Tekno

Bedah peran jubir, tak sekadar penyambung lidah tapi pencipta dampak

IMG-20260911-WA0161
Foto : Rachmat Razi - programamal.com
Daftar Isi
  1. Juru Bicara Dipandang sebagai Penggerak Kepercayaan Publik
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Juru Bicara Dipandang sebagai Penggerak Kepercayaan Publik

Programamal.com – Peran juru bicara di tengah derasnya arus informasi digital semakin jauh melampaui fungsi menyampaikan pernyataan resmi. Posisi ini dituntut menjadi penghubung yang memahami arah institusi, mampu membaca suasana publik, serta menghadirkan pesan yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi peluncuran buku “JURU BICARA Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi”, karya Benny Siga Butarbutar dan Marlinda Irwanti Poernomo, di Jakarta. Pembahasan menghadirkan beragam sudut pandang mengenai tantangan serta nilai strategis profesi juru bicara pada masa komunikasi berlangsung serba cepat.

Akses Langsung kepada Pimpinan

Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto, menekankan bahwa juru bicara seharusnya berada dalam pusat proses perubahan organisasi. Kehadirannya tidak cukup diposisikan sebagai pelengkap struktur atau sekadar penyampai informasi ketika isu sudah muncul ke publik.

Hubungan yang dekat dengan pimpinan dinilai penting agar juru bicara memahami latar pemikiran, arah, dan nilai yang hendak disampaikan institusi. Tanpa kedekatan tersebut, pesan berisiko terdengar datar, tidak utuh, atau kehilangan konteks ketika diterima masyarakat.

“Juru bicara harus memiliki akses pada pimpinan di institusinya. Kalau ada gap antara juru bicara dan pimpinan, maka dia tidak akan pernah merasakan suasana kebatinan dari apa yang ingin dikomunikasikan,” kata Gun Gun dalam acara diskusi di Jakarta Pusat, Jumat.

Pakar komunikasi politik itu melihat kedekatan antara juru bicara dan pemimpin dapat membangun ikatan pemahaman yang kuat. Kondisi tersebut membantu pesan institusi disampaikan secara lebih meyakinkan, terutama ketika publik membutuhkan penjelasan yang jelas dalam situasi yang sensitif atau berubah cepat.

Karena itu, juru bicara perlu memperoleh ruang strategis dalam organisasi. Keterlibatan sejak awal dalam memahami isu, kebijakan, dan arah komunikasi dapat membantu lembaga menyusun respons yang lebih selaras dengan kebutuhan publik.

Institusi Harus Tetap Menjadi Pusat Pesan

Meski memiliki posisi penting, juru bicara tidak semestinya menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian. Gun Gun mengingatkan bahwa kekuatan personal yang terlalu dominan justru dapat menggeser karakter lembaga yang diwakili.

Seorang juru bicara yang efektif mampu membangun kepercayaan tanpa mengambil alih identitas institusi. Pesan yang disampaikan harus memperkuat nilai, tanggung jawab, dan tujuan organisasi, bukan sekadar membentuk citra pribadi penyampainya.

Hal ini menjadi semakin relevan dalam ekosistem digital, ketika pernyataan publik dapat tersebar luas dalam waktu singkat. Cara bicara, pilihan kata, serta sikap seorang juru bicara dapat memengaruhi bagaimana publik memaknai institusi secara keseluruhan.

Fungsi Etis, Bukan Sekadar Kehumasan

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto memandang pekerjaan juru bicara tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan tugas kehumasan biasa. Ia menempatkan profesi ini pada ranah etis karena terdapat tanggung jawab untuk menjaga hubungan, rasa, dan kepercayaan antara institusi dengan masyarakat.

“Juru bicara itu posisinya etis. Dia bukan hanya menjelaskan hal teknis seperti penyuluh atau umum seperti humas. Tapi dia di level etis, dia ada roso (rasa), ada kedekatan. Seorang juru bicara harus dekat dengan orang atau insitusi yang diwakili oleh dirinya. Maka dari itu juru bicara itu bukan humas karena ada etik di situ yang harus dia jaga,” kata Paulus.

Pandangan itu menegaskan bahwa juru bicara tidak hanya bertugas menyusun jawaban atas pertanyaan publik. Mereka juga perlu mempertimbangkan dampak dari setiap penjelasan, termasuk nada komunikasi, waktu penyampaian, serta kondisi emosional pihak yang menerima informasi.

Dalam praktiknya, kecakapan teknis tetap dibutuhkan. Namun, kemampuan menjelaskan data atau prosedur tidak akan cukup apabila pesan disampaikan tanpa pemahaman atas keresahan masyarakat. Kejelasan harus berjalan bersama kepekaan.

Empati sebagai Unsur Penting

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menambahkan bahwa juru bicara perlu memiliki kecerdasan emosional. Empati menjadi unsur penting agar komunikasi tidak berhenti pada penyampaian angka, fakta, atau pernyataan formal.

Kecepatan dan akurasi tetap menjadi fondasi komunikasi publik. Akan tetapi, keduanya perlu dilengkapi kemampuan memahami keadaan batin masyarakat. Pesan yang benar secara data belum tentu diterima dengan baik apabila disampaikan dengan jarak emosional yang terlalu besar.

Seorang juru bicara perlu mampu menghubungkan kepentingan institusi dengan kebutuhan khalayak untuk memperoleh penjelasan yang manusiawi. Pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat rasa bahwa publik didengar dalam proses komunikasi.

Diskusi mengenai buku karya Benny Siga Butarbutar dan Marlinda Irwanti Poernomo ini memperlihatkan bahwa profesi juru bicara memiliki tanggung jawab yang kompleks. Mereka dituntut menguasai substansi, dekat dengan pengambil keputusan, menjaga etika, serta menunjukkan empati dalam setiap pesan yang dibawa ke ruang publik.

Di era disrupsi, juru bicara bukan semata-mata corong lembaga. Mereka menjadi salah satu penentu apakah komunikasi institusi mampu menciptakan pemahaman, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan dampak yang berarti.

Frequently Asked Questions

What is Bedah peran jubir tak sekadar penyambung?

Bedah peran jubir tak sekadar penyambung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bedah peran jubir tak sekadar penyambung matter?

Bedah peran jubir tak sekadar penyambung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rachmat Razi - programamal.com

Rachmat Razi - programamal.com

Rachmat Razi adalah seorang SEO content writer yang suka menulis dan membahas berbagai hal, serta berdedikasi dalam mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari.