Inter Milan tutup musim 2025/2026 dengan imbang 3-3 kontra Bologna
Inter Milan Tutup Musim 2025/2026 dengan Imbang 3-3 Kontra Bologna
Hasil Imbang dalam Pertandingan Penutup Musim
Inter Milan tutup musim 2025 2026 – Jakarta – Pertandingan terakhir Liga Italia musim 2025/2026 berlangsung seru di Stadion Renato Dall’Ara, Sabtu (23/5). Inter Milan memperoleh poin seimbang 3-3 melawan Bologna, menjadikan laga ini sebagai penutup babak pertama kompetisi. Meski tidak meraih kemenangan, hasil ini tidak mengubah posisi Inter yang sudah memastikan gelar juara. Sementara Bologna terpental dari ambisi kualifikasi ke Liga Conference musim depan.
Dikutip dari laman Liga Italia, Inter sempat unggul lebih dulu melalui Federico Dimarco. Namun, Bologna membalikkan keadaan lewat Federico Bernardeschi, Tommaso Pobega, dan gol bunuh diri Piotr Zielinski.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, di mana Bologna menunjukkan ambisi memperbaiki posisi mereka di papan klasemen. Meski awalnya dominan, Inter Milan akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-21. Federico Dimarco mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti. Bola yang meluncur ke pojok kanan atas gawang Lukasz Skorupski membuat Nerazzurri unggul 1-0.
Keunggulan Inter tidak bertahan lama. Bologna segera merespons dengan serangan terorganisir. Pada menit ke-25, Federico Bernardeschi menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menyelesaikan umpan panjang dengan tandukan ke sudut bawah gawang. Tekanan tuan rumah terus meningkat, dan permainan berubah arah di babak kedua. Baru tiga menit setelah turun minum, Bologna menorehkan skor 2-1 melalui gol Tommaso Pobega. Bola keras yang melewati Petar Sucic di depan kotak penalti memberikan keunggulan kepada tim berjuluk La Furbetta.
Situasi terus memanas saat babak kedua berjalan. Bologna memperoleh peluang emas untuk memperlebar skor, tetapi Inter Milan tampil lebih agresif. Piotr Zielinski menjadi sorotan saat mencetak gol bunuh diri pada menit ke-45. Bola yang ia halau justru masuk ke gawang sendiri, memperbesar keunggulan Bologna menjadi 3-1. Namun, Inter tidak menyerah. Pelatih Cristian Chivu melakukan tiga pergantian sekaligus, termasuk menarik Lautaro Martinez, Nicolo Barella, dan Federico Dimarco, untuk menyegarkan permainan.
Dengan strategi baru, Inter mulai bangkit. Andy Diouf dan Francesco Pio Esposito menciptakan momentum di menit ke-64. Bola yang membentur tiang diteruskan Esposito, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3. Serangan Nerazzurri semakin memanas, dan mereka akhirnya menyamakan skor pada menit ke-86. Luka Topalovic memberikan umpan terobosan matang kepada Diouf, yang lolos dari kawalan sebelum melepaskan sepakan keras ke atap gawang Bologna.
Skor 3-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Inter tidak kehilangan poin. Meski hasil imbang, tim tamu tetap berkesempatan menambahkan poin, tetapi gagal mencetak gol tambahan di sisa pertandingan. Bologna pun akhirnya merasa kecewa, karena finis di peringkat kedelapan dengan 56 poin, kalah dari ambisi mengamankan tiket ke Liga Conference.
Dalam pertandingan tersebut, Bologna tampil agresif sejak awal. Jonathan Rowe, yang aktif di sisi kiri, mengirim umpan ke Juan Miranda, tetapi gol bunuh diri Zielinski menjadi penentu. Pada menit ke-3, Rowe mencoba menembus pertahanan Inter, tetapi Yann Bisseck mampu memblok bola. Kedua tim memperlihatkan intensitas tinggi, dengan Inter menguasai bola di menit-menit awal.
Inter Milan memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi, mengingat mereka telah memastikan gelar juara. Koleksi 87 poin mempertahankannya sebagai juara Liga Italia musim ini, meski pertandingan melawan Bologna memperlihatkan kejar-kejaran poin yang ketat. Kesempatan untuk menyamakan skor datang pada menit ke-64, saat Andy Diouf melakukan aksi individu yang berujung pada bola membentur tiang. Bola pantul tersebut disambut Esposito untuk mengembalikan skor menjadi 2-3.
Inter kembali menunjukkan ketangguhan mereka. Setelah beberapa peluang tercipta, mereka akhirnya menyamakan skor pada menit ke-86. Kemenangan di menit akhir memicu antusiasme penonton, meski Bologna tetap tidak mampu memperbaiki posisi mereka. Dengan hasil ini, Bologna kembali mengakhiri musim dengan peringkat kedelapan, memperlihatkan ketidakseimbangan antara dua tim yang berbeda jauh dalam performa.
Pertandingan menutup musim Serie A dengan tajam. Inter Milan, sebagai juara, menunjukkan dominasi mereka sepanjang musim, sementara Bologna memperlihatkan upaya maksimal untuk menyelamatkan tiket ke Liga Conference. Meski mengalami kekecewaan, tim berjuluk La Furbetta tetap berharap bisa menembus zona empat besar dalam beberapa musim ke depan.
Bagi Inter, hasil imbang ini menjadi bukti ketangguhan mereka. Meski mengalami tekanan dari Bologna, mereka tetap mampu menjaga dominasi di lini tengah. Kesuksesan ini terutama diukir oleh ketangguhan para pemain pengganti yang ditempatkan oleh Chivu. Di sisi lain, Bologna memperlihatkan konsistensi mereka, tetapi kekurangan poin tetap menjadi penghalang untuk memperbaiki posisi mereka di papan klasemen.
Semua pihak menilai pertandingan ini sebagai penutup yang menarik. Inter Milan membawa pulang poin, sementara Bologna berusaha memberikan semangat terakhir. Hasil ini juga mengakhiri perjalanan kedua tim dalam musim yang penuh tantangan, mengingat Inter sempat mengalami kejutan di pertengahan musim, sementara Bologna mencoba bangkit dari posisi undian.
Dengan 3-3, Inter Milan memperkuat dominasi mereka dalam Liga Italia musim ini. Kemenangan
