Humaniora

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata kelola lingkungan

1002187419
Foto : Rina Maulana - programamal.com
Daftar Isi
  1. ICISPE 2026 Dorong Diskusi Global tentang Tata Kelola Lingkungan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

ICISPE 2026 Dorong Diskusi Global tentang Tata Kelola Lingkungan

Programamal.com – Persoalan lingkungan, kebijakan energi, dan dampak perubahan iklim menjadi fokus International Conference on Indonesian Social and Political Enquiries (ICISPE) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro di Semarang, Jumat. Forum internasional ini mempertemukan akademisi serta peneliti dari Indonesia dan sejumlah negara untuk membahas keterhubungan antara tata kelola pemerintahan dan keberlanjutan ekologi.

Konferensi tahun ini mengangkat tema “Bridging Governance and Ecology: Navigating Energy Policy, Environmental Protection, and Climate Governance”. Tema tersebut menempatkan perlindungan lingkungan bukan semata sebagai isu teknis, melainkan juga sebagai tantangan kebijakan publik, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab antargenerasi.

Semarang dan Tantangan Wilayah Pesisir

Wakil Rektor Undip Wijayanto menegaskan bahwa isu lingkungan telah menjadi bagian utama dari percakapan global. Dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, kata dia, sudah hadir dalam kehidupan masyarakat di berbagai negara dan wilayah.

“Percakapan dunia hari ini adalah tentang masalah-masalah lingkungan hidup. Ini adalah utang kita kepada generasi yang akan datang, generasi yang hari ini baru lahir, gen Z, dan juga yang akan lahir di masa depan,” kata Wijayanto.

Ia mencontohkan gelombang panas yang terjadi di Prancis sebagai salah satu gambaran dampak perubahan iklim yang dirasakan lintas kawasan. Di Indonesia, Semarang memiliki konteks tersendiri sebagai kota pesisir yang menghadapi banjir dan rob. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan tentang iklim tidak berhenti pada agenda internasional, tetapi berkaitan langsung dengan realitas perkotaan dan kehidupan warga.

“Jika kita tidak bicara tentang lingkungan, maka kemudian kita tertinggal dari percakapan dunia,” katanya.

Posisi Semarang sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi memberi relevansi tambahan bagi diskusi tersebut. Isu pesisir, perlindungan lingkungan, perencanaan pembangunan, dan respons terhadap perubahan iklim membutuhkan keterhubungan antara riset, kebijakan, serta pelaksanaan di tingkat lokal.

Mempertemukan Perspektif Akademik Lintas Negara

Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono menyampaikan bahwa ICISPE 2026 menghadirkan pembicara dari dalam negeri maupun perguruan tinggi asing. Salah satu pembicara dari Indonesia ialah Prof. Sudharto P. Hadi atau Prof. Darto, sementara peserta internasional yang terlibat mencakup Prof. Mamoon Allan dari University of Jordan, Yordania, serta Dr. Wai Man Natalie Wong dari National Chengchi University, Taiwan.

“Jadi, selain narasumber dari dalam, ada Prof. Darto (Sudharto P. Hadi), ada juga narasumber lain yang diambil dari beberapa perguruan tinggi asing,” kata Teguh.

Kehadiran pakar dari berbagai latar akademik memungkinkan pembahasan tata kelola lingkungan dilihat dari lebih dari satu sudut pandang. Perubahan iklim, transisi energi, dan perlindungan alam memiliki konsekuensi sosial maupun politik yang berbeda pada setiap wilayah. Karena itu, pertukaran gagasan antarpelaku akademik dapat membantu memperluas pemahaman atas pilihan kebijakan yang tersedia.

Ruang diskusi dalam ICISPE mencakup tata kelola pemerintahan, kebijakan energi, perlindungan lingkungan, serta pengelolaan perubahan iklim. Keempat unsur itu saling bertautan: kebijakan energi dapat memengaruhi lingkungan, sementara kualitas tata kelola menentukan seberapa baik perlindungan lingkungan dan respons iklim dijalankan.

Kontribusi Publikasi Ilmiah

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, ICISPE 2026 juga diarahkan untuk memperkuat reputasi akademik FISIP Undip di tingkat internasional. Artikel serta prosiding yang berasal dari konferensi akan melalui proses seleksi dan penelaahan panitia sebelum diterbitkan dalam prosiding terindeks Scopus.

Teguh menyebut target keluaran konferensi ini sekitar 100 artikel Scopus. Jumlah tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontribusi Undip dalam mengejar sasaran sekitar 3.000 artikel Scopus.

“Semua seminar ini produknya adalah artikel Scopus. Kami akan mendapat sekitar 100 dan itu akan berkontribusi untuk Undip yang menargetkan sekitar 3.000 artikel Scopus,” katanya.

Publikasi ilmiah memiliki peran penting karena membuat hasil pembahasan dan penelitian dapat diakses, diuji, serta dikembangkan oleh komunitas akademik yang lebih luas. Dalam isu lingkungan, keberadaan kajian yang terdokumentasi juga membantu menjembatani pengetahuan ilmiah dengan perumusan kebijakan dan debat publik.

Forum yang Memasuki Tahun Ke-11

Prof. Sudharto P. Hadi, mantan Rektor Undip yang tampil sebagai pembicara, menilai penyelenggaraan ICISPE yang kini memasuki tahun ke-11 menunjukkan perkembangan positif. Ia menekankan bahwa tema tata kelola lingkungan dapat dikaji melalui banyak pendekatan dan bidang keilmuan.

“Kemudian, tema tahun ini adalah environmental governance. Jadi, environmental governance dilihat dari berbagai perspektif,” kata Sudharto.

Memasuki penyelenggaraan ke-11, ICISPE memperlihatkan upaya berkelanjutan untuk menjadikan kajian sosial dan politik relevan dengan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Tata kelola lingkungan menuntut perhatian terhadap keputusan pemerintah, arah kebijakan energi, perlindungan ekosistem, dan kepentingan generasi mendatang.

Melalui konferensi ini, Undip membuka ruang bagi pertukaran pemikiran mengenai bagaimana pembangunan dapat berjalan dengan mempertimbangkan risiko lingkungan dan perubahan iklim. Diskusi lintas negara tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan ekologis membutuhkan kerja pengetahuan yang berkesinambungan, sekaligus tata kelola yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi langkah nyata.

Frequently Asked Questions

What is Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata?

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata matter?

Undip kumpulkan pakar dunia bahas tata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rina Maulana - programamal.com

Rina Maulana - programamal.com

Rina Maulana adalah aktivis sosial yang aktif dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga prasejahtera. Ia telah terlibat dalam berbagai program pelatihan dan bantuan ekonomi mikro.

Tulisan Rina banyak berfokus pada dampak sosial dari donasi terhadap kehidupan masyarakat.