Yang Dibahas: Sempat Diblokir Total, Iran Izinkan Kapal Jepang Lewati Selat Hormuz

Sempat Diblokir Total, Iran Izinkan Kapal Jepang Lewati Selat Hormuz

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah sebelumnya memblokir seluruh jalur, Iran kini mengizinkan kapal Jepang melintasi Selat Hormuz secara selektif. Kebijakan ini diumumkan setelah pihak Iran menyempatkan diri untuk menawarkan akses maritim bagi kapal-kapal komersial dari negara Jepang. Blokade sebelumnya terjadi setelah serangan dari Amerika Serikat dan Israel pada akhir bulan Februari lalu, yang menyebabkan hampir semua aktivitas pelayaran ditutup.

Menurut laporan AlJazeera, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi kebijakan baru ini setelah berdiskusi dengan pemerintah Jepang. Ia menjelaskan bahwa jalur Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup, dan pasukan keamanan Iran siap membantu kapal dari negara yang tidak terlibat dalam serangan. “Selat itu terbuka, menurut pandangan kami. Hanya kapal musuh kami, negara-negara yang menyerang kami, yang ditutup. Untuk negara lain, izin melewati jalur ini sudah diberikan,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan Kyodo News, Sabtu (21/3/2026).

“Kami sedang berbicara dengan mereka untuk menemukan cara agar dapat melintas dengan aman. Kami siap memberi mereka jalur yang aman. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menghubungi kami untuk membahas bagaimana rute ini nantinya,” tambah Araghchi.

Langkah ini memberi harapan besar bagi Tokyo, yang bergantung pada pasokan energi dari wilayah Timur Tengah. Data menunjukkan Jepang mendatangkan lebih dari 90% impornya dari sumber tersebut, sehingga penutupan Selat Hormuz selama tiga minggu terakhir membahayakan stabilitas pasokan minyak.

Berdasarkan laporan Lloyd’s List, sistem pemeriksaan dan registrasi telah dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk memfasilitasi perjalanan kapal komersial. Pihak keamanan kini menjadikan garis pantai sebagai koridor aman, sehingga setidaknya sepuluh kapal berhasil melewati selat tersebut.

Kebijakan blokade selektif ini menandai perubahan sikap IRGC, yang sebelumnya mengancam untuk membakar kapal yang mencoba melintas. Dengan kebijakan terbaru, Jepang akan bergabung dengan negara-negara seperti Tiongkok, India, dan Pakistan yang telah mendapat izin sebelumnya.