Menghadapi Tantangan: Heboh Kabar Arab Saudi Lobi AS untuk Serang Iran, Begini Respons Riyadh
Heboh Kabar Arab Saudi Lobi AS untuk Serang Iran, Begini Respons Riyadh
Arab Saudi dikabarkan berusaha memengaruhi Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mengambil tindakan militer terhadap Iran, yang akhirnya berujung pada serangan pada Sabtu (28/2/2026). Namun, klaim ini langsung diancam tegas oleh pihak Arab Saudi. Sumber informasi dari surat kabar The Washington Post menyebutkan bahwa empat pejabat AS yang mengetahui kebenaran mengungkapkan lobi intensif dari Israel dan Arab Saudi memicu operasi tersebut.
Diskusi tentang Tudingan Keterlibatan Saudi
Menanggapi isu tersebut, Fahad Nazer, juru bicara Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington DC, membantah bahwa negaranya terlibat dalam penyusunan serangan. Menurutnya, laporan yang menyebut Saudi sebagai pelaku tindakan militer adalah tuduhan keliru. “Kerajaan Arab Saudi tetap konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran,” jelas Nazer melalui media sosial X, dikutip Selasa (3/3/2026).
“Kerajaan Arab Saudi tetap konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran.”
Reaksi Iran terhadap Serangan AS
Sebagai balasan atas operasi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Teheran serta kota-kota besar lainnya, Iran meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Arab Saudi dan fasilitas kilang minyak Aramco di Riyadh. Serangan ini menyebabkan kebakaran besar di kilang, yang berdampak pada penghentian sementara aktivitas pengiriman minyak oleh Aramco.
