas orang tua ABK untuk berbagi pengalaman.
Bagaimana cara mengenali potensi anak?
Perhatikan kegiatan yang membuat anak tertarik, nyaman, atau bersemangat. Berikan kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas, lalu dukung minat yang terlihat berkembang tanpa hanya berfokus pada hambatan yang dialami anak.