Historic Moment: Bina generasi muda, Polrestro Jakut gelar pertandingan E-Sport

Bina Generasi Muda, Polrestro Jakut Menggelar Pertandingan E-Sport

Kompetisi Mobile Legends Jadi Sarana Kreativitas dan Sinergi Masyarakat

Historic Moment – Di Jakarta, Polrestro Jakarta Utara mengadakan kompetisi E-Sport Mobile Legends dengan tujuan melatih generasi muda agar menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba, tawuran, atau tindak pidana lainnya. Acara ini juga merupakan bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang diharapkan bisa memperkuat kehadiran polisi dalam masyarakat dan menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menyatakan bahwa turnamen ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mendekatkan diri ke masyarakat, khususnya generasi muda, melalui platform kompetisi yang menyenangkan dan bermakna.

“Turnamen ini menunjukkan komitmen Polri untuk mendekatkan diri pada kalangan muda, menciptakan ruang kreativitas, serta membangun karakter sportif yang baik,” ungkap Erick Frendriz dalam wawancara di Jakarta, Minggu.

Dalam penyelenggaraan acara tersebut, polisi bekerja sama dengan berbagai pihak seperti PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Mall Artha Gading, dan organisasi kepemudaan Cipayung Plus. Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem e-sport yang sehat, sekaligus mempererat hubungan antara institusi keamanan dengan masyarakat. “Kami percaya bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi bagian dari komunitas yang produktif,” tambahnya.

Turnamen yang diikuti oleh 54 tim ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media untuk memperkuat sinergi antar komunitas serta membangun nilai-nilai positif. Kompetisi yang berlangsung di Lobby China Mall Artha Gading (MAG), Kelapa Gading, menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan keterampilan dan semangat berjuang. Dengan berbagai permainan yang dinamis, peserta diharapkan dapat menyalurkan bakat, melatih pikiran kritis, dan meningkatkan kemampuan kerja sama tim.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut dalam bentuk yang lebih luas, agar generasi muda terus diberi peluang tumbuh dan berkembang,” kata perwakilan PT Pelindo, Rudi Istiawan, dalam wawancara terpisah.

Menurut Erick Frendriz, perayaan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui upacara resmi, tetapi juga melalui inisiatif-inisiatif inovatif yang menarik minat generasi muda. “Dengan memanfaatkan media digital, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjadi pelindung masyarakat, tetapi juga mitra dalam membangun kreativitas dan prestasi mereka,” katanya.

Di hari puncak pertandingan, 54 tim yang berpartisipasi memperebutkan gelar juara. Pertandingan Grand Final antara Batcave dan Armagedon memperlihatkan intensitas yang tinggi, sementara laga perebutan posisi ketiga melibatkan E-Team Esport dan Gelkasa Academy. Hasil akhir turnamen menempatkan Batcave sebagai pemenang pertama dengan hadiah uang tunai Rp10 juta dan piala. Tim Armagedon mengambil posisi kedua dengan hadiah Rp5 juta, sedangkan E-Team Esport meraih juara ketiga dengan Rp3 juta. Gelkasa Academy mendapat juara keempat dan hadiah Rp2 juta.

Dalam kesempatan tersebut, penghargaan Most Valuable Player (MVP) diberikan kepada pemain terbaik yang berkontribusi signifikan pada kemenangan tim. Pemenang MVP menerima uang tunai sebesar Rp500 ribu, sebagai apresiasi atas kemampuan dan dedikasi mereka. Pertandingan berlangsung sengit, dengan taktik dan strategi yang memperlihatkan level keahlian peserta. “Turnamen ini menjadi wadah bagi para atlet e-sport Jakarta Utara untuk menunjukkan kemampuan dan membangun jaringan dengan komunitas lain,” jelas Erick.

Selain itu, acara ini juga menciptakan kesempatan bagi para pelaku e-sport untuk bersaing secara sehat, menghindari penggunaan narkoba atau kebiasaan buruk yang bisa mengganggu konsentrasi dan prestasi. Erick menekankan bahwa polisi terus berupaya mendukung pertumbuhan generasi muda dengan berbagai program yang inovatif. “Dengan Polri Presisi, kami berharap semangat ini bisa terus hidup dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Para peserta turnamen menyatakan antusiasme yang tinggi, terutama dalam berpartisipasi sekaligus menunjukkan kemampuan mereka. Banyak dari peserta mengatakan bahwa acara ini memberikan pengalaman baru dan memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkembang. “Ini adalah peluang emas bagi kami untuk bermain di platform yang lebih luas,” ujar salah satu peserta yang tidak ingin disebutkan namanya.

Di sisi lain, Rudi Istiawan menyatakan bahwa kolaborasi antara institusi keamanan dan dunia usaha sangat penting dalam mengembangkan bidang e-sport. “Kehadiran pihak swasta seperti Pelindo membantu menambah ruang dan sumber daya untuk kegiatan yang positif,” ujar Rudi. Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai elemen masyarakat akan membantu menumbuhkan ekosistem e-sport yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pertandingan Mobile Legends ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi digital bisa dimanfaatkan untuk pembinaan generasi muda. Selain menciptakan kegiatan yang menarik, acara ini juga membantu membangun koneksi antar peserta, melatih mental baja, serta meningkatkan rasa tanggung jawab sosial. Dengan adanya turnamen serupa, diharapkan generasi muda bisa lebih terlibat dalam kegiatan positif yang sejalan dengan visi pembangunan masyarakat.

Kombes Pol Erick Frendriz berharap kegiatan ini bisa menjadi model untuk acara serupa di daerah lain. “Pembinaan generasi muda membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk institusi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” tambahnya. Dengan begitu, sinergi antara Polri dan kalangan muda bisa terus berlanjut, menciptakan suasana yang dinamis dan kreatif.

Acara ini juga menegaskan bahwa e-sport tidak hanya tentang permainan, tetapi juga tentang pembelajaran dan pengembangan diri. Erick menilai bahwa turnamen seperti ini bisa menjadi langkah awal bagi atlet e-sport Jakarta Utara untuk mengukir nama di tingkat nasional. “Kami yakin banyak talenta muncul dari kalangan muda, dan turnamen ini adalah langkah pertama untuk mengungkapkannya,” ujarnya.

Dengan terus menggelar acara serupa, Polrestro Jakarta Utara berharap bisa membangun kebiasaan positif di kalangan muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjadi pelindung, tetapi juga pemandu dalam dunia digital yang semakin berkembang,” tutup Erick Frendriz. Kehadiran kompetisi ini menjadi bukti bahwa pihak keamanan terus beradaptasi dan menemukan cara baru untuk menyentuh masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan relevan.

Menurut Rudi Istiawan, perusahaan seperti Pelindo juga tertarik mengembangkan kolaborasi dengan Polri di bidang e-sport. “Kami melihat potensi besar dalam kegiatan ini, dan akan terus mendukung upaya pembinaan generasi muda melalui platform digital,” katanya. D