Topics Covered: Qodari: Prabowo jalankan MBG berdasarkan mandat rakyat, harus berjalan

Qodari: Prabowo Jalankan MBG Berdasarkan Mandat Rakyat, Harus Berjalan

Topics Covered – Jakarta – Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto tetap berkomitmen untuk melanjutkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini merupakan bagian dari visi dan misi yang telah diumumkan oleh Prabowo sebelum mengikuti pemilihan presiden dua tahun lalu. Qodari menjelaskan bahwa keputusan masyarakat untuk memilih Prabowo mencerminkan kepercayaan terhadap program-program yang dijanjikan, termasuk MBG. “Program MBG tidak bisa langsung dihentikan, karena itu adalah kontrak politik yang diberikan oleh rakyat kepada Presiden Prabowo,” ujarnya.

MBG sebagai Pemenuhan Janji Politik

Sebelum terpilih sebagai presiden, Prabowo telah menyampaikan beberapa inisiatif kebijakan yang menjadi prioritasnya. Salah satu dari program tersebut adalah MBG, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Qodari menuturkan bahwa program ini bukan sekadar kebijakan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab untuk mewujudkan harapan rakyat. “Masyarakat Indonesia memberikan mandat kepada Pak Prabowo untuk menunaikan semua janji yang telah dipaparkan, termasuk MBG,” katanya.

“Yang namanya MBG tidak bisa diminta langsung berhenti. Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo. Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, (program tersebut) tidak bisa diberhentikan,” kata Qodari.

Menurut Qodari, MBG bertujuan memperbaiki kondisi gizi anak-anak dan balita yang masih menghadapi masalah nutrisi. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dianggap penting untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus bangsa. “MBG hadir sebagai solusi atas tantangan yang terus dihadapi oleh sebagian besar kelompok usia balita di Indonesia. Kebutuhan makanan bergizi harus terpenuhi agar mereka bisa berkembang optimal,” jelasnya.

Tantangan dalam Implementasi MBG

Qodari mengakui bahwa pelaksanaan MBG menghadapi berbagai hambatan, baik dari sisi logistik maupun kebijakan. Namun, ia berpendapat bahwa tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program ini. “Meskipun ada tantangan, MBG tetap harus diteruskan. Karena manfaatnya bagi masyarakat sangat besar, terutama dalam mengurangi risiko stunting dan penyakit berbasis gizi,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat. Menurut Qodari, selama masa jabatannya, Prabowo terus membuka ruang diskusi dan menerima masukan dari berbagai pihak agar program tersebut dapat berjalan lebih efektif. “Komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG adalah bagian dari upaya mencapai keberhasilan yang maksimal,” katanya.

Program Lain yang Diluncurkan Prabowo

Di samping MBG, Qodari menyebutkan bahwa Prabowo juga menghadirkan berbagai kebijakan untuk mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi. Salah satu contoh yang ia sebutkan adalah penghentian praktik korupsi dalam ekspor sumber daya alam strategis. Pemerintahan Prabowo, menurutnya, menerapkan mekanisme ekspor satu pintu guna meningkatkan transparansi dan keadilan dalam pengelolaan kekayaan negara. “Ini adalah bagian dari strategi besar untuk transformasi bangsa, serta upaya menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi rakyat,” jelas Qodari.

Qodari juga menyoroti program Sekolah Rakyat (SR) sebagai salah satu inisiatif untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Program ini, katanya, bertujuan mengatasi kesenjangan pendidikan di daerah-daerah yang kurang mendapat perhatian. “Dengan SR, pemerintah ingin memastikan bahwa semua anak, terlepas dari latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan secara layak,” tegasnya.

Janji Kepemimpinan Prabowo

Menurut Qodari, semua kebijakan yang dijalankan Prabowo merupakan bagian dari kontrak politik yang diberikan oleh rakyat. Ia menambahkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak hanya fokus pada MBG, tetapi juga pada upaya memperkuat kebijakan sosial dan ekonomi secara menyeluruh. “Program-program ini dirancang untuk menciptakan perubahan positif, baik dalam hal kesehatan maupun pendidikan,” katanya.

Ia meminta masyarakat tetap memberikan dukungan dan kesempatan kepada Prabowo untuk menyelesaikan berbagai inisiatif selama masa jabatannya. “Ketika Pak Prabowo menjabat, beliau berusaha menjalankan solusi itu. Nah, berikan kesempatan kepada beliau untuk melaksanakan,” pungkas Qodari. Dengan kebijakan yang terus dijalankan, ia yakin bahwa pemerintahan Prabowo akan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kebutuhan Kolaborasi dan Evaluasi

Qodari menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat. Ia menyoroti pentingnya evaluasi terus-menerus terhadap program tersebut untuk memastikan efektivitasnya. “Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG, termasuk mengoptimalkan distribusi dan pengawasan agar tidak ada kecurangan,” tambahnya.

Program MBG, menurut Qodari, adalah bukti bahwa Prabowo menjalankan kepemimpinan yang berakar pada kebutuhan rakyat. Ia berharap masyarakat tidak hanya mengapresiasi hasil, tetapi juga memahami bahwa setiap program harus melalui proses yang matang. “MBG adalah janji kampanye yang sudah ditekankan Pak Prabowo. Jadi, tidak adil jika ada pihak yang menuntut keberhentian program ini,” jelasnya.

Dengan pemerintahan yang stabil, Qodari percaya bahwa MBG akan menjadi fondasi untuk pembangunan jangka panjang. Ia menuturkan bahwa program ini tidak hanya sebatas bantuan makanan, tetapi juga sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. “Harus ada peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat agar MBG bisa berdampak maksimal,” pungkas Qodari.