Dunia

Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral hijau RI-Chile

KBRI-Santiago-Wamenlu-Havas-Menlu-Chile-05102026
Foto : Tegar Wijaya - programamal.com
Daftar Isi
  1. Indonesia dan Chile Jajaki Kemitraan Mineral Hijau untuk Energi dan Industri
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Indonesia dan Chile Jajaki Kemitraan Mineral Hijau untuk Energi dan Industri

Programamal.com – Indonesia mendorong pembentukan kemitraan mineral hijau dengan Chile sebagai langkah memperluas kolaborasi di bidang energi, mineral kritis, industri baterai, dan kendaraan listrik. Gagasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Chile Francisco Perez Mackenna di Santiago pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pertemuan itu berlangsung di sela agenda Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Mission atau INALAC-BM 2026. Usulan utama yang dibawa Indonesia adalah penyusunan nota kesepahaman Green Minerals Partnership, yang dirancang sebagai payung kerja sama kedua negara pada sektor-sektor strategis terkait transisi energi.

Ruang lingkup kemitraan yang diusulkan

Melalui nota kesepahaman tersebut, Indonesia mengusulkan pengembangan proyek industri bersama, pembentukan koalisi negara-negara produsen, pemanfaatan teknologi pertambangan yang lebih hijau, penyediaan platform investasi, hingga penyusunan strategi distribusi berbasis kelautan. Rangkaian kerja sama ini dipandang relevan karena Indonesia dan Chile sama-sama memiliki posisi penting dalam rantai pasok mineral dan industri pengolahan.

Francisco Perez Mackenna menyambut usulan tersebut dan menyatakan akan menindaklanjutinya pada kesempatan pertama. Pembahasan antara kedua negara juga mencakup pemanfaatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile atau IC-CEPA, khususnya untuk sektor baterai dan vaksin.

Fokus pada baterai memperlihatkan upaya kedua negara untuk mencari nilai tambah dari potensi industri masing-masing. Indonesia memiliki kepentingan dalam penguatan ekosistem baterai dan kendaraan listrik, sementara Chile menjadi salah satu negara yang penting dalam percakapan global mengenai bahan baku mineral bagi industri energi bersih.

Kolaborasi Codelco, Freeport, dan INALUM

Dalam pertemuan tersebut, Havas mendorong pengembangan kerja sama ekosistem baterai serta kendaraan listrik antara Corporacion Nacional del Cobre atau Codelco, PT Freeport Indonesia, dan INALUM. Codelco merupakan badan usaha milik Pemerintah Chile yang bergerak di sektor tembaga.

Pihak Codelco menyatakan terbuka untuk menjalin kolaborasi riset dan teknologi dengan Indonesia. Kerja sama semacam ini dapat mencakup pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi industri, serta pendekatan yang lebih berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber daya mineral.

Havas juga menawarkan pembentukan Indonesia-Chile Industrial Bridge di bidang pertambangan. Inisiatif ini direncanakan melibatkan INALUM, Freeport, Codelco, dan Elecmetal, salah satu perusahaan terkemuka Chile. Selain mempertemukan pelaku industri dari kedua negara, jembatan industri tersebut diarahkan untuk membangun keterhubungan yang lebih nyata dari hulu hingga hilir.

Aspek pengelolaan tailing turut menjadi bagian dari agenda kerja sama. Tailing merupakan limbah sisa dari proses pengolahan bijih mineral. Indonesia dan Chile membahas peluang penerapan pengelolaan tailing yang lebih ramah lingkungan serta kemungkinan pemanfaatan lanjut atas material sisa tersebut. Isu ini penting karena pengembangan industri mineral tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga dengan pengelolaan dampak lingkungan secara bertanggung jawab.

Vaksin, migas, dan peluang kerja sama lintas negara

Selain mineral dan energi, Menteri Luar Negeri Chile menunjukkan minat terhadap kapasitas produksi vaksin BioFarma serta peluang pengadaan vaksin untuk Chile. Ketertarikan ini membuka ruang kerja sama sektor kesehatan yang dapat melengkapi agenda ekonomi dan industri kedua negara.

Dalam pembicaraan yang sama, Indonesia juga mendorong penjajakan kontrak jangka panjang, keterlibatan Petrobras dalam lelang blok migas di Indonesia, dan kemungkinan usaha patungan di negara ketiga. Petrobras merupakan badan usaha sektor minyak dan gas milik Brasil.

Perwakilan Petrobras yang berada di Santiago menyampaikan kesiapan untuk bekerja sama dengan Pertamina. Kerja sama tersebut ditempatkan dalam kerangka diversifikasi sebagai respons terhadap perkembangan situasi geopolitik saat ini. Diversifikasi menjadi relevan bagi sektor energi karena pelaku usaha perlu memiliki pilihan kemitraan, pasokan, dan pasar yang lebih beragam.

Pelabuhan Chile membuka peluang bagi perusahaan Indonesia

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Havas mengunjungi Puerto San Antonio, otoritas pelabuhan kontainer di Chile. Dalam kunjungan tersebut, ia mengundang pihak pelabuhan untuk datang ke Indonesia dan bertemu operator pelabuhan serta kontraktor yang memiliki pengalaman di dalam negeri.

Puerto San Antonio menawarkan peluang tender konsesi terminal kontainer dan logistik kargo curah bersih atau clean bulk, yang masa berlakunya akan berakhir pada 2029. Selain itu, tersedia proyek perluasan kawasan pelabuhan melalui reklamasi yang dapat menjadi peluang bagi perusahaan konstruksi Indonesia.

Konektivitas pelabuhan memiliki arti penting dalam agenda perdagangan Indonesia-Chile. Kerja sama industri akan membutuhkan jalur distribusi yang efisien, terutama apabila kedua negara ingin memperbesar pertukaran barang, komponen industri, serta produk bernilai tambah di masa mendatang.

IC-CEPA sebagai fondasi perdagangan bilateral

IC-CEPA ditandatangani pada 14 Desember 2017 dan mulai berlaku pada 10 Agustus 2019. Perjanjian tersebut memberikan tarif bea masuk nol persen di Chile bagi 6.704 produk Indonesia. Produk yang tercakup berasal dari berbagai sektor, antara lain pertanian, perikanan, manufaktur, pertambangan, dan industri.

Nilai perdagangan Indonesia dan Chile pada 2025 mencapai 535,51 juta dolar AS, meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk Indonesia yang semakin bersaing di pasar Chile mencakup kendaraan otomotif, pupuk, dan alas kaki.

Dengan adanya dorongan kemitraan mineral hijau, pemanfaatan IC-CEPA, serta penjajakan di sektor pelabuhan dan energi, hubungan Indonesia-Chile berpeluang bergerak melampaui perdagangan barang tradisional. Agenda tersebut menempatkan kedua negara pada pembahasan yang lebih luas, mulai dari mineral kritis, teknologi, manufaktur, kesehatan, hingga logistik maritim.

Frequently Asked Questions

What is Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral?

Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral matter?

Wamenlu Havas usul MoU kemitraan mineral matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya - programamal.com

Tegar Wijaya memiliki pengalaman dalam digital marketing untuk kampanye sosial. Ia memahami bagaimana pesan kebaikan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui strategi online.

Perannya di Program Amal membantu meningkatkan jangkauan dan dampak dari konten edukasi.