China dan Indonesia perluas kerja sama sektor energi baru
Daftar Isi
Kolaborasi energi baru Indonesia-China kian berkembang
Programamal.com – Kerja sama Indonesia dan China di bidang energi baru semakin bergerak dari pembangunan pembangkit menuju penguatan industri, teknologi, dan rantai pasokan. Peluang tersebut menjadi penting bagi Indonesia yang memiliki sumber energi terbarukan besar, namun masih membutuhkan percepatan pemanfaatan energi baru dalam sistem ketenagalistrikan nasional.
Pembangunan tenaga surya, pengembangan energi angin, penyimpanan energi, hingga manufaktur komponen menjadi sejumlah bidang yang menarik perhatian pelaku usaha dari kedua negara. Arah kerja sama ini turut mengemuka dalam Pameran Industri Energi Internasional China 2026 di Taiyuan, ketika delegasi Indonesia untuk pertama kalinya hadir dalam ajang tersebut.
Energi baru menjadi ruang kerja sama yang luas
Selain hubungan dagang di sektor batu bara yang telah lama berjalan, Indonesia dan China melihat potensi besar pada tenaga angin serta teknologi fotovoltaik. Qiu Xingyi, wakil peserta pameran dari Indonesia, menyampaikan bahwa perusahaannya dalam beberapa tahun terakhir telah membantu sejumlah perusahaan China mengembangkan kegiatan bisnis energi baru di Indonesia.
Indonesia memiliki potensi tenaga surya, air, dan panas bumi yang besar. Di sisi lain, China mempunyai kapasitas industri yang kuat untuk memproduksi peralatan energi baru, membangun proyek pembangkit, menyediakan solusi penyimpanan listrik, serta mengembangkan sistem operasi digital.
“Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kebutuhan energi yang sangat besar, tetapi porsi energi baru dalam bauran energinya masih relatif rendah. Sementara itu, China telah mengembangkan teknologi yang relatif matang di sektor energi baru. Di sinilah kedua negara dapat menemukan peluang kerja sama,” ujar Xu Zaishan, wakil ketua eksekutif Indonesia China Business Council (ICBC).
Kombinasi sumber daya Indonesia dan kemampuan teknologi serta manufaktur China membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Dalam praktiknya, kerja sama tidak hanya berhubungan dengan penyediaan panel surya atau pembangunan pembangkit, melainkan juga pengembangan keterampilan tenaga kerja, penyimpanan listrik, pengoperasian fasilitas, dan penyiapan ekosistem industri.
Pengalaman Shanxi dalam transisi energi
Provinsi Shanxi, lokasi pameran di Taiyuan, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi utama China. Wilayah ini sedang mempercepat peralihan struktur energinya dengan memperbesar kontribusi energi baru dan energi bersih.
Pada 2025, kapasitas terpasang energi baru serta energi bersih di Shanxi mencapai 90,48 juta kilowatt. Angka itu meningkat 18,29 juta kilowatt dibandingkan setahun sebelumnya. Kapasitas tersebut mencakup 55,1 persen dari keseluruhan kapasitas pembangkit listrik di provinsi itu dan untuk pertama kalinya melampaui kapasitas pembangkit berbahan bakar batu bara.
Pameran tersebut menyediakan area khusus bagi energi baru dan sistem tenaga listrik generasi baru. Berbagai teknologi, perangkat, produk, serta model bisnis ditampilkan di sana. Sejumlah peserta dari Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar pandangan dan menjajaki teknologi yang dapat diterapkan di dalam negeri.
“Kami berharap dapat memanfaatkan pameran ini untuk menemukan lebih banyak teknologi dan produk energi baru yang dapat diterapkan di Indonesia,” kata Liu Chen Zhi, perwakilan dari sebuah perusahaan energi Indonesia.
Proyek surya mulai memberi dampak nyata
Sejumlah proyek energi baru yang melibatkan perusahaan China telah beroperasi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu yang paling menonjol ialah pembangkit listrik tenaga surya terapung Cirata di Jawa Barat, yang dibangun PowerChina.
Fasilitas PV terapung Cirata memiliki kapasitas terpasang total 192 megawatt. Proyek ini menjadi salah satu pengembangan tenaga surya terapung penting di Indonesia maupun Asia Tenggara. Seluruh kapasitasnya tersambung ke jaringan pada 2023 dan kemudian memasok listrik bersih ke sistem Jawa-Madura-Bali.
Di luar pasokan listrik, keberadaan proyek tersebut juga berkaitan dengan pelatihan keterampilan dan penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa proyek energi baru dapat memberi manfaat yang lebih luas apabila pelaksanaannya terhubung dengan kebutuhan tenaga kerja lokal.
Contoh lain hadir di Karawang melalui proyek PV berkapasitas 100 megawatt yang diserahkan untuk operasi pada 2024. Pembangkit itu diperkirakan menghasilkan lebih dari 150 juta kilowatt-jam listrik bersih setiap tahun. Produksi tersebut setara dengan kebutuhan listrik tahunan sekitar 112.000 rumah tangga.
Proyek Karawang juga diproyeksikan memangkas emisi karbon dioksida sekitar 114.700 ton. Tahap pembangunannya menciptakan lebih dari 1.000 pekerjaan bagi warga setempat. Angka-angka ini memperlihatkan peran pembangkit energi bersih bukan hanya dalam diversifikasi sumber listrik, tetapi juga dalam kegiatan ekonomi di sekitar proyek.
Dorongan menuju manufaktur dan rantai pasokan
Hubungan industri kedua negara kini semakin meluas ke sisi hulu dan hilir energi surya. Pada Agustus 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia melakukan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan PV di China untuk menjajaki perluasan kemitraan pada rantai industri dan ekosistem tenaga surya.
Pemerintah Indonesia mengharapkan investasi serta alih teknologi dapat mempercepat pengembangan sel surya, modul, penyimpanan energi, dan industri penunjangnya. Fokus ini menandai pergeseran dari kerja sama yang sebelumnya bertumpu pada konstruksi proyek menjadi penguatan kemampuan industri.
Bagi Indonesia, pengembangan rantai pasokan domestik dapat membantu menghubungkan kebutuhan pembangkit baru dengan peluang manufaktur dan pengembangan keahlian. Sementara bagi perusahaan China, pasar Indonesia menawarkan ruang untuk memperluas kerja sama teknologi dan proyek energi bersih di negara kepulauan dengan kebutuhan listrik yang besar.
Dengan proyek yang telah berjalan serta minat investasi yang terus berkembang, energi baru berpotensi menjadi salah satu pilar penting hubungan ekonomi Indonesia-China. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi, pembiayaan, pembangunan proyek, dan manfaat bagi masyarakat dapat bergerak searah dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is China dan Indonesia perluas kerja sama?
China dan Indonesia perluas kerja sama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does China dan Indonesia perluas kerja sama matter?
China dan Indonesia perluas kerja sama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.