Sebut Barcelona dirampok – Raphinha terancam sanksi UEFA
Sebut Barcelona Dirampok, Raphinha Menghadapi Ancaman Hukuman UEFA
Barcelona kembali mengalami kekalahan di babak perempat final Liga Champions 2025/2026 setelah kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid. Kekalahan ini memicu reaksi tajam dari penyerang sayap tim, Raphinha, yang dikenal secara terbuka mengkritik keputusan wasit Clement Turpin. Komentar tajam tersebut, menurut laporan Mundo Deportivo, berpotensi mengakibatkan sanksi dari UEFA.
Raphinha, yang berusia 29 tahun, dinilai melanggar aturan sepak bola karena dianggap merendahkan otoritas wasit serta organisasi Eropa. Meski Barcelona tampil dominan dalam leg kedua di Stadion Wanda Metropolitano, mereka gagal membalikkan skor setelah kalah 0-2 di leg pertama. Kesempatan emas yang ada tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga agregat akhirnya menentukan kemenangan Atletico.
Dalam pertandingan tersebut, Eric Garcia menerima kartu merah di tengah babak kedua karena mengganggu Alexander Sorloth. Raphinha, yang tidak bermain, menyampaikan kekesalannya setelah pertandingan berakhir. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya dengan menyebut Barcelona “dirampok” akibat keputusan wasit yang menurutnya kontroversial.
Kritik Terhadap Wasit dan Gestur yang Menyentuh
Raphinha tidak hanya menyampaikan kritik verbal tetapi juga menunjukkan gestur yang memicu perhatian publik. Pemain tersebut sempat membalas cemoohan suporter Atletico dengan isyarat yang mengarah pada kepastian tersingkirnya tim lawan di semifinal. Namun, ia segera meminta maaf kepada fans Atletico atas tindakannya.
“Saya minta maaf atas gestur yang tidak pantas, hal itu tidak sejalan dengan nilai dan karakter saya. Tindakan itu terjadi dalam momen ketegangan saat saya membalas penggemar (Atletico) yang mencemooh saya,”
Dalam unggahannya di media sosial, Raphinha menjelaskan bahwa kecamannya terhadap wasit muncul sebagai respons atas cemoohan dari penonton Atletico setelah timnya tersingkir. Jika sanksi benar-benar dijatuhkan, ia mungkin harus menjalani hukuman larangan bertanding hingga tiga pertandingan dalam Liga Champions musim 2026/2027.
