Program Terbaru: Kesal Dicueki NATO Amankan Selat Hormuz, Trump: Saya Tak Butuh Bantuan!

Trump Kesal karena NATO Tidak Bantu Amankan Selat Hormuz: Saya Tidak Butuh Bantuan!

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran menyebabkan ancaman terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Pasca-serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, arus barang melalui wilayah strategis tersebut hampir terhenti. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kekecewaannya terhadap NATO, menyatakan bahwa aliansi pertahanan tersebut tidak memberikan dukungan yang diharapkan.

Permintaan Bantuan NATO Tidak Terpenuhi

Trump menegaskan bahwa tidak ada anggota NATO yang memenuhi ajakannya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Dia mengkritik sikap anggota aliansi itu, mengklaim mereka enggan terlibat dalam operasi militer melawan Iran yang dianggap sebagai rezim teroris.

Dilaporkan Rabu (18/3/2026), Trump menulis di akun Truth Social: “Amerika Serikat telah diberitahu oleh sebagian besar ‘Sekutu’ NATO bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam operasi militer melawan rezim teroris Iran.” “Kami tidak lagi ‘membutuhkan’ atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO. Kami tidak pernah membutuhkannya,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengungkapkan bahwa Ottawa tidak menyadari adanya permintaan AS agar NATO membantu operasi menjamin kebebasan jalur perairan. Keputusan Trump menunjukkan ketidakpuasan terhadap keterlibatan NATO, sementara komitmen AS terhadap aliansi tetap dipertahankan.

Iran Tidak Ingin Tutup Selat Hormuz

Dalam upaya mengamankan jalur laut strategis, Iran membalas serangan AS dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer di Timur Tengah. Meski begitu, negara itu tidak bermaksud menutup Selat Hormuz, tetapi ingin memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.