Agenda Utama: Puasa & Lebaran Serentak Tanpa Rukyat dan Hisab, Mungkinkah Terjadi?

Puasa & Lebaran Serentak Tanpa Rukyat dan Hisab, Mungkinkah Terjadi?

Sebelum Ramadan atau Idul Fitri tiba, perdebatan tentang penghitungan awal bulan Hijriah sering mencuat. Metode penentuan seperti hisab dan rukyat kerap menyebabkan ketidaksesuaian tanggal puasa di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Kini, ada usulan sistem baru yang disebut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk mengatasi perbedaan ini.

Apa KHGT?

KHGT adalah konsep kalender Islam yang menggunakan perhitungan astronomi global. Sistem ini dirancang agar tanggal 1 Ramadan dan Idul Fitri bisa ditetapkan secara bersamaan di seluruh dunia, tanpa bergantung pada pengamatan hilal lokal. Dengan KHGT, umat Islam di berbagai negara akan merayakan puasa dan lebaran pada hari yang sama.

Mengapa KHGT Dinilai Revolusioner?

KHGT dianggap sebagai inovasi besar karena menggabungkan tradisi hisab dengan pendekatan integrasi global. Sistem ini memungkinkan kalender bisa dibuat bertahun-tahun sebelumnya, mirip dengan kalender Masehi. Meski sebagian besar ulama masih mempertahankan rukyat lokal, KHGT membuka peluang untuk penerapan kalender yang lebih konsisten.

Baca: Dalam 25 Tahun, Berapa Kali NU & Muhammadiyah Merayakan Lebaran Beda?

Pendekatan KHGT mengurangi perbedaan tanggal puasa akibat variasi kondisi cuaca dan lokasi geografis. Dengan parameter global, sistem ini mengharmonisasi perhitungan astronomi, sehingga meminimalkan ketidakpastian. Di era modern dengan mobilitas tinggi dan komunikasi global, KHGT menjadi relevan untuk memudahkan pengelolaan hari raya Islam secara serentak.

Jakarta, CNBC Indonesia – Penetapan KHGT diharapkan dapat menjawab tantangan klasik dalam menentukan awal bulan Hijriah. Meski ada pro-kontra, konsep ini mengusulkan solusi berbasis teknologi dan data ilmiah, mengubah paradigma tradisional yang berlangsung selama puluhan tahun.

(mae/mae) Add as a preferred source on Google