Produk derivat plasma bantu terapi pasien hipoalbumin hingga autoimun
Daftar Isi
Plasma darah membuka pilihan terapi yang lebih spesifik bagi pasien
Programamal.com – Plasma darah tidak semata digunakan dalam tindakan transfusi. Komponen cair dari darah ini juga dapat diproses menjadi produk obat derivat plasma yang dibutuhkan untuk berbagai kondisi, mulai dari kadar albumin rendah hingga gangguan autoimun dan hemofilia.
Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menekankan bahwa pemanfaatan plasma perlu dipahami dalam dua jalur penting: pemberian transfusi secara langsung dan pengolahan menjadi obat dengan kandungan protein tertentu.
“Kedua hal ini, baik transfusi, baik produk obat derivat plasma, dua-duanya merupakan pemenuhan untuk kebutuhan pasien kita,” kata Teguh dalam temu media “International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026” di Jakarta, Rabu.
Bagian cair darah dengan kandungan protein penting
Dalam darah utuh atau whole blood, plasma merupakan bagian cair yang berbeda dari komponen seluler seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Di dalamnya terdapat beragam bahan kimia dan protein yang memiliki fungsi penting bagi tubuh.
Selama ini, masyarakat lebih sering mengenal plasma sebagai bahan transfusi. Bentuk yang lazim digunakan antara lain Plasma Beku Segar atau Fresh Frozen Plasma (FFP), serta cryoprecipitate. Keduanya dipakai sesuai kebutuhan klinis pasien dan pertimbangan tenaga medis.
Namun, plasma donor juga dapat menjalani proses fraksionasi. Proses ini memungkinkan berbagai protein dipisahkan dan diolah menjadi produk yang lebih terarah untuk kebutuhan terapi tertentu. Hasil pengolahan tersebut dikenal sebagai Produk Obat Derivat Plasma atau PODP.
Produk yang dapat diperoleh dari plasma mencakup albumin, imunoglobulin intravena atau IVIG, imunoglobulin subkutan atau SCIG, serta faktor pembekuan darah seperti faktor VIII, faktor IX, dan prothrombin complex concentrate atau PCC. Selain itu, terdapat pula produk lain seperti antitrombin, fibrinogen, dan Protein C.
“Sehingga kalau tadinya plasma itu didonorkan oleh para pendonor ‘hanya untuk pasien yang membutuhkan terapi atau transfusi plasma’, sekarang tidak lagi. Karena bisa juga diolah menjadi komponen yang lebih spesifik albumin, IVIG, faktor koagulasi dan beberapa protein yang lain,” tutur Teguh.
Terapi untuk hipoalbumin, hemofilia, dan autoimun
Salah satu pemanfaatan PODP adalah albumin untuk pasien dengan hipoalbumin, yaitu kondisi ketika kadar albumin dalam darah rendah. Albumin merupakan protein yang terdapat di dalam plasma. Pada keadaan tertentu, pemberian albumin melalui infus dapat dipilih sebagai bagian dari terapi untuk membantu meningkatkan kadarnya.
Kebutuhan lain muncul pada pasien hemofilia. Gangguan ini berkaitan dengan masalah pembekuan darah, sehingga sebagian pasien memerlukan faktor pembekuan tertentu, termasuk faktor VIII, secara rutin. Ketersediaan produk tersebut menjadi penting karena penggunaannya dapat berlangsung berulang sesuai kondisi pasien.
Imunoglobulin juga memiliki peran besar dalam terapi. IVIG digunakan pada sejumlah pasien dengan penyakit autoimun serta pada kondisi infeksi tertentu. Produk ini mengandung antibodi yang berasal dari plasma dan penggunaannya perlu disesuaikan dengan indikasi medis.
“IVIG, banyak digunakan pada pasien dengan autoimun, pasien dengan kondisi infeksi tertentu, seperti pengalaman kita mungkin kemarin saat COVID kebutuhannya sedemikian tinggi tetapi tidak ada karena memang mengalami atau kehabisan stoknya karena tidak tersiapkan,” tutur Teguh.
Pengalaman tingginya kebutuhan IVIG pada masa COVID-19 memperlihatkan pentingnya kesiapan pasokan. Ketika permintaan meningkat secara tajam, ketersediaan produk dapat menjadi tantangan, terutama karena pengolahan derivat plasma membutuhkan bahan baku yang berasal dari donor.
Donasi yang berkelanjutan menopang kebutuhan pasien
Berbeda dari kebutuhan medis yang bersifat satu kali, banyak pasien pengguna produk derivat plasma memerlukan terapi secara berkala. Karena itu, kesinambungan donor darah dan plasma menjadi unsur yang sangat penting dalam menjaga pasokan bahan baku.
Kebutuhan rutin tersebut juga menunjukkan bahwa manfaat donor tidak berhenti pada satu tindakan transfusi. Plasma dari pendonor dapat memberi dukungan bagi berbagai bentuk terapi yang lebih spesifik, tergantung protein atau faktor yang dibutuhkan pasien.
“Sehingga suplai dari donor mau tidak mau harus tetap dipertahankan karena kebutuhan itu bersifat akan reguler. Ini mungkin menjadi tantangannya,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu.
Bagi masyarakat, pemahaman ini menempatkan donor sebagai bagian dari rantai pelayanan kesehatan yang lebih luas. Plasma yang terkumpul dapat digunakan dalam bentuk transfusi maupun diolah menjadi produk terapi bagi pasien dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
Dengan demikian, keberlanjutan pasokan donor bukan hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi kebutuhan transfusi sehari-hari. Ketersediaannya juga berhubungan dengan akses pasien terhadap albumin, imunoglobulin, faktor koagulasi, dan produk derivat plasma lain yang dibutuhkan secara teratur.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Produk derivat plasma bantu terapi pasien?
Produk derivat plasma bantu terapi pasien is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Produk derivat plasma bantu terapi pasien matter?
Produk derivat plasma bantu terapi pasien matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.