Politik

HUT ke-28, PAN terima dua pantun dari Presiden Prabowo

bc9c59e4-37ab-413a-9280-ef9bc5d186b7
Foto : Yusuf Pratama - programamal.com
Daftar Isi
  1. Prabowo Tutup Pidato HUT ke-28 PAN dengan Dua Pantun
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Prabowo Tutup Pidato HUT ke-28 PAN dengan Dua Pantun

Programamal.com – Presiden Prabowo Subianto menutup sambutannya dalam puncak peringatan hari ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional dengan membacakan dua pantun di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat malam (18/9). Penampilan tersebut berlangsung di hadapan kader serta jajaran pimpinan PAN dan menjadi salah satu bagian penutup acara perayaan partai itu.

Sebelum melantunkan pantun, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya juga ingin ikut menampilkan tradisi berpantun yang hadir dalam suasana acara. Ucapannya disambut perhatian dari peserta yang memenuhi lokasi peringatan ulang tahun PAN.

“Saudara-saudara sekalian, saya enggak mau kalah. Kalian punya pantun, saya juga punya pantun,” kata Prabowo.

Pantun pertama yang dibaca Presiden menyinggung perjalanan PAN selama 28 tahun serta kebersamaan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas. Melalui bait tersebut, Prabowo mengaitkan perjuangan partai dengan amanah dan harapan yang dijaga dalam perjalanan politiknya.

“Matahari terbit cahayanya terang, burung bernyanyi di atas dahan, bersama Zulhas, PAN terus berjuang, 28 tahun jaga amanah dan harapan.”

Prabowo kemudian meneruskan dengan pantun kedua. Kali ini, ia menyebut Lampung, buah mangga, dan ajakan untuk terus bergerak membantu masyarakat demi kemajuan. Nama Zulhas kembali muncul dalam pantun yang menegaskan posisinya sebagai ketua umum PAN.

“Pergi ke Lampung membeli mangga, singgah sebentar bertemu kawan, partai PAN hebat Zulhas ketua umumnya, gerak cepat bantu rakyat untuk kemajuan.”

Kedekatan dengan PAN dan pesan untuk rakyat

Dua pantun itu menandai akhir pidato Prabowo dalam perayaan HUT ke-28 PAN. Dalam sambutannya, Presiden turut mengulas hubungan baiknya dengan PAN. Ia menggambarkan Partai Amanat Nasional sebagai sahabat, sebuah penegasan yang ditempatkan dalam konteks kebersamaan para partai dan tokoh yang hadir di panggung peringatan tersebut.

Pidato Presiden juga memuat kembali penjelasan mengenai program-program pemerintah. Fokus yang disampaikan berkaitan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat. Penegasan mengenai arah program itu menjadi bagian penting dari pesan Prabowo di hadapan kader PAN dan tamu undangan.

Dalam sebuah selingan yang lebih ringan, Prabowo sempat bergurau tentang penyelenggaraan HUT PAN yang berlangsung meriah, meski disebut harus dilakukan dengan berutang. Menanggapi hal itu, ia menyampaikan ungkapan Jawa “Margo Ono”, yang berarti ada jalan.

Ungkapan tersebut memiliki arti personal bagi Prabowo. “Margo Ono” merupakan nama kakeknya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo. Penyebutan frasa itu membuat suasana pidato tidak hanya berisi pesan politik dan pemerintahan, tetapi juga membawa unsur humor serta rujukan pada sejarah keluarganya.

Sejumlah pemimpin nasional hadir

Prabowo menghadiri puncak HUT ke-28 PAN bersama Wakil Ketua Umum DPP PAN Prasetyo Hadi dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono. Kehadiran mereka menambah deretan tokoh politik serta pejabat pemerintahan yang datang ke acara tersebut.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir. Selain itu, tampak Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Muhaimin juga dikenal sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa.

Acara itu juga dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ikut berada di antara tamu undangan, bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang sekaligus menjabat Ketua Umum Partai Golkar.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga hadir dalam peringatan tersebut. Komposisi tamu yang melibatkan unsur pemerintah dan lintas partai memperlihatkan bahwa perayaan ulang tahun PAN tidak semata menjadi kegiatan internal organisasi, melainkan juga ruang pertemuan para tokoh nasional.

Perayaan ulang tahun sebagai ruang konsolidasi

Bagi sebuah partai politik, peringatan hari jadi umumnya menjadi momentum untuk mengingat perjalanan organisasi, menyatukan kader, dan mempertegas arah perjuangan. Pada usia ke-28, PAN menggelar perayaan puncak yang diwarnai pidato, kehadiran pimpinan nasional, serta suasana yang lebih cair melalui pantun Presiden.

Pantun dalam tradisi komunikasi publik Indonesia sering digunakan untuk mencairkan suasana tanpa menghilangkan inti pesan. Dalam kesempatan ini, Prabowo memanfaatkannya untuk menyampaikan penghargaan atas perjalanan PAN, menyebut kepemimpinan Zulhas, serta menghubungkan perjuangan politik dengan kebutuhan masyarakat.

Penutupan pidato dengan dua pantun juga memberi warna tersendiri pada rangkaian peringatan HUT PAN. Di balik gaya penyampaian yang santai, pesan yang muncul tetap berkisar pada amanah, harapan, gerak cepat, dan kemajuan rakyat. Tema-tema tersebut sejalan dengan bagian pidato Presiden yang menekankan kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat.

Dengan demikian, puncak peringatan ulang tahun PAN di JICC berlangsung dalam perpaduan suasana seremonial, pertemuan politik, dan komunikasi yang ringan. Dua pantun Prabowo menjadi penanda akhir sambutan Presiden dalam acara yang juga mempertemukan sejumlah pimpinan partai dan pejabat negara.

Frequently Asked Questions

What is HUT ke 28 PAN terima dua pantun?

HUT ke 28 PAN terima dua pantun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does HUT ke 28 PAN terima dua pantun matter?

HUT ke 28 PAN terima dua pantun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Yusuf Pratama - programamal.com

Yusuf Pratama - programamal.com

Yusuf Pratama adalah relawan dan penulis yang aktif dalam kegiatan penggalangan dana komunitas. Ia memiliki pengalaman langsung dalam mengorganisir kampanye donasi skala kecil hingga menengah.

Tulisan Yusuf sering membahas praktik nyata di lapangan serta tantangan dalam distribusi bantuan.