Important Visit: Megawati ziarah ke makam Bung Karno di Blitar

Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar

Important Visit – Blitar, Jawa Timur – Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Megawati Soekarnoputri, melakukan ziarah ke makam proklamator Soekarno di Blitar, Minggu sore. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh tokoh pergerakan nasional tersebut. Dalam kesempatan itu, Megawati tiba dari Bali setelah mendarat di Bandara Dhoho Kediri. Ia langsung disambut oleh sejumlah besar kader partai yang telah menunggu dengan antusias.

Momen Pemersatu Bangsa dalam Ziarah

Sebelum memasuki kompleks makam, Megawati berjalan melewati barisan warga yang berkumpul. Momen ini tidak hanya menunjukkan penghormatan terhadap Bung Karno, tetapi juga menggambarkan peran kepemimpinan sebagai pengingat akan akar perjuangan nasional. “Berziarah ke makam Bung Karno adalah cara Ibu Megawati untuk merawat api perjuangan yang tak pernah padam. Di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks, Bung Karno mengajarkan bahwa pemimpin harus selalu kembali ke akar, ke rakyat, dan ke nilai-nilai Pancasila,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

“Berziarah ke makam Bung Karno adalah cara Ibu Megawati untuk merawat api perjuangan yang tak pernah padam. Di tengah dinamika bangsa yang semakin kompleks, Bung Karno mengajarkan bahwa pemimpin harus selalu kembali ke akar, ke rakyat, dan ke nilai-nilai Pancasila.”

Kegiatan ziarah ini juga menjadi bentuk perenungan terhadap perjalanan sejarah Indonesia. Megawati, yang tiba dari Bali, terlihat bersemangat saat menyapa warga. Ratusan kader dari Blitar dan Malang memadati lokasi untuk menyambut langsung putri dari sang proklamator. Dalam rombongan, Megawati didampingi oleh seorang putra, M. Prananda Prabowo, serta anggota keluarga lainnya seperti Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno. Dalam keterangannya, Hasto menekankan bahwa ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali kontribusi Bung Karno bagi bangsa.

Sesampainya di makam, Megawati langsung melakukan doa. Usai berdoa, ia keluar dari kompleks makam dan menggandeng Prananda Prabowo. Keduanya lalu melambaikan tangan kepada warga yang sudah menunggu di sekitar lokasi. Megawati kemudian berjalan ke arah kerumunan dan menarik tangan tiga anak, satu laki-laki dan dua perempuan, untuk berinteraksi. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemimpin untuk mendekatkan diri dengan generasi muda. Setelah berdialog singkat, Megawati pamit kepada masyarakat dan bergerak ke mobilnya.

Dalam perjalanan menuju lokasi istirahat, Megawati ditemani oleh seorang ibu berkaos kuning yang dengan antusias memanggilnya “Bunda Mega” sambil menawarkan tangan untuk bersalaman. Respons Megawati yang tersenyum dan berhenti menyambut tangan sang ibu menegaskan hubungan dekat antara tokoh politik dan masyarakat. Rombongan terus bergerak ke mobil, menandai akhir dari rangkaian kegiatan ziarah yang dinanti-nantikan oleh banyak pihak.

Tradisi yang Menjadi Bentuk Penghormatan

Menurut laporan siaran pers PDI Perjuangan, tradisi ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar telah rutin dilakukan Megawati sejak tahun 2023. Setiap kunjungan ke lokasi ini memiliki makna khusus, baik sebagai bentuk penghormatan maupun refleksi terhadap nilai-nilai nasional. Dalam rangka Haul ke-54 Bung Karno, pada 21 Juni 2024, Megawati berziarah dengan didampingi Sukmawati Soekarnoputri, saudarinya. Kegiatan serupa juga terjadi pada November 2025, yang bertepatan dengan peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA), serta pada 29 Maret 2026, saat ia melakukan doa bersama para anggota keluarga besar, termasuk Guruh Soekarnoputra.

Kunjungan Megawati ke makam Bung Karno sering kali bertepatan dengan momen politik penting. Dalam ziarah pada tahun 2026 ini, aktivitasnya berlangsung selama Bulan Bung Karno, yang dianggap sebagai kesempatan untuk mengenang kontribusi sejarah sang proklamator. Dengan latar belakang ini, ziarah di Blitar tidak hanya sebagai tradisi keluarga, tetapi juga sebagai upaya membangkitkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap perjuangan kemerdekaan.

Kelengkapan Rombongan dan Pengaruhnya

Sejumlah elite PDI Perjuangan turut hadir dalam ziarah tersebut. Mereka antara lain Hasto Kristiyanto, Deddy Yevri Sitorus (Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif), Darmadi Durianto (Ketua DPP Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja), Ronny Talapessy (Ketua DPP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional), serta Said Abdullah (Ketua DPP Bidang Sumber Daya dan Ketua Badan Anggaran DPR RI). Hadirnya mereka menunjukkan dukungan internal partai terhadap inisiatif Megawati untuk menjaga warisan Bung Karno.

Kehadiran Connie Rahakundini Bakrie, sahabat Megawati, dan anggota DPR RI Samuel Wattimena juga menjadi bagian dari rombongan. Mereka menambahkan dimensi keharmonisan dalam kegiatan yang dianggap sebagai momen penting. Dalam upacara tersebut, selain ziarah, Megawati juga menyampaikan pesan tentang pentingnya Pancasila sebagai landasan ideologi bangsa. Hal ini sejalan dengan sikap partai yang konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai pendiri Republik.

Kegiatan ziarah di Blitar menjadi contoh nyata bagaimana Megawati menjaga hubungan yang erat dengan sejarah. Dengan mengunjungi makam Bung Karno, ia menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh ayahandanya. Dalam masa kepemimpinan yang panjang, Megawati terus mengingatkan pentingnya peran pemimpin dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan yang muncul di era modern.

Dari perspektif politik, ziarah ini juga menjadi momentum untuk menyatukan perhatian masyarakat terhadap kebanggaan nasional. Bung Karno, sebagai tokoh sentral dalam pergerakan kemerdekaan, sering dianggap sebagai simbol kekuatan ideologis dan keterbukaan pemikiran. Megawati, dengan kunjungan ke Blitar, mengingatkan kembali makna kontribusi Bung Karno dalam membangun identitas bangsa, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penggawa generasi pemimpin yang menghormati akar sejarah.

Kehadiran para tokoh dalam rombongan menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini memiliki dampak luas. Dari jumlah kader hingga keterlibatan sahabat dan anggota legislatif, semua memperlihatkan minat untuk menjaga mem